QS 106 · Quraisy 106:1-4 · Makkiyah · 7 menit
Quraisy: Alasan Menyembah yang Berupa Perdagangan
Empat ayat, dan di dalamnya ada alasan menyembah yang disebut terang-terangan. Alasannya bukan penciptaan, bukan kebangkitan, dan bukan hari perhitungan. Alasannya perdagangan yang berjalan lancar, makanan yang tersedia, dan jalan yang aman dari perampok.
Alasan menyembah yang berupa perdagangan
memuat seluruh isinya: karena kebiasaan orang-orang Quraisy, yaitu kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas, maka hendaklah mereka menyembah Tuhan pemilik rumah ini, yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.
Susunan alasannya lurus dan tidak berputar. Karena dagang kalian berjalan, karena kalian kenyang, dan karena jalan kalian aman, maka sembahlah.
Bandingkan dengan surat-surat lain yang menyandarkan seruan yang sama pada penciptaan langit dan bumi, pada kebangkitan, atau pada ancaman api. Di sini tidak ada satu pun dari itu.
Yang membuat bentuk ini menarik, alasannya bisa diperiksa pendengarnya sendiri. Mereka memang berdagang, memang kenyang, dan memang aman, dan tidak perlu menunggu apa pun untuk membuktikannya.
Yang ikut terbawa juga bisa disebut. Alasan yang bersandar pada keadaan yang baik akan ikut goyah waktu keadaannya berubah. Kalau dagang macet, panen gagal, dan jalan jadi berbahaya, alasan yang dipasang di empat ayat ini tidak lagi tersedia, dan yang dipakai orang biasanya berpindah ke alasan lain yang tidak bisa dibantah keadaan.
Kafilah musim dingin dan musim panas
Dua perjalanan yang disebut itu diterangkan penafsir sebagai perjalanan dagang ke Yaman pada musim dingin dan ke Syam pada musim panas.
Gambaran Mekah sebagai pusat perdagangan besar antar benua sudah lama jadi bagian tetap dari cerita tentang masa itu, dan gambaran itu berasal terutama dari sumber Islam belakangan.
Pada tahun delapan puluhan, sejarawan Patricia Crone memeriksa sumber-sumber di luar tradisi Islam dan menyimpulkan bahwa Mekah hampir tidak muncul di catatan Bizantium, Persia, atau Suryani, dan bahwa jalur dagang rempah utama pada abad keenam sudah bergeser ke laut. Kesimpulannya diperdebatkan keras dan sebagian ditolak peneliti lain, dan sampai sekarang belum ada kesepakatan.
Yang bisa dikatakan dengan aman lebih sederhana. Empat ayat ini menyebut dua perjalanan dagang musiman satu suku, dan itu keterangan yang wajar untuk kota di jalur kafilah. Yang ditambahkan sesudahnya, yaitu gambaran tentang kota dagang besar yang menghubungkan dua kerajaan, bukan isi ayatnya melainkan isi cerita yang tumbuh di sekelilingnya.
Yang memberi makan dan mengamankan
menyebut dua imbalan: menghilangkan lapar dan mengamankan dari ketakutan.
Dua hal itu urutan yang sama dengan yang dipakai orang di mana pun waktu menyebut apa yang paling dasar. Makan lebih dulu, aman berikutnya.
Dan dua-duanya masih jadi ukuran yang dipakai menilai pemerintahan sekarang, dengan nama yang berbeda. Harga beras dan rasa aman di jalan adalah dua hal yang paling cepat mengubah pendapat orang tentang siapa yang berkuasa, dan empat ayat ini menaruh keduanya persis di tempat yang sama. Di Indonesia harga beras dan rasa aman di kampung mengerjakan hal yang sama pada tiap pemilihan.
Empat ayat untuk satu suku
Seruan di surat ini ditujukan kepada Quraisy dengan menyebut namanya, dan nama itu jadi nama suratnya.
Bentuk seruan yang menyebut satu suku dengan namanya jarang ada, dan sebagian penafsir bahkan membaca surat ini sebagai satu kesatuan dengan Al-Fil yang mendahuluinya, sebab kalimat pembukanya bunyinya seperti lanjutan. Kalau bacaan itu dipakai, dua surat ini bersama-sama menyusun satu alasan: kalian dilindungi dari tentara bergajah dan dagang kalian aman, maka sembahlah pemilik rumah ini. Dua surat pendek itu memang hampir selalu dibaca berurutan di salat di masjid mana pun, dan berurutannya bukan kebetulan susunan saja.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.