QS 063 · Al-Munafiqun 63:1-11 · Madaniyah · 10 menit
Al-Munafiqun: Tuduhan yang Tidak Menyediakan Cara Membantah
Satu kata dari surat ini turun ke bahasa sehari-hari di sini dan jadi tuduhan yang gampang dilempar. dipakai di kolom komentar, di grup keluarga, di spanduk, dan di kampanye. Yang jarang diperiksa, ukuran apa yang dipakai surat ini untuk menentukan siapa yang masuk kategori itu.
Ucapan yang benar tapi dinyatakan dusta
membuka dengan kalimat yang perlu dibaca pelan: apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata, kami mengakui bahwa engkau benar-benar rasul Allah. Lalu ditambahkan: dan Allah menyaksikan bahwa orang-orang munafik itu benar-benar pendusta.
Isi ucapan mereka sendiri tidak dibantah. Allah membenarkan bahwa Muhammad memang rasul. Yang dinyatakan dusta bukan kalimatnya, melainkan keadaan batin orang yang mengucapkannya.
Jadi ukuran yang dipakai di ayat ini bukan yang bisa didengar, dilihat, atau dihitung. Ucapan yang benar, salat yang dikerjakan, dan sedekah yang diberikan tidak menyelamatkan siapa pun dari kategori ini, sebab yang dinilai bukan perbuatannya.
Bagi satu pihak yang menurut kepercayaan itu mengetahui isi hati, penilaian semacam ini sah dengan sendirinya. Kesulitannya baru muncul waktu ukuran yang sama diambil alih manusia, sebab manusia cuma punya bagian yang kelihatan, dan bagian yang kelihatan sudah dinyatakan tidak menentukan.
Kayu yang disandarkan ke dinding
menggambarkan mereka: apabila engkau melihat mereka, tubuh mereka mengagumkanmu, dan kalau mereka berkata engkau mendengarkan perkataan mereka, mereka seakan-akan kayu yang tersandar.
Gambarannya tepat sebagai kiasan. Kayu yang disandarkan berdiri tegak, kelihatan kokoh, dan tidak menopang apa pun.
Persis sesudahnya, di ayat yang sama, datang doa, bukan ajakan memperbaiki: semoga Allah membinasakan mereka, bagaimana mereka bisa dipalingkan. Urutannya bukan perkara kecil. Penggambaran sebagai benda datang lebih dulu, permohonan kebinasaan datang sesudahnya, dan jarak antara keduanya cuma satu kalimat.
Tujuh puluh kali pun tidak
menutup pintunya: sama saja bagi mereka, engkau mintakan ampunan bagi mereka atau tidak engkau mintakan ampunan, Allah tidak akan mengampuni mereka.
memberi angkanya: sekalipun engkau memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, Allah tidak akan mengampuni mereka.
Angka tujuh puluh di situ bukan batas hitungan, melainkan cara menyatakan bahwa jumlah berapa pun tidak akan mengubah hasilnya. Pintu pengampunan ditutup, dan usaha orang lain untuk memintakannya ikut ditutup.
Susunan seperti ini menghasilkan golongan yang tidak punya pintu keluar. Orang yang sudah masuk ke dalamnya tidak bisa membuktikan sebaliknya lewat perbuatan, sebab perbuatan sudah dinyatakan tidak menentukan di ayat pertama, dan tidak bisa ditolong orang lain, sebab pertolongan itu sudah dinyatakan percuma di ayat keenam.
Kata yang turun ke kolom komentar
Di luar naskahnya, kata munafik hidup sendiri di bahasa Indonesia dan artinya bergeser jadi lebih longgar, kira-kira orang yang lain di depan dan lain di belakang.
Tapi bentuk aslinya ikut terbawa. Tuduhan munafik dipakai untuk pejabat yang salatnya kelihatan tapi kebijakannya dinilai bertentangan, untuk orang yang berjilbab tapi dianggap kurang santun, dan untuk lawan politik yang datang ke masjid menjelang pemilihan. Istilah islam KTP menempati tempat yang sama dengan bunyi yang lebih halus.
Yang membuat tuduhan ini sulit dilawan sifatnya yang sudah ada sejak di ayatnya. Orang yang dituduh tidak bisa membantah dengan menunjukkan perbuatan, sebab yang dipersoalkan bukan perbuatannya. Bantahan apa pun bisa dibaca sebagai penambahan bukti.
Surat ini lahir dari keadaan yang nyata di Madinah, dengan orang dan perselisihan yang bisa disebut namanya. Keadaan itu tidak ikut diwariskan. Warisannya sebuah kategori yang tidak menyediakan cara membantah, dan kategori semacam itu bisa dipakai siapa saja yang memegangnya.
Harta dan anak yang melalaikan
berpindah topik: hai orang-orang beriman, janganlah harta dan anak-anak kalian melalaikan kalian dari mengingat Allah, dan siapa yang berbuat demikian termasuk orang-orang yang rugi.
Letaknya persis sesudah bagian tentang golongan yang dikunci pintunya, dan urutan itu menyusun satu bacaan: sesudah ancaman dari luar diberi nama, giliran ikatan terdekat yang diberi peringatan. Bekerja untuk keluarga dan mengingat Allah ditaruh sebagai dua hal yang saling menarik, bukan dua hal yang bisa berjalan bersama.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.