← Bedah Surat

QS 095  ·  At-Tin 95:1-8  ·  Makkiyah  ·  8 menit

At-Tin: Sebaik-baik Bentuk lalu Serendah-rendahnya

Dua ayat berturut-turut di surat ini menaikkan manusia setinggi mungkin lalu menurunkannya serendah mungkin. Diciptakan dalam sebaik-baik bentuk, lalu dikembalikan ke tempat yang serendah-rendahnya. Di antara dua kalimat itu tidak ada satu pun keterangan tentang apa yang terjadi.

Sebaik-baik bentuk lalu serendah-rendahnya

memuat kalimat yang paling banyak dikutip dari surat ini: sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.

langsung menyusulnya: kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya.

Di antara dua kalimat itu tidak ada apa-apa. Tidak ada keterangan tentang apa yang dikerjakan manusia, tidak ada sebab, dan tidak ada tahapan.

Penafsir mengisinya dengan tiga bacaan yang berbeda jauh. Sebagian membacanya sebagai penuaan, yaitu tubuh yang sempurna lalu melemah sampai pikun. Sebagian membacanya sebagai neraka. Sebagian membacanya sebagai kemerosotan akhlak.

Bacaan pertama yang paling sesuai dengan bunyi katanya, dan sekaligus yang paling jarang dipakai di mimbar, sebab isinya bukan ancaman melainkan kenyataan yang menimpa semua orang tanpa pandang bulu. Bacaan kedua yang paling sering dipakai, dan bacaan itu memerlukan ayat 6 sebagai pengecualiannya supaya berjalan.

Tiga tempat yang disumpahi

membuka dengan tiga sumpah: demi buah tin dan buah zaitun, dan demi bukit Sinai, dan demi kota Mekah yang aman ini.

Penafsir sejak lama membaca ketiganya sebagai penanda tempat. Tin dan zaitun menunjuk tanah Palestina, tempat Isa. Sinai menunjuk tempat Musa. Kota yang aman menunjuk Mekah.

Kalau bacaan itu dipakai, tiga baris pembuka ini peta pendek tentang tiga tempat turunnya wahyu, dan dua di antaranya berada di luar Arab.

Dan dua buah yang disebut memang bukan tanaman Hijaz. Tin dan zaitun tumbuh di daerah Laut Tengah, dan orang Arab abad ketujuh mengenal keduanya lewat perdagangan ke utara. Pilihan buah itu sendiri sudah menunjuk ke arah yang sama dengan yang ditunjuk dua nama tempat berikutnya.

Pengecualian yang mempersempit

memberi pengecualian: kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.

Yang dikerjakan ayat ini mempersempit pernyataan di ayat 4. Sebaik-baik bentuk tetap berlaku untuk semua orang, dan yang bertahan di kedudukan itu cuma sebagian.

Ketegangan antara dua ayat itu nyata dan sering hilang waktu ayat 4 dikutip sendirian. Kalimat tentang sebaik-baik bentuk terpasang di dinding sekolah Islam, dipakai membuka seminar tentang martabat manusia, dan dikutip dalam pembicaraan tentang hak asasi. Tiga ayat sesudahnya justru membaginya jadi dua golongan, dan pembagian itu jarang ikut dibawa.

Hakim yang paling adil

menutup surat dengan pertanyaan: bukankah Allah hakim yang seadil-adilnya.

Bentuk kalimatnya pertanyaan yang jawabannya sudah disediakan, dan bentuk itu tidak memerlukan jawaban dari siapa pun.

Kata hakim menaruh urusan akhirat dalam bentuk peradilan, lengkap dengan sidang, catatan, dan putusan. Bentuk itu berulang di seluruh Al-Qur'an dan sekaligus tidak menyertakan sebagian syarat yang membuat peradilan bisa disebut adil, seperti kesempatan membela diri yang di Al-Mursalat justru dinyatakan tidak diberikan.

Apa yang membuat mendustakan

mengajukan pertanyaan kepada pendengarnya: maka apakah yang menyebabkanmu mendustakan hari pembalasan sesudah adanya keterangan-keterangan itu.

Yang disebut keterangan enam ayat sebelumnya, yaitu tiga tempat yang disumpahi dan dua kalimat tentang bentuk manusia. Sebagai alasan, enam baris itu tidak menyusun satu langkah pun yang menghubungkan bentuk manusia dengan adanya hari pembalasan. Pertanyaannya diajukan seolah hubungan itu sudah selesai dibangun, padahal yang tersedia sebelumnya cuma sumpah dan keterangan.

Bagikan artikel

Bantu tulisan ini menemukan pembaca yang tepat.

Dukung Qurai

Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.

Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

Dukung via Saweria