← Bedah Surat

QS 090  ·  Al-Balad 90:1-20  ·  Makkiyah  ·  9 menit

Al-Balad: Yang Ditaruh Paling Depan di Jalan Mendaki

Surat ini menyusun daftar isi jalan yang mendaki, dan yang ditaruh di urutan pertama membebaskan budak. Sebelum memberi makan orang lapar, dan sebelum beriman. Kitab yang sama tidak pernah melarang perbudakan di ayat mana pun, dan jarak antara dua hal itu yang paling pantas diperiksa.

Yang ditaruh paling depan di jalan mendaki

menyusun pertanyaan lalu jawabannya: tetapi dia tidak menempuh jalan yang mendaki lagi sukar, dan tahukah engkau apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu, yaitu melepaskan perbudakan.

melanjutkan daftarnya: atau memberi makan pada hari kelaparan, kepada anak yatim yang ada hubungan kerabat, atau kepada orang miskin yang sangat fakir.

baru menyebut iman: kemudian dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.

Urutannya tidak kebetulan. Membebaskan budak disebut lebih dulu daripada memberi makan orang lapar, dan dua-duanya disebut lebih dulu daripada iman, dengan kata kemudian yang mengunci urutan itu.

Sebagai susunan nilai, ini termasuk yang paling berani di seluruh Al-Qur'an. Puncaknya membebaskan seorang manusia dari kepemilikan manusia lain, bukan ibadah, bukan pengakuan, dan bukan pembelaan terhadap kelompok.

Kata yang kehilangan bendanya

Yang tidak dilakukan kitab yang sama melarang perbudakan itu sendiri. Tidak ada satu ayat pun yang menyatakannya haram, dan sebaliknya beberapa ayat mengatur hubungan dengan perempuan yang berstatus budak sebagai hal yang tidak tercela.

Yang tersedia dorongan memerdekakan, dan bentuknya berulang: sebagai tebusan sumpah yang dilanggar, tebusan zihar, tebusan pembunuhan tidak sengaja, dan sebagai amal yang berpahala besar. Susunan itu mengurangi jumlahnya tanpa menutup sumbernya.

Akibatnya kelihatan di sekarang. Membebaskan budak masih tercantum sebagai pilihan pertama dalam tebusan, dan karena bendanya sudah tidak ada, pilihan itu selalu jatuh ke pilihan berikutnya, yaitu puasa atau memberi makan. Perintah yang paling tinggi kedudukannya di surat ini berhenti punya sasaran, dan yang menghapus sasarannya undang-undang, bukan ayat.

Dan bentuk baru sasarannya sebetulnya ada. Anak buah kapal ikan yang paspornya ditahan dan tidak dibayar bertahun-tahun, pekerja migran yang utangnya diperbesar supaya tidak bisa pulang, dan orang yang dipekerjakan dengan ancaman semuanya berada di dalam bentuk yang persis dimaksud ayat 13. Yang jarang terjadi, ayat ini dipakai untuk perkara-perkara itu.

Diciptakan dalam susah payah

memuat kalimat pendek: sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.

Kata yang dipakai kabad, yaitu kesulitan yang melekat, bukan yang datang sesekali. Hidup tidak disebut kadang berat. Beratnya disebut bagian dari bentuknya.

Kalimat semacam ini jarang dipakai jadi bahan ceramah, sebab tidak menjanjikan apa-apa dan tidak menuntut apa-apa. Yang ditawarkannya cuma pengakuan, dan pengakuan bahwa hidup memang berat kadang lebih menolong daripada janji bahwa beratnya akan hilang kalau amalannya benar.

Dua jalan yang ditunjukkan

menyebut apa yang sudah diberikan: bukankah Kami telah memberikan kepadanya dua buah mata, dan lidah dan dua buah bibir, dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan.

Urutannya bergerak dari alat melihat, ke alat berbicara, lalu ke pilihan. Susunan itu menaruh kemampuan menilai sebagai kelanjutan wajar dari kemampuan mengamati dan menyampaikan.

Dua jalan disebut sudah ditunjukkan, jadi tidak ada alasan tidak tahu. Kalau dipegang, ini berarti ukuran benar dan salah bisa dicapai siapa saja yang punya mata dan lidah, tanpa perlu perantara. Bagian lain di kitab yang sama menyatakan kesesatan datang dari atas, dan dua pernyataan itu tidak pernah dipertemukan.

Aku telah menghabiskan harta yang banyak

mengutip kebanggaan seseorang: dia mengatakan, aku telah menghabiskan harta yang banyak.

Orang itu membanggakan yang dihabiskannya, bukan yang dikumpulkannya, dan itu bentuk kesombongan yang khas orang yang mampu. Ayat berikutnya menutupnya dengan pertanyaan yang tajam: apakah dia menyangka bahwa tidak ada seorang pun yang melihatnya. Teguran itu mengarah ke anggapan bahwa tidak ada yang menghitung, tidak ke besarnya belanja.

Bagikan artikel

Bantu tulisan ini menemukan pembaca yang tepat.

Dukung Qurai

Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.

Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

Dukung via Saweria