QS 113 · Al-Falaq 113:1-5 · Makkiyah · 7 menit
Al-Falaq: Peniup pada Buhul dan Yang Dibangun di Atasnya
Satu ayat di surat ini menyebut peniup pada buhul, dan dengan itu sihir diakui sebagai sesuatu yang mempan, bukan sekadar tipuan orang. Di Indonesia pengakuan itu bertemu dengan kepercayaan yang sudah ada lebih dulu, dan hasilnya bukan cuma bacaan pelindung, melainkan juga orang yang dibunuh massa karena dituduh.
Peniup pada buhul
memuat seluruh isinya sebagai daftar permohonan perlindungan, dan ayat 4 menyebut: dan dari kejahatan perempuan-perempuan tukang sihir yang meniup pada buhul-buhul.
Yang digambarkan satu cara menyihir yang dikenal di Arab, yaitu mengikat simpul pada tali sambil meniupkan mantra ke atasnya.
Yang dikerjakan ayat ini bukan melarang sihir, sebab larangannya ada di tempat lain. Yang dikerjakannya mengakui bahwa perbuatan itu mendatangkan bahaya yang perlu dimintakan perlindungan. Kalau sihir cuma tipuan, permohonan perlindungan terhadapnya tidak diperlukan.
Riwayat memperkuatnya lebih jauh lagi. Ada yang dicatat Bukhari tentang Muhammad yang disihir seorang laki-laki dengan simpul pada tali dan rambut, sampai dia mengira mengerjakan sesuatu padahal tidak, dan dua surat terakhir Al-Qur'an disebut turun sebagai penawarnya.
Riwayat itu diperdebatkan sebagian ulama justru karena akibatnya berat, yaitu menyatakan bahwa penerima wahyu bisa dipengaruhi sihir. Yang menolaknya menolak dengan alasan itu, bukan dengan alasan sanadnya, dan bentuk penolakan semacam itu selalu menerangkan sesuatu tentang apa yang sedang dijaga.
Yang dibangun di atas satu ayat
Di Indonesia pengakuan itu tidak berdiri sendiri. Sebelum istilah Arabnya masuk, sudah ada santet, teluh, pelet, dan penyakit kiriman, lengkap dengan orang yang bisa mengirim dan orang yang bisa menawar.
Yang terjadi penumpukan, bukan penggantian. Praktik rukiah sekarang berjalan dengan jadwal, ruang khusus, dan tarif, dan sebagian bekerja berdampingan dengan orang pintar yang metodenya tidak ada hubungannya dengan Arab. Ayat 4 dibacakan di dua-duanya.
Ongkos yang paling berat bukan biaya pengobatannya. Tuduhan menyantet sudah berkali-kali berakhir dengan orang yang dibakar atau dibunuh massa, dan korbannya hampir selalu orang tua, miskin, dan tinggal sendirian di kampung. Peristiwa besarnya tercatat di Banyuwangi pada tahun sembilan puluhan, dan bentuk yang lebih kecil masih terjadi sampai sekarang.
Kesulitan hukumnya juga bisa disebut. Perbuatan yang tidak meninggalkan bukti tidak bisa dibuktikan di pengadilan, dan pasal tentang santet dalam kitab hukum pidana yang baru disusun dengan cara memidanakan orang yang menyatakan punya kekuatan itu, bukan perbuatannya. Susunan itu mengakui persoalannya dan sekaligus mengakui bahwa perbuatannya sendiri tidak bisa diperiksa.
Yang perlu dipisahkan dengan jelas, ayat 4 tidak memerintahkan siapa pun menuduh orang lain. Yang diperintahkan meminta perlindungan. Tapi pengakuan bahwa bahayanya nyata menyediakan dasar buat pertanyaan berikutnya, yaitu siapa yang mengirimnya, dan pertanyaan itu yang sampai ke rumah tetangga.
Kejahatan makhluk yang Dia ciptakan
memuat permohonan yang paling luas di surat ini: dari kejahatan makhluk yang Dia ciptakan.
Kalimatnya tidak membatasi apa-apa. Yang disebut seluruh yang diciptakan, dan yang dimintakan perlindungan kejahatan yang datang dari sana.
Susunan itu menaruh perlindungan dan bahaya di sumber yang sama, dan penafsir menutupnya dengan menyatakan bahwa kejahatan itu berasal dari pilihan makhluknya, bukan dari yang menciptakan. Penjelasan itu berjalan untuk makhluk yang bisa memilih, dan berhenti berjalan untuk bahaya yang tidak memilih apa pun, seperti penyakit dan bencana.
Pendengki apabila dia dengki
menutup daftar itu: dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.
Perlindungan diminta dari dengki itu sendiri selagi berlangsung, bukan dari perbuatan pendengkinya. Jadi yang dimintakan perlindungan perasaan orang lain, bukan tindakannya.
Susunan itu sejalan dengan tentang pandangan mata, dan dari dua tempat itu tumbuh kepercayaan tentang ain. Yang tersisa buat orang yang memegangnya satu keadaan yang tidak enak: bahaya bisa datang dari perasaan orang di sekitarnya, dan perasaan orang lain tidak bisa diperiksa, dicegah, atau dibuktikan tidak ada.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.