← Bedah Surat

QS 057  ·  Al-Hadid 57:1-29  ·  Madaniyah  ·  12 menit

Al-Hadid: Kitab, Timbangan, lalu Besi

Satu ayat di surat ini menyebut tiga hal yang diturunkan berurutan: kitab, timbangan, dan besi. Ketiganya alat, dan urutannya menerangkan banyak hal. Yang pertama meyakinkan, yang kedua menakar, dan yang ketiga menekan. Dan yang ketiga disebut punya kekuatan yang hebat.

Tiga alat yang disebut berurutan

menyusunnya dalam satu tarikan: sungguh Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan bukti-bukti yang nyata, dan Kami turunkan bersama mereka kitab dan neraca, supaya manusia dapat menegakkan keadilan. Dan Kami menurunkan besi, yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia.

Yang disebut tiga: kitab untuk meyakinkan, neraca untuk menakar, besi untuk menekan.

Urutannya menurun dari yang paling halus ke yang paling keras.

Susunan itu terus terang soal bagaimana aturan ditegakkan di dunia mana pun. Hukum yang cuma berisi bujukan dan takaran tidak pernah cukup; selalu ada alat pemaksa di belakangnya, dan negara mana pun sekarang juga punya.

Yang membuatnya berat, ketiganya disebut sama-sama diturunkan. Alat pemaksa tidak diperlakukan sebagai kenyataan pahit yang perlu dibatasi, melainkan sebagai bagian dari paket yang sama dengan kitabnya.

Besi yang katanya jatuh dari langit

Kata yang dipakai untuk besi itu anzalna, yang harfiahnya menurunkan. Dari situ lahir klaim yang sekarang beredar luas: kitab ini sudah tahu bahwa besi di bumi berasal dari luar angkasa.

Bahan yang dipakai membenarkannya memang ada. Unsur besi memang terbentuk di inti bintang, dan sebagian besi di kerak bumi memang sampai lewat hantaman meteorit.

Persoalannya kata yang sama dipakai di ayat lain untuk hal yang jelas tidak jatuh dari langit. Az-Zumar memakai kata yang sama untuk delapan pasang binatang ternak, dan tidak ada yang menyimpulkan sapi turun dari angkasa.

Kalau satu kata dibaca harfiah di satu tempat dan kiasan di tempat lain, yang menentukan bukan kata itu melainkan hasil yang ingin dicapai. Dan penafsir klasik semuanya membaca kata itu di sini sebagai menciptakan atau menyediakan, bukan menjatuhkan.

Dunia yang disebut permainan

memberi penilaiannya: ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan, senda gurau, perhiasan, saling berbangga di antara kalian, dan berlomba memperbanyak harta dan anak.

Perumpamaan yang menyusul bagus sekali: seperti hujan yang tanamannya mengagumkan para petani, lalu menguning, lalu jadi hancur.

Sebagai peringatan terhadap orang yang mengejar tumpukan, kalimat ini tepat sasaran dan masih terpakai.

Dan surat ini menawarkan jalan keluarnya di , dengan istilah yang tidak biasa: siapa yang mau memberi pinjaman yang baik kepada Allah. Dari kalimat itu lahir nama akad qard hasan yang sekarang dipakai bank syariah, dan bunyinya juga muncul di ajakan mengisi kotak amal masjid tiap Jumat.

Yang perlu hati-hati, kalimat itu tidak membedakan mana yang sia-sia dan mana yang tidak. Membangun jembatan, merawat orang sakit, dan menanam pohon masuk ke daftar yang sama dengan berbangga dan menumpuk harta, sebab semuanya kehidupan dunia. Dan di sini kalimat itu memang sering dipakai begitu, terutama untuk menenangkan orang yang usahanya gagal.

Musibah yang sudah tertulis

menyatakan: tidak ada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan pada diri kalian melainkan telah tertulis dalam kitab sebelum Kami menciptakannya.

Ayat berikutnya menyebut alasannya: supaya kalian tidak berduka terhadap apa yang luput dari kalian, dan tidak terlalu gembira terhadap apa yang diberikan kepada kalian.

Alasannya masuk akal dan gunanya nyata. Orang yang percaya kejadiannya sudah tertulis memang lebih tahan menghadapi kehilangan, dan itu bukan hal sepele buat orang yang baru kehilangan.

Yang jadi ongkosnya, sebab kejadiannya berhenti dicari di tempat yang bisa diperbaiki. Jembatan yang roboh karena besinya dikurangi tetap masuk ke daftar yang sudah tertulis, dan pemborong yang menguranginya ikut terlindungi kalimat itu. Di sini kalimat semacam ini paling sering terdengar sesudah bencana, diucapkan pejabat, sebelum ada yang sempat bertanya soal izin dan pengawasannya.

Bagikan artikel

Bantu tulisan ini menemukan pembaca yang tepat.

Dukung Qurai

Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.

Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

Dukung via Saweria