← Bedah Surat

QS 072  ·  Al-Jinn 72:1-28  ·  Makkiyah  ·  10 menit

Al-Jinn: Sandaran yang Isinya Lebih Sedikit dari Bangunannya

Di sini jin bukan urusan yang jauh. Kesurupan berjamaah di pabrik dan sekolah masuk berita hampir tiap tahun, praktik rukiah punya jadwal dan tarif, dan orang membicarakan khodam serta penunggu rumah tanpa merasa sedang membicarakan hal yang aneh. Surat ini yang jadi sandarannya. Isinya ternyata jauh lebih sedikit daripada yang dibangun di atasnya.

Yang ada di surat ini dan yang dibangun di luarnya

membuka dengan laporan: katakanlah, telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan, lalu mereka berkata, sesungguhnya kami telah mendengarkan bacaan yang menakjubkan.

Sisa surat ini hampir seluruhnya ucapan mereka sendiri. Yang mereka katakan tentang diri mereka juga tidak banyak: ada yang saleh dan ada yang tidak, ada yang beriman dan ada yang menyimpang, dan mereka juga tidak tahu apa yang dikehendaki untuk penghuni bumi.

Yang tidak ada di surat ini justru hampir semua yang jadi isi kepercayaan sehari-hari. Tidak ada keterangan tentang cara jin memasuki tubuh manusia, tidak ada cara mengeluarkannya, tidak ada tanda-tanda orang yang terkena, dan tidak ada nama satu pun jin.

Semua itu datang dari tempat lain: riwayat, kitab belakangan, dan yang paling banyak dari kepercayaan setempat yang sudah lebih dulu ada sebelum istilah Arabnya masuk. Penunggu pohon, sawan, dan makhluk penjaga tempat tertentu sudah beredar di Nusantara jauh sebelumnya, dan yang terjadi penamaan ulang, bukan penggantian.

Meminta perlindungan kepada jin

memuat keterangan yang biasanya dilewati: dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki dari manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.

Keberadaan jin tidak dipersoalkan di sini; hubungan yang dijalin manusia dengannya yang dinilai. Dan penilaiannya jelas: hubungan itu tidak menolong, malah menambah beban.

Bagian ini berdiri berlawanan dengan sebagian besar praktik yang justru bersandar pada surat ini. Perjanjian dengan khodam, meminta bantuan penunggu, dan bertanya kepada orang yang mengaku bisa memanggil, semuanya bentuk yang persis dijelaskan ayat ini sebagai menambah kesalahan. Surat yang dipakai membenarkan hubungan dengan jin sebetulnya berisi peringatan terhadap hubungan itu.

Langit yang dinyatakan berubah

memuat keterangan yang bentuknya bertanggal: dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengarkan, tetapi sekarang siapa yang mencoba mendengarkan pasti menjumpai panah api yang mengintai untuk membakarnya.

Keadaan itu tidak tetap; ayatnya bicara tentang perubahan. Ada masa sebelumnya waktu penyadapan itu bisa dilakukan, dan ada masa sesudahnya waktu penjagaannya diperketat.

Kalau perubahan itu dibaca apa adanya, yang dimaksud panah api adalah meteor, dan berarti meteor mulai atau bertambah pada satu masa yang bisa disebut. Yang tersedia justru sebaliknya. Hujan meteor tercatat di catatan pengamat Tiongkok dan Yunani berabad-abad sebelum abad ketujuh, dan lintasannya berulang menurut siklus yang sekarang bisa dihitung mundur.

Penafsir belakangan biasanya melunakkannya jadi kiasan tentang berhentinya kabar dari langit kepada dukun. Pembacaan itu bisa dipakai, dan sekaligus melepaskan satu-satunya bagian yang tadinya bisa diperiksa. Yang tinggal keterangan tentang perubahan yang tidak meninggalkan jejak di tempat mana pun kecuali di keterangannya sendiri.

Gaib yang tidak dibuka kepada siapa pun

menutup dengan pembatas yang tegas: Dialah yang mengetahui yang gaib, maka Dia tidak memperlihatkan yang gaib itu kepada seorang pun, kecuali kepada rasul yang diridai-Nya.

Kalimat ini menutup pintu bagi seluruh bentuk pengakuan tahu yang gaib di luar satu jalur. Termasuk yang ditutupnya jin, sebab beberapa ayat sebelumnya mereka sendiri menyatakan tidak tahu.

Kalau ayat ini dipegang, sebagian besar yang beredar di sini gugur dengan sendirinya. Orang pintar yang bisa menyebut siapa pelaku pencurian, ustaz yang bisa menyebutkan jin apa yang bersarang di tubuh seseorang, dan praktik menanyakan hari baik semuanya berdiri di atas pengakuan yang persis ditutup di ayat 26.

Dalam praktiknya semua itu tidak gugur; sasarannya saja yang dipilah. Ayat ini dipakai membantah dukun di kampung sebelah, dan tidak dipakai memeriksa orang yang membacakannya. Ukuran yang sama jarang diberlakukan ke dua arah, dan itu bukan sifat khas satu agama.

Golongan yang dibagi seperti manusia

dan 72:14 membagi mereka dengan cara yang sama persis seperti manusia dibagi: di antara kami ada yang saleh dan ada yang tidak demikian halnya, dan di antara kami ada yang muslim dan ada yang menyimpang dari kebenaran.

Pembagian itu menerangkan sesuatu tentang cara surat ini disusun. Makhluk yang tidak kelihatan digambarkan memakai peta yang sama dengan yang dipakai untuk yang kelihatan, lengkap dengan pilihan, tanggung jawab, dan akibat. Yang bertambah cuma satu golongan pemain, bukan satu cara memandang.

Bagikan artikel

Bantu tulisan ini menemukan pembaca yang tepat.

Dukung Qurai

Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.

Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

Dukung via Saweria