← Bedah Surat

QS 087  ·  Al-A'la 87:1-19  ·  Makkiyah  ·  9 menit

Al-A'la: Janji yang Diberi Pengecualian di Kalimat yang Sama

Surat ini memuat janji bahwa pembawanya tidak akan lupa, lalu memberi pengecualian di kalimat yang sama juga. Sembilan kata di ayat enam dan tujuh, dan pengecualian di ujungnya membuka pintu yang kemudian dipakai menerangkan seluruh perkara ayat yang dihapus.

Janji yang diberi pengecualian

memuat janjinya beserta batasnya: Kami akan membacakan Al-Qur'an kepadamu sehingga engkau tidak akan lupa, kecuali kalau Allah menghendaki.

Kalimat pertamanya berdiri sebagai jaminan. Kalimat keduanya menariknya kembali sebagian, dan panjangnya cuma tiga kata.

Penafsir menempuh dua jalan. Jalan pertama membaca pengecualian itu sebagai cara menyatakan bahwa kuasa tetap di tangan yang memberi, tanpa benar-benar ada yang dilupakan. Jalan kedua membacanya apa adanya, yaitu memang ada yang dilupakan, dan menghubungkannya dengan yang menyebut ayat yang dihapus atau dilupakan.

Jalan kedua itu yang dipakai membangun ajaran tentang penghapusan, dan riwayat tentang ayat yang pernah dibaca lalu tidak lagi ditemukan bersandar pada pintu yang dibuka di sini.

Susunan ini tidak memutuskan bacaan mana yang benar, tapi memperlihatkan bahwa pengecualiannya ada di dalam suratnya sendiri. Jaminan tanpa pengecualian bisa diuji dengan satu kejadian yang bertentangan. Jaminan yang sudah mengandung pengecualian tidak bisa diuji dengan apa pun, sebab tiap kejadian yang bertentangan langsung masuk ke pengecualiannya.

Dua surat yang dipasangkan di hari raya

Di sini Al-A'la punya tempat yang tetap. Di salat Idulfitri dan Iduladha, imam membacanya di rakaat pertama dan Al-Ghasyiyah di rakaat kedua, dan pasangan itu dipakai juga di banyak masjid untuk salat Jumat.

Dasarnya riwayat tentang kebiasaan Nabi, bukan ketentuan di ayat mana pun. Yang mengikat kebiasaannya, dan kebiasaan itu bertahan lebih dari seribu tahun lintas benua.

Akibatnya bisa disebut. Jutaan orang di sini mendengar surat ini dua kali setahun di lapangan terbuka, dalam keadaan yang paling ramai dan paling berkesan sepanjang tahun, dan sebagian besar tidak pernah membaca terjemahannya.

Yang tersambung dengannya lebih pada suasana daripada isinya. Bunyi surat ini jadi bagian dari ingatan tentang pagi Lebaran, sarung baru, dan bau kue, dan sambungan semacam itu jauh lebih kuat daripada sambungan yang dibangun lewat pengertian.

Kalian lebih memilih kehidupan dunia

memuat dua baris yang tidak berputar-putar: tetapi kalian memilih kehidupan dunia, sedang kehidupan akhirat lebih baik dan lebih kekal.

Sebagai keterangan tentang manusia, kalimat pertamanya tepat dan bisa diperiksa siapa saja. Orang memang memilih yang di depan mata, dan itu berlaku pada orang yang paling yakin sekalipun.

Kalimat keduanya bentuk lain sama sekali, sebab isinya perbandingan antara sesuatu yang bisa diperiksa dan sesuatu yang tidak. Dua kalimat yang bentuknya berbeda sejauh itu ditaruh berdampingan tanpa jeda, dan urutan itu membuat yang kedua terbaca seperti kelanjutan wajar dari yang pertama.

Lembaran Ibrahim dan Musa

menutup surat dengan pernyataan tentang sumber: sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, yaitu kitab-kitab Ibrahim dan Musa.

Yang dinyatakan ada di sana isi ayat-ayat sebelumnya, terutama tentang orang yang menyucikan diri dan tentang dunia yang lebih dipilih daripada akhirat.

Kitab yang dinisbahkan kepada Musa ada, dan isinya bisa dibuka. Yang tidak ada di sana kalimat tentang akhirat yang lebih baik dan lebih kekal, sebab Taurat hampir tidak bicara tentang kehidupan sesudah mati dan seluruh janji serta ancamannya berlaku di dunia. Kitab yang dinisbahkan kepada Ibrahim tidak pernah ada di mana pun, tidak di tradisi Yahudi, tidak di Kristen, dan tidak di catatan mana pun sebelum Islam.

Yang tersisa dari dua ayat ini pernyataan tentang sesuatu yang bisa dicocokkan untuk satu nama dan tidak bisa dicocokkan untuk nama yang lain, dan hasil pencocokan yang pertama tidak mendukung pernyataannya.

Rumput yang jadi kering kehitaman

menyusun gambaran pendek: dan yang menumbuhkan rumput-rumputan, lalu dijadikannya rumput-rumput itu kering kehitam-hitaman.

Dua baris itu memuat seluruh daur dalam sepuluh kata: tumbuh, hijau, lalu kering menghitam. Untuk masyarakat yang menggembala, gambaran itu keterangan tentang seluruh hidup dalam satu musim, dan bunyi akhir yang bersajak membuatnya menempel di ingatan tanpa perlu diulang.

Bagikan artikel

Bantu tulisan ini menemukan pembaca yang tepat.

Dukung Qurai

Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.

Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

Dukung via Saweria