← Bedah Surat

QS 086  ·  At-Tariq 86:1-17  ·  Makkiyah  ·  9 menit

At-Tariq: Tempat Keluarnya Air Mani

Dua ayat di surat ini menyebutkan dari mana air mani keluar, dan tempat yang disebutkan bisa dicocokkan dengan pelajaran biologi kelas sembilan. Dua ayat itu juga yang paling sering muncul di buku tentang keajaiban ilmiah Al-Qur'an, dan dua-duanya menyebutkan hal yang sama.

Antara tulang punggung dan tulang dada

memberi perintah lalu keterangannya: maka hendaklah manusia memperhatikan dari apa dia diciptakan, dia diciptakan dari air yang terpancar, yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada.

Tempat yang disebut jelas: di antara tulang punggung dan tulang bagian dada. Yang diketahui sekarang, air mani dibentuk di testis yang letaknya di luar rongga tubuh, dan cairan tambahannya datang dari kelenjar di sekitar kandung kemih. Tidak satu pun dari organ itu berada di antara tulang punggung dan tulang dada.

Penafsir lama tidak melihat masalah di situ, sebab mereka membacanya sebagai dua orang: sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan. Bacaan itu punya persoalannya sendiri, sebab yang keluar terpancar cuma dari satu pihak.

Jawaban yang beredar sekarang menempuh jalan lain, yaitu bahwa kelenjar kelamin mulanya tumbuh di dekat tulang belakang di masa janin sebelum turun ke tempatnya. Bentuk jawaban itu bisa ditemukan di hampir semua buku tentang keajaiban ilmiah yang beredar di toko buku Islam di sini, dan sesekali masuk ke pelajaran agama di sekolah menengah berdampingan dengan pelajaran biologi yang menyebutkan hal yang lain. Keterangan itu benar sebagai keterangan tentang perkembangan janin, dan sekaligus tidak menjawab ayatnya, sebab yang disebut ayatnya tempat keluarnya, bukan tempat asal tumbuhnya.

Yang menerangkan asal gagasannya justru pengobatan lama. Dalam kedokteran Yunani yang beredar luas di Timur Dekat sampai abad ketujuh, air mani dianggap berasal dari sumsum tulang belakang dan otak. Gagasan itu ada di tulisan Hipokratik dan di Plato, dan bertahan berabad-abad. Ayat ini sejalan dengan pengetahuan yang tersedia di sekitarnya, dan itu keterangan yang lebih sederhana daripada semua jalan yang ditempuh untuk mencocokkannya dengan pelajaran sekarang.

Bintang yang menembus

membuka dengan sumpah lalu pertanyaannya sendiri: demi langit dan yang datang pada malam hari, dan tahukah engkau apa yang datang pada malam hari itu, yaitu bintang yang cahayanya menembus.

Kata at-tariq berarti yang datang di malam hari dan mengetuk, dan dari situ nama surat ini diambil. Kata itu di Arab lama juga dipakai untuk tamu yang datang larut, dan bunyi rangkap artinya terasa di sini.

Bentuk pertanyaan yang dijawab sendiri muncul berulang di surat-surat pendek, dan gunanya menahan pendengar sejenak sebelum jawabannya diberikan. Susunan ini mengatur perhatian lebih dari menyampaikan keterangan, dan itu ciri bahasa yang disusun untuk dibacakan di depan orang.

Rahasia yang diuji

menyebut apa yang terjadi di hari perhitungan: pada hari ditampakkan segala rahasia.

Kata yang dipakai tubla, yaitu diuji atau disingkap sampai kelihatan isinya. Pemeriksaannya tidak mengurus perbuatan yang tercatat, tapi membongkar yang disembunyikan.

Susunan itu menutup satu-satunya tempat yang biasanya masih dimiliki orang, yaitu bagian dirinya yang tidak diketahui siapa pun. Sebagai penjaga perilaku, ini lebih ampuh daripada ancaman hukuman, sebab yang diancam bukan akibat perbuatan melainkan hilangnya tempat menyembunyikan.

Langit yang mengandung hujan

menyusun dua sumpah: demi langit yang mengandung hujan, dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan.

Kata untuk langit di situ raj', yang artinya kembali, dan penafsir membacanya sebagai hujan yang turun lalu naik lagi jadi awan. Kata untuk bumi sad', yaitu belah, dan dibaca sebagai tanah yang merekah waktu tunas keluar.

Dua gambaran itu datang dari pengamatan yang bisa dilakukan siapa saja yang memperhatikan musim, dan tidak memerlukan alat apa pun. Bagian-bagian semacam ini yang paling tahan waktu di seluruh Al-Qur'an, justru karena tidak mengklaim lebih dari yang bisa dilihat. Petani di kampung mana pun bisa membenarkannya tanpa perlu diyakinkan.

Tangguhkanlah barang sebentar

menutup surat: sesungguhnya mereka merencanakan tipu daya yang jahat, dan Aku pun membuat rencana pula, maka berilah tangguh kepada orang-orang kafir itu, berilah tangguh kepada mereka barang sebentar.

Perintah menangguhkan itu berbeda bunyinya dari surat-surat Madinah yang menyebut perang. Yang diminta di sini menunggu, dan yang menyelesaikan bukan pembacanya. Perbedaan antara surat awal dan surat belakangan paling terasa di penutup semacam ini, dan perbedaan itu bukan urusan gaya melainkan urusan keadaan orang yang menyusunnya.

Bagikan artikel

Bantu tulisan ini menemukan pembaca yang tepat.

Dukung Qurai

Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.

Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

Dukung via Saweria