← Bedah Surat

QS 016  ·  An-Nahl 16:1-128  ·  Makkiyah  ·  14 menit

An-Nahl: Dunia yang Disusun Jadi Daftar Barang

Ternak diciptakan supaya ada yang bisa ditunggangi dan dimakan, bulunya untuk pakaian, kulitnya untuk kemah, susunya untuk diminum. Kuda dan bagal untuk kendaraan dan perhiasan. Lebah mengeluarkan madu yang di dalamnya ada obat. An-Nahl menyusun seluruh isi dunia sebagai daftar barang, dan tiap barang punya keterangan kegunaannya bagi manusia.

Dunia sebagai daftar barang

memulai daftarnya: hewan ternak diciptakan untuk kalian, padanya ada bulu yang menghangatkan dan berbagai manfaat, dan sebagiannya kalian makan. menambahkan kuda, bagal, dan keledai untuk ditunggangi dan sebagai perhiasan.

Susunan ini punya kekuatan yang nyata. Orang yang membacanya jadi memperhatikan hal-hal yang tiap hari dilewati begitu saja: air hujan yang jadi tanaman, kulit hewan yang jadi tempat tinggal, laut yang menyediakan ikan segar dan perhiasan.

Yang tidak masuk hitungan, semua makhluk yang tidak ada gunanya buat manusia. Nyamuk, ubur-ubur, jamur di batang pohon tumbang, dan jutaan jenis serangga yang belum sempat dinamai orang. Daftar yang disusun menurut kegunaan cuma bisa memuat yang berguna, dan sebagian besar isi dunia tidak masuk kategori itu.

Madu, dan janji yang dipakai berjualan

menyebut dari perut lebah keluar minuman bermacam warnanya, di dalamnya terdapat obat bagi manusia.

Sebagai pengamatan abad ketujuh, ini masuk akal. Madu memang mengawetkan, menutup luka, dan satu-satunya pemanis yang tersedia. Orang yang minum madu waktu sakit tenggorokan memang merasa lebih enak.

Yang terjadi sesudahnya di negeri ini jauh melampaui pengamatan itu. Satu potong ayat jadi dasar seluruh rak apotek: madu kemasan berlabel ayat, habbatussauda, bekam, dan air rukiah, semuanya dijual dengan nama pengobatan nabi. Yang laku bukan madunya, melainkan jaminan yang ditempelkan padanya.

Ayatnya sendiri tidak menjanjikan sebanyak itu. Kalimatnya menyebut ada obat di dalamnya, bukan bahwa madu menyembuhkan segalanya, dan tidak menyuruh siapa pun meninggalkan pengobatan lain. Jarak antara kalimat itu dan apa yang dijual atas namanya sepenuhnya buatan orang yang berjualan.

Budak yang dipakai jadi perumpamaan

menyusun perbandingan untuk menjelaskan : seorang budak yang dimiliki, tidak berkuasa atas apa pun, dibandingkan dengan orang yang Kami beri rezeki yang baik lalu dia menafkahkannya. Apakah keduanya sama?

Jawaban yang diharapkan tentu tidak sama, dan perumpamaannya memang jalan. Sesembahan yang tidak punya kuasa apa-apa tidak setara dengan yang punya kuasa.

Yang lewat begitu saja, keadaan yang dipakai sebagai bahan perbandingan. Supaya perumpamaan ini bisa dimengerti, pendengarnya harus sudah menerima bahwa ada manusia yang dimiliki manusia lain dan tidak berkuasa atas apa pun, dan bahwa keadaan itu wajar. sebelumnya juga memakai gambaran yang sama tentang rezeki yang tidak dibagikan kepada budak yang dimiliki.

Perbudakan di sini bukan yang sedang dibahas, dan justru itu yang perlu dilihat. Perkara yang dipakai sebagai contoh selalu perkara yang sudah dianggap selesai.

Tuduhan bahwa ada yang mengajarinya

merekam keberatan yang paling konkret dari orang Mekah: sesungguhnya yang mengajarkan kepadanya hanyalah seorang manusia.

Jawabannya bukan bantahan bahwa orang itu tidak ada, melainkan alasan bahasa: bahasa orang yang mereka tuduhkan itu bukan bahasa Arab, sedangkan ini bahasa Arab yang jelas.

Bantahannya menarik justru karena yang dijawab bukan pokok tuduhannya. Yang dipersoalkan lawan bicaranya adalah asal isinya, dan yang dijawab kefasihan bahasanya. Orang yang tidak fasih berbahasa Arab tetap bisa menceritakan isi cerita, dan yang mendengarnya tetap bisa menyusun ulang dalam bahasanya sendiri.

Boleh berbohong kalau nyawanya terancam

memberi kelonggaran yang jarang dibicarakan: orang yang mengucapkan kekafiran karena dipaksa, sedangkan hatinya tetap tenang dalam keimanan, tidak kena ancamannya.

Ini kelonggaran yang manusiawi. Orang yang lehernya sedang dipegang tidak boleh dituntut mati demi sebuah kalimat, dan ayat ini menyatakan itu dengan jelas.

Yang belum selesai, pengakuan bahwa ucapan bisa berbeda dari isi hati membuat seluruh gagasan menilai keimanan orang dari ucapannya jadi goyah. Kalau kalimat syahadat bisa keluar dari mulut orang yang tidak meyakininya dan itu dianggap sah dalam keadaan tertentu, tidak ada cara memastikan siapa yang sedang berada dalam keadaan itu.

Yang tidak masuk daftar

An-Nahl termasuk surat yang paling menyenangkan dibaca kalau yang dicari rasa syukur. Isinya penuh benda yang bisa dipegang, dan hampir semuanya benda yang memang ada di sekitar orang Arab abad ketujuh. Di sini pun daftarnya masih terasa: hampir tiap ceramah tentang nikmat berangkat dari ayat-ayat surat ini.

Batasnya justru datang dari kelebihannya. Dunia yang seluruhnya diterangkan sebagai persediaan buat manusia gampang berubah jadi izin memperlakukannya sebagai persediaan. Hutan yang tidak ada gunanya, sungai yang tidak dilewati kapal, dan hewan yang tidak bisa ditunggangi tidak punya tempat di daftar semacam itu, dan yang tidak punya tempat di daftar biasanya yang paling dulu habis.

Bagikan artikel

Bantu tulisan ini menemukan pembaca yang tepat.

Dukung Qurai

Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.

Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

Dukung via Saweria