← Bedah Surat

QS 052  ·  At-Tur 52:1-49  ·  Makkiyah  ·  12 menit

At-Tur: Lima Belas Pertanyaan yang Tidak Dijawab

Menjelang akhir surat ini ada rentetan lima belas pertanyaan yang ditembakkan tanpa jeda, dan tidak satu pun dijawab. Apakah mereka diciptakan tanpa asal? Apakah mereka yang menciptakan diri mereka sendiri? Apakah mereka yang menciptakan langit dan bumi? Bentuk seperti ini punya kekuatan yang nyata, dan punya satu kelemahan yang tidak bisa ditutup.

Tiga pertanyaan yang paling kuat

memulainya: apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu pun, ataukah mereka yang menciptakan diri mereka sendiri? menyusul: ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi?

Susunannya rapi sekali. Tiga kemungkinan disodorkan, dua di antaranya kelihatan mustahil, dan yang tersisa satu.

Kekuatannya nyata, dan bentuk ini masih dipakai sampai sekarang di hampir tiap ceramah tentang keberadaan Tuhan, biasanya dengan kalimat yang sudah diringkas: tidak mungkin ada tanpa yang mengadakan. Bentuknya bisa didengar di kajian kampus, di ceramah subuh yang disiarkan pengeras suara masjid, dan di potongan video pendek yang beredar tiap kali ada perdebatan tentang keberadaan Tuhan. Yang dipakai selalu bagian pertanyaannya, dan jarang ada yang melanjutkan ke kemungkinan yang tidak disebut ayatnya.

Kemungkinan keempat yang tidak disebut

Kelemahannya ada di daftarnya. Tiga pilihan yang disodorkan bukan seluruh pilihan yang ada.

Kemungkinan bahwa alam ini ada tanpa awal, atau bahwa sebabnya bukan sesuatu yang berkehendak, tidak dimasukkan ke daftar. Dan begitu daftarnya disusun cuma tiga, kesimpulannya sudah ditentukan sebelum pertanyaannya diajukan.

Ini bukan berarti kesimpulannya keliru. Yang bisa dikatakan cuma satu, susunan tiga pilihan itu tidak membuktikannya, sebab yang tidak masuk daftar tidak pernah diperiksa.

Dan bentuk pertanyaan yang tidak menunggu jawaban memang tidak dimaksudkan untuk memeriksa. Yang dikerjakannya membuat pendengar merasa jawabannya sudah jelas, dan itu berhasil justru pada orang yang belum sempat memikirkannya.

Tantangan yang diulang lagi

memuat tuduhan dan tantangannya: ataukah mereka berkata dia mereka-reka kitab itu, sebenarnya mereka tidak beriman. Maka hendaklah mereka mendatangkan kalimat yang semisalnya, kalau mereka orang-orang yang benar.

Tantangan ini sudah muncul di Yunus dan Hud dengan takaran yang berbeda-beda: satu surat, sepuluh surat, dan di sini perkataan yang semisal.

Yang tetap tidak disediakan siapa yang menilai dan dengan ukuran apa, dan di sini kekurangan itu lebih terasa karena takarannya paling kabur di antara ketiganya.

Surga yang masih punya pelayan

menyebut isi surga yang jarang dibicarakan: dan berkeliling di sekitar mereka anak-anak muda yang melayani mereka, seakan-akan mereka mutiara yang tersimpan.

Jadi tempat yang digambarkan sebagai balasan tertinggi tetap punya susunan bertingkat: ada yang duduk bersandar, dan ada yang berkeliling melayani.

Gambaran semacam itu wajar untuk zamannya, sebab surga digambarkan memakai bahan yang tersedia di dunia pendengarnya, dan di dunia itu kenikmatan puncak memang berbentuk majelis dengan pelayan.

Meski begitu, gambaran itu tidak melompati zamannya. Kalau surga adalah keadaan paling baik yang bisa dibayangkan, dan di dalamnya masih ada yang melayani dan yang dilayani, maka yang tergambar bukan keadaan tanpa tingkatan, melainkan tingkatan yang paling menyenangkan bagi yang berada di atas.

Bagikan artikel

Bantu tulisan ini menemukan pembaca yang tepat.

Dukung Qurai

Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.

Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

Dukung via Saweria