← Bedah Surat

QS 060  ·  Al-Mumtahanah 60:1-13  ·  Madaniyah  ·  12 menit

Al-Mumtahanah: Dua Kalimat yang Menarik ke Arah Berlawanan

Surat ini memuat dua kalimat yang menarik ke arah berlawanan, dan jaraknya cuma tujuh ayat. Yang pertama melarang mengambil musuh sebagai teman dekat. Yang kedua menyatakan Allah tidak melarang berbuat baik dan adil kepada orang yang tidak memerangi dan tidak mengusir. Yang dipakai orang biasanya satu saja, tergantung sedang butuh yang mana.

Kalimat yang membatasi

membuka dengan larangan: janganlah kalian mengambil musuh-Ku dan musuh kalian menjadi teman kepercayaan, kalian sampaikan kepada mereka kabar karena rasa kasih sayang.

Latarnya disebut riwayat: seorang sahabat mengirim surat rahasia ke Mekah memberi tahu rencana penyerangan, dan alasannya bukan berkhianat melainkan melindungi keluarganya yang masih di sana.

Jadi yang dilarang di situ membocorkan rencana perang, bukan berteman. Dan kalimatnya menyebut sendiri bentuk pelanggarannya: menyampaikan kabar.

Kalimat yang membuka

datang tujuh ayat kemudian: Allah tidak melarang kalian berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangi kalian karena agama dan tidak mengusir kalian dari kampung halaman kalian. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.

Ayat berikutnya memberi batas larangannya dengan tepat: yang dilarang cuma menjadikan kawan orang yang memerangi karena agama, mengusir, dan membantu pengusiran itu.

Dua ayat itu menyusun ukuran yang bisa dipakai: yang menentukan bukan agama orangnya, melainkan apa yang dikerjakannya.

Untuk kitab yang di surat lain memakai golongan sebagai penentu, ukuran berdasarkan perbuatan ini termasuk yang paling jelas dan paling bisa dipertahankan.

Mana yang lebih sering dipakai

Dua ayat itu ada di satu surat pendek yang sama, dan yang beredar di sini hampir selalu cuma satu.

Ayat 1 dan yang serumpun dengannya muncul tiap musim pilkada di sini, tiap kali ada perkara soal siapa boleh dipilih dan siapa boleh diajak kerja sama, dan sesekali di spanduk depan masjid. Ayat 8 jarang ikut dibawa, kalaupun dibawa biasanya oleh pihak yang sedang dituduh terlalu longgar.

Pemilihan itu bukan salah ayatnya. Yang menentukan mana yang dikutip selalu keperluan orang yang mengutip, dan surat ini kebetulan menyediakan bahan untuk dua keperluan sekaligus.

Teladan yang isinya berlepas diri

menyodorkan contoh: sungguh telah ada suri teladan yang baik bagi kalian pada Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya, ketika mereka berkata kepada kaumnya, sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian dan dari apa yang kalian sembah.

Yang dijadikan teladan di situ bukan kesabarannya, bukan kedermawanannya, dan bukan keberaniannya menghadapi raja. Yang dipilih pemutusan hubungannya.

Ayat yang sama menutup dengan pengecualian yang tidak biasa: kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya, sungguh aku akan memohonkan ampun bagimu. Doa itu justru dikecualikan dari teladan.

Jadi di satu ayat, permusuhannya dijadikan contoh dan kasih sayangnya kepada bapaknya sendiri dikeluarkan dari daftar yang boleh ditiru.

Perempuan yang menyeberang

memberi nama surat ini. Kalau ada perempuan beriman datang berhijrah, ujilah keimanan mereka, dan kalau kalian mengetahui mereka memang beriman, jangan kembalikan mereka kepada orang kafir.

Aturan ini melanggar perjanjian Hudaibiyah yang mewajibkan pemulangan orang yang menyeberang, dan pelanggarannya dibenarkan dengan alasan perjanjian itu menyebut laki-laki.

Akibatnya justru berpihak pada perempuannya. Mereka tidak dipulangkan ke tempat yang mereka tinggalkan, dan itu keputusan yang menyelamatkan.

Ayat yang sama juga mengatur agar suami lama diberi kembali mahar yang pernah dibayarkannya. Jadi perempuannya tidak dikembalikan, dan yang dikembalikan uangnya. Susunan itu melindungi orangnya, dan sekaligus memperlakukan pernikahan sebagai perkara yang bisa diselesaikan dengan pengembalian bayaran.

Bagikan artikel

Bantu tulisan ini menemukan pembaca yang tepat.

Dukung Qurai

Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.

Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

Dukung via Saweria