QS 009 · At-Taubah 9:1-129 · Madaniyah · 14 menit
At-Taubah: Waktu Agama Punya Kantor
Satu-satunya surat yang tidak dibuka dengan basmalah, dan isinya menerangkan sendiri kenapa. At-Taubah bicara dari posisi yang sudah menang: perjanjian diputus, tenggat diumumkan, pajak ditetapkan, siapa boleh masuk tanah suci diatur, dan orang dalam yang enggan berangkat perang didata satu per satu. Ini bukan lagi ajakan. Ini administrasi.
Surat yang tidak dibuka dengan basmalah
Seratus tiga belas surat dibuka dengan menyebut yang maha pengasih dan maha penyayang. At-Taubah tidak. Penjelasan yang diwariskan ada dua: surat ini sambungan Al-Anfal, atau kalimat kasih sayang memang tidak cocok dipasang di depan pernyataan perang. Keduanya disusun belakangan oleh orang yang menghadapi kenyataan itu, bukan keterangan dari kitabnya sendiri.
memang langsung masuk: pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya kepada kaum yang kalian pernah berjanji dengan mereka. Empat bulan diberikan sebagai tenggat.
menyebut apa yang terjadi sesudah tenggatnya lewat: bunuhlah kaum musyrik di mana pun kalian jumpai, tangkap mereka, kepung mereka, dan intai mereka di setiap tempat pengintaian. Jalan keluarnya disebut di kalimat berikutnya, dan jalan keluarnya cuma satu: bertobat, mendirikan salat, dan menunaikan zakat.
Suaka yang arahnya cuma satu
memberi kelonggaran yang nyata. Kalau ada orang musyrik meminta perlindungan, lindungi dia sampai dia mendengar firman Allah, lalu antarkan ke tempat yang aman baginya.
Perlindungannya sungguhan, dan di dunia abad ketujuh itu bukan hal kecil. Tapi bentuknya perlu dilihat apa adanya: yang dijamin keselamatan fisik selama masa mendengarkan, bukan hak untuk pulang membawa keyakinan yang sama. Orang luar diperlakukan sebagai orang yang belum tahu, bukan sebagai orang yang sudah menimbang lalu memilih lain.
Pajak, dan satu kata yang menyertainya
mengatur hubungan dengan : perangi mereka sampai mereka membayar dengan patuh, sedangkan mereka dalam keadaan tunduk.
Sistem pajak atas kelompok taklukan bukan barang aneh di dunia kuno. Romawi punya, Persia punya, dan hampir semua kekuasaan besar memungut sesuatu dari yang dikuasainya. Pajaknya tidak istimewa. Pembedanya ada di kalimat terakhir. Yang diminta bukan cuma uang, tapi juga sikap.
melengkapi pemisahannya dari sisi ruang: kaum musyrik dinyatakan najis dan dilarang mendekati Masjidil Haram. Aturan itu masih berlaku sampai sekarang di Mekah.
Indonesia sendiri tidak pernah memakai kerangka ini. Warga non-Muslim di sini bukan penduduk yang dilindungi dengan syarat membayar, melainkan warga negara dengan kedudukan yang sama di depan hukum, dan itu diterima oleh organisasi Islam terbesar di negeri ini tanpa merasa sedang melanggar apa-apa. Sebuah ayat yang sangat jelas bunyinya diam-diam ditinggalkan oleh umat yang paling banyak jumlahnya, dan hampir tidak ada yang menyebut itu sebagai persoalan.
Yang bercanda pun kena
Bagian panjang At-Taubah tidak membicarakan musuh di luar, melainkan orang dalam. Yang enggan berangkat perang didata, yang mencari alasan dicatat, yang mengkritik pembagian sedekah disebut, dan yang cuma bergurau ikut kena.
menutup pintu pembelaan bagi mereka: jangan minta maaf, kalian sudah kafir sesudah beriman. melangkah lebih jauh lagi, sampai ke pemakaman: jangan sekali-kali menyalati salah seorang dari mereka yang mati, dan jangan berdiri di atas kuburnya.
Dan memerintahkan sebuah masjid dirobohkan karena didirikan untuk memecah jemaah. Ayat itu masih hidup pemakaiannya. Setiap kali ada rumah ibadah kelompok minoritas disegel di Indonesia, alasan yang muncul hampir selalu berbentuk sama: tempat itu memecah umat. Kategori yang dipakai untuk mengukur batin orang lain tidak pernah kehabisan pekerjaan.
Surga yang dibeli di muka
memakai bahasa dagang yang sangat lugas: sesungguhnya Allah telah membeli dari orang beriman diri dan harta mereka, dengan imbalan surga bagi mereka. Mereka berperang di jalan Allah, membunuh, dan terbunuh.
Bahasa jual beli bikin perhitungannya jadi gampang. Yang diserahkan hidup dan harta, yang diterima surga, dan transaksinya disebut sudah tercatat dalam kitab-kitab terdahulu. Sesudah kalimat itu, menolak berangkat bukan lagi soal takut, melainkan soal membatalkan akad yang sudah ditandatangani.
menutup arah yang sama: perangilah orang kafir yang ada di sekitar kalian, dan hendaklah mereka merasakan sikap tegas dari kalian. Pertahanan diri tidak disebut di situ; perintahnya meluas bertahap ke lingkaran terdekat.
Waktu agama punya kantor
At-Taubah memperlihatkan sesuatu yang tidak kelihatan dari surat-surat Mekah: bunyi yang muncul waktu sebuah keyakinan berhenti jadi ajakan dan berubah jadi pemerintahan. Ada tenggat, ada tarif, ada daftar, ada sanksi, dan ada aparat yang mengurusnya.
Itu bukan kejatuhan, melainkan hal yang terjadi pada hampir semua gerakan yang menang. Yang bikin surat ini berbeda dari catatan pemerintahan lain cuma satu: catatan pemerintahan biasanya bisa dicabut oleh pemerintahan berikutnya, sedangkan yang ini terlanjur masuk ke kitab yang tidak boleh diubah. Yang bisa berubah tinggal cara membacanya, dan itu selalu bergantung pada siapa yang sedang membaca.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.