← Bedah Surat

QS 041  ·  Fussilat 41:1-54  ·  Makkiyah  ·  13 menit

Fussilat: Enam Hari yang Kalau Dijumlahkan Jadi Delapan

Al-Qur'an menyebut tujuh kali bahwa langit dan bumi diciptakan dalam enam hari. Di surat ini rinciannya diberikan, dan kalau angkanya dijumlahkan hasilnya delapan. Selisih dua hari itu sudah dibahas penafsir sejak berabad-abad lalu, dan cara mereka menyelesaikannya menerangkan banyak hal tentang bagaimana kitab ini dibaca.

Dua ditambah empat ditambah dua

menyebut bumi diciptakan dalam dua hari. melanjutkan: dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh, memberkahinya, dan menentukan kadar makanan penghuninya dalam empat hari.

menutup rangkaiannya: maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua hari.

Dua tambah empat tambah dua sama dengan delapan. Sementara Al-A'raf, Yunus, Hud, Al-Furqan, As-Sajdah, Qaf, dan Al-Hadid semuanya menyebut angka enam.

Jalan keluar yang paling banyak dipakai penafsir: empat hari di ayat sepuluh itu sudah termasuk dua hari sebelumnya, jadi bacaannya dua ditambah dua ditambah dua. Bacaan itu memang mungkin secara tata bahasa, dan bukan karangan yang dibuat-buat.

Jalan itu ditempuh karena hasilnya harus enam. Kalau angka enam tidak ada di surat lain, tidak ada satu pun pembaca yang akan menyimpulkan bahwa empat di situ berarti dua ditambah dua.

Langit yang masih berupa asap

memuat gambaran yang jarang ditemukan di kitab suci mana pun: kemudian Dia menuju kepada langit, sedangkan langit itu masih berupa asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi, datanglah kalian berdua menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa.

Bagian asapnya sering dipakai sekarang untuk menunjukkan kecocokan dengan gambaran awan gas dan debu di alam semesta muda.

Bagian percakapannya hampir tidak pernah ikut dikutip. Langit dan bumi diajak bicara, diberi pilihan datang dengan suka hati atau terpaksa, dan menjawab bahwa mereka datang dengan suka hati.

Dua bagian itu ada di ayat yang sama, dan dua-duanya harus diperlakukan dengan cara yang sama. Kalau asapnya dibaca sebagai keterangan ilmiah, percakapannya harus ikut dibaca begitu juga. Kalau percakapannya kiasan, asapnya juga.

Tubuh yang berbalik jadi saksi

menyusun adegan pengadilan yang tidak biasa: pendengaran, penglihatan, dan kulit mereka menjadi saksi terhadap apa yang mereka kerjakan.

Orangnya bertanya kepada kulitnya sendiri, kenapa kamu bersaksi memberatkan aku. Kulit itu menjawab, Allah yang menjadikan segala sesuatu bisa berbicara telah membuat kami berbicara.

Lalu ayat 22 menyebut alasannya: kalian dahulu tidak bersembunyi supaya pendengaran, penglihatan, dan kulit kalian tidak bersaksi, tapi kalian mengira Allah tidak mengetahui kebanyakan yang kalian kerjakan.

Susunan ini menyelesaikan satu persoalan pembuktian dengan rapi: tidak perlu saksi dari luar, sebab pelakunya membawa saksinya sendiri ke mana pun dia pergi. Dan cara kerjanya di dunia nyata bukan pada hari pengadilan, melainkan sekarang, pada orang yang sedang memutuskan apakah akan melakukan sesuatu di tempat sepi.

Tanda yang selalu dijanjikan nanti

memuat kalimat yang sering dipakai: Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sampai jelas bagi mereka bahwa Al-Qur'an itu benar.

Kalimatnya berbentuk janji, bukan bukti. Waktu itu belum ada yang bisa diperiksa, jadi pendengarnya diminta yakin bahwa hasil pemeriksaannya nanti akan berpihak.

Ayat ini sekarang jadi ayat andalan seluruh genre mukjizat ilmiah, dan cara kerjanya memang cocok. Tiap temuan baru yang bisa dicocokkan disebut sebagai penggenapan janji ini, dan temuan yang tidak cocok tidak dianggap membatalkan apa-apa.

Di sekolah Islam di sini, bahan itu bahkan masuk ke pelajaran agama dan sesekali ke buku laris yang dijual di toko masjid. Isinya daftar kecocokan yang sudah jadi, tanpa cara memeriksanya.

Untuk keyakinan, susunan itu kokoh sekali. Untuk pembuktian, susunan itu tidak menyediakan apa pun, sebab janji yang penggenapannya dinilai sendiri oleh yang berjanji tidak bisa gagal.

Bagikan artikel

Bantu tulisan ini menemukan pembaca yang tepat.

Dukung Qurai

Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.

Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

Dukung via Saweria