QS 083 · Al-Mutaffifin 83:1-36 · Makkiyah · 10 menit
Al-Mutaffifin: Larangan yang Bisa Diperiksa di Pasar Hari Ini
Surat ini dibuka dengan satu-satunya larangan di Al-Qur'an yang bisa diperiksa siang ini juga, di pasar mana pun, dengan alat yang tersedia di kantor kecamatan. Yang dilarang mengurangi takaran. Tiga puluh tiga ayat sesudahnya bergerak ke arah yang sama sekali lain.
Takaran yang dikurangi
membuka tanpa perantara: celakalah bagi orang-orang yang curang, yaitu orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain mereka mengurangi.
Larangan ini tidak mengurus sikap batin atau keyakinan. Sasarannya satu perbuatan yang punya angka, punya alat ukur, dan punya korban yang bisa disebut.
Dan perbuatan itu masih persis sama sekarang. Timbangan di pasar yang diganjal, meteran pompa bensin yang disetel, ukuran beras dalam karung yang tidak sesuai, dan takaran gas yang kurang. Di sini ada Metrologi Legal yang bertugas menera ulang timbangan pedagang tiap tahun, dan keberadaan lembaga itu sendiri sudah menerangkan seberapa sering perkaranya terjadi.
Yang membuat ayat ini kuat kejelasan ukurannya. Tidak ada tafsir yang diperlukan, tidak ada perselisihan , dan tidak ada keadaan yang bisa dipakai membelanya. Pedagang yang mengurangi takaran tahu persis apa yang dikerjakannya.
Yang perlu disebutkan juga arah surat ini sesudahnya. Ayat 4 langsung berpindah ke pertanyaan apakah mereka tidak yakin akan dibangkitkan, dan sejak itu sampai penutup, isinya akhirat. Larangan yang paling bisa diperiksa di dunia ditutup dengan ancaman yang cuma bisa diperiksa sesudahnya, dan pemindahan itu terjadi dalam satu ayat.
Sijjin dan Illiyyin
menyebut tempat catatan orang durhaka: sekali-kali tidak, sesungguhnya kitab orang-orang yang durhaka tersimpan dalam Sijjin, dan tahukah engkau apakah Sijjin itu, yaitu kitab yang bertulis.
menyebut pasangannya: sesungguhnya kitab orang-orang yang berbakti tersimpan dalam Illiyyin, dan tahukah engkau apakah Illiyyin itu, yaitu kitab yang bertulis, yang disaksikan oleh malaikat-malaikat yang didekatkan.
Dua kali pertanyaan diajukan, dan dua kali jawabannya berupa keterangan yang tidak menerangkan letaknya. Yang ditanyakan apakah Sijjin, dan yang dijawab bahwa isinya kitab yang bertulis.
Bentuk pertanyaan semacam ini muncul berkali-kali di surat-surat pendek, dan pekerjaannya bukan menerangkan melainkan menaikkan bobot. Kata yang dipertanyakan lalu dijawab dengan kata lain berhenti jadi keterangan dan berubah jadi nama yang berat bunyinya, dan penafsir sesudahnya yang mengisinya dengan letak, tingkatan, dan penghuni.
Yang tertawa dan yang ditertawakan
menggambarkan keadaan sebelumnya: sesungguhnya orang-orang yang berdosa dahulu menertawakan orang-orang yang beriman, dan apabila orang beriman lalu di hadapan mereka, mereka saling mengedipkan mata, dan apabila kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira.
Gambarannya tepat dan bisa dikenali siapa pun yang pernah jadi sasaran ejekan. Ayatnya mencatat kedipan mata dan tawa yang dibawa pulang, bukan penganiayaan, dan bentuk itu yang paling sulit dilawan karena tidak meninggalkan bekas yang bisa ditunjukkan.
membalikkannya: maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir.
Tawarannya pertukaran tempat, bukan keadilan. Yang dulu ditertawakan sekarang tertawa, dan tawanya disebut sebagai bagian dari balasan. Susunan itu bisa dimengerti sebagai penghiburan bagi kelompok yang sedang tertekan, dan sekaligus mewariskan bentuk yang tidak enak: pembalasan yang isinya bukan pemulihan melainkan pembalikan, dan penderitaan yang dibayar dengan kesenangan melihat orang lain menderita.
Minuman yang disegel
menyebut apa yang diminum orang berbakti: mereka diberi minum dari khamar murni yang dilak, laknya dari kasturi, dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba, dan campurannya dari tasnim, yaitu mata air yang minum darinya orang-orang yang didekatkan.
Kata yang dipakai rahiq makhtum, dan gambarannya diambil dari kebiasaan menyegel wadah minuman mahal supaya isinya terjamin.
Yang menarik pilihan bendanya. Yang diharamkan di dunia dijanjikan di akhirat dalam bentuk yang lebih baik, dan penafsir menerangkan bahwa yang di sana tidak memabukkan. Penjelasan itu menutup perkaranya dan sekaligus menunjukkan cara gambaran surga disusun, yaitu dari daftar hal yang paling diinginkan pendengarnya, termasuk yang justru dilarangnya.
Karat di hati
menyebut sebab penolakan: sekali-kali tidak, sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.
Kata yang dipakai rana, yaitu karat atau lapisan yang menempel karena dibiarkan. Gambarannya menempatkan penolakan sebagai hasil kebiasaan, bukan sebagai bawaan, dan itu berbeda dari ayat-ayat lain yang menyebut hati dikunci sejak awal. Dua gambaran itu berdiri berdampingan di kitab yang sama tanpa pernah dipertemukan.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.