← Bedah Surat

QS 103  ·  Al-'Asr 103:1-3  ·  Makkiyah  ·  6 menit

Al-'Asr: Dua dari Empat Syarat Butuh Orang Lain

Tiga ayat, dan di dalamnya empat syarat. Dua syarat pertama bisa dikerjakan orang sendirian di kamarnya. Dua syarat terakhir tidak bisa, sebab keduanya menuntut ada orang lain. Bagian itu yang paling jarang dibicarakan waktu surat ini dibacakan menutup pertemuan.

Dua dari empat syarat tidak bisa dikerjakan sendirian

memuat keempatnya: kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, dan saling berpesan untuk kebenaran, dan saling berpesan untuk kesabaran.

Dua syarat pertama bisa dipenuhi seorang diri. Percaya dan mengerjakan yang benar tidak menuntut kehadiran siapa pun.

Dua syarat terakhir memakai bentuk kata yang menuntut dua pihak. Tawashaw berarti saling berpesan, jadi bukan menasihati dan bukan dinasihati, melainkan dua-duanya.

Susunan itu menutup satu jalan yang biasanya paling gampang ditempuh, yaitu menyelamatkan diri sendiri. Orang yang salatnya rajin, sedekahnya banyak, dan hidupnya bersih tetap tidak memenuhi separuh daftar ini kalau tidak ada orang yang bisa memberitahunya waktu dia keliru.

Dan syarat keempat menambahkan sesuatu lagi. Pesannya kebenaran sekaligus kesabaran, dan itu pengakuan bahwa mengerjakan tiga syarat sebelumnya akan berat. Empat syarat itu dipasang berurutan, dan urutannya menerangkan lebih banyak daripada isinya masing-masing.

Surat penutup pertemuan

Di sini surat ini punya satu pemakaian yang khas: dibacakan bersama-sama menutup rapat, pengajian, dan acara organisasi, biasanya sesudah doa dan sebelum orang berdiri.

Kebiasaan itu bersandar pada riwayat tentang para sahabat yang tidak berpisah sebelum membacanya, dan bentuknya di sini jadi mapan sampai masuk ke susunan acara resmi.

Isinya sebenarnya persis cocok dengan tempat itu, dan justru itu yang jarang disadari. Dua syarat terakhirnya tentang saling berpesan, dan pertemuan adalah tempat orang saling berpesan.

Tapi cara membacanya di akhir acara membuatnya berfungsi sebagai tanda selesai, bukan sebagai isi. Yang dibaca bersama-sama dengan cepat sesudah orang sudah mengemasi barang jarang terdengar sebagai kalimat yang menuntut sesuatu.

Demi masa

membuka dengan sumpah sepanjang dua kata: demi masa.

Kata al-ashr dipakai untuk waktu, zaman, atau bagian akhir siang, dan dari arti terakhir itu nama salat asar diambil.

Penafsir tidak sepakat mana yang dimaksud, dan ketiganya bisa dipakai. Yang menghubungkan sumpah itu dengan kalimat berikutnya juga tidak diterangkan, jadi hubungan antara waktu dan kerugian manusia dibiarkan dibangun sendiri oleh pembacanya. Sebagian membacanya sebagai waktu yang terus berkurang, dan bacaan itu yang paling banyak dipakai di ceramah tentang menghargai waktu.

Manusia benar-benar dalam kerugian

memuat satu baris: sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian.

Yang disebut al-insan, yaitu manusia sebagai jenis, tanpa pengecualian di baris itu. Pengecualiannya baru datang di ayat berikutnya, dan susunan seperti itu, yaitu pernyataan menyeluruh dulu lalu pengecualian, berulang di banyak surat pendek. Bentuknya membuat pengecualiannya terasa seperti jalan keluar yang sempit, padahal isi pengecualiannya justru empat hal yang bisa dikerjakan siapa saja.

Bagikan artikel

Bantu tulisan ini menemukan pembaca yang tepat.

Dukung Qurai

Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.

Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

Dukung via Saweria