QS 048 · Al-Fath 48:1-29 · Madaniyah · 12 menit
Al-Fath: Kemenangan yang Dinamai Sebelum Terbukti
Rombongan itu berangkat untuk umrah dan pulang tanpa sampai ke Ka'bah. Perjanjiannya berat sebelah: yang kabur dari Mekah ke Madinah wajib dikembalikan, yang kabur sebaliknya tidak. Umar membantah terang-terangan di tempat. Dalam perjalanan pulang turun ayat yang menyebut semua itu kemenangan yang nyata.
Yang sebenarnya terjadi di Hudaibiyah
Tahun keenam , sekitar seribu empat ratus orang berangkat ke Mekah untuk umrah tanpa membawa senjata perang. Mereka dicegat di Hudaibiyah, dan yang keluar dari perundingan bukan izin masuk, melainkan perjanjian.
Isinya: rombongan pulang tahun itu tanpa umrah dan baru boleh datang tahun berikutnya, gencatan senjata sepuluh tahun, dan orang Mekah yang lari ke Madinah wajib dipulangkan sedangkan orang Madinah yang lari ke Mekah tidak.
Riwayat mencatat sebagian sahabat kecewa berat. Umar bertanya terus terang kenapa mereka harus menerima kehinaan atas agama mereka, dan sebagian rombongan tidak langsung bergerak waktu diperintahkan mencukur rambut dan menyembelih.
turun dalam perjalanan pulang: sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata.
Nama yang diberikan sebelum hasilnya kelihatan
Penamaan itu justru datang bukan sesudah keuntungannya terbukti, melainkan sesudah rombongan pulang dengan tangan kosong.
Dan dua tahun kemudian keuntungannya memang terbukti. Gencatan senjata membuka jalur dagang dan dakwah ke Mekah, jumlah pengikut bertambah cepat, dan waktu perjanjiannya dilanggar pihak Quraisy, Mekah jatuh nyaris tanpa perlawanan.
Jadi penamaannya tepat kalau dinilai dari hasilnya. Yang tidak bisa dipastikan cuma satu hal: apakah penamaan itu keterangan tentang masa depan yang sudah diketahui, atau cara menenangkan pasukan yang kecewa yang kebetulan berujung cocok. Dua-duanya menghasilkan ayat yang sama persis, dan tidak ada di dalam suratnya yang bisa memisahkan keduanya.
Penamaan semacam itu berumur panjang. Di sini nama Hudaibiyah rutin disebut tiap kali satu kelompok harus menerima kesepakatan yang merugikan, dari koalisi yang pecah sampai calon yang kalah di pilkada, dan bagian yang dipinjam selalu sama: kekalahan hari ini boleh dinamai kemenangan asal buktinya diserahkan kepada waktu. Bagian yang membuat penamaan aslinya terbukti, yaitu dua tahun berikutnya yang benar-benar berjalan seperti yang diharapkan, tidak ikut dipinjam.
Kekecewaan yang tidak masuk ke ayatnya
Keberatan Umar dan keengganan sebagian rombongan tidak muncul di surat ini. Yang muncul di justru orang Badui yang tidak ikut berangkat sama sekali, lengkap dengan alasan mereka yang disebut sebagai kebohongan.
Jadi yang dicatat sebagai pihak bermasalah bukan orang dalam yang kecewa, melainkan orang luar yang tidak datang. Kekecewaan orang dalam disimpan di riwayat, bukan di kitab.
Pemisahan itu wajar buat naskah yang berfungsi menguatkan barisan. Akibatnya, gambaran yang tersisa di kitabnya jadi lebih rapi daripada yang terjadi di lapangan, dan yang menyimpan versi berantakannya justru yang derajatnya lebih rendah.
Dosa yang belum dikerjakan
menyebut alasannya: supaya Allah mengampuni dosamu yang telah lalu dan yang akan datang.
Bagian yang akan datang itu yang sulit. Pengampunan atas sesuatu yang belum terjadi tidak punya bandingan di ayat mana pun tentang orang lain.
Penafsir menempuh banyak jalan: sebagian membacanya sebagai jaminan penjagaan supaya tidak jatuh, sebagian sebagai kiasan tentang kedudukan, sebagian lagi menyebut dosa di situ berarti kekeliruan penilaian, bukan pelanggaran.
Semua jalan itu ditempuh karena bunyi harfiahnya bertabrakan dengan gagasan bahwa tiap orang dihitung dari perbuatannya. Kalau satu orang bisa diampuni di muka, hitungan itu tidak berlaku sama untuk semua.
Keras ke luar, lembut ke dalam
menutup surat dengan gambaran pengikutnya: keras terhadap orang kafir, berkasih sayang sesama mereka.
Kalimat itu jadi salah satu yang paling banyak dikutip dari surat ini, dan cara memakainya berbeda-beda. Sebagian membacanya sebagai keterangan tentang keteguhan menghadapi tekanan, bukan permusuhan terhadap orang.
Bacaan itu bisa dipertahankan, dan tetap tidak menghapus bentuk kalimatnya. Yang disusun di situ dua ukuran perilaku yang dibedakan menurut siapa yang dihadapi, bukan menurut apa yang dikerjakannya.
Di sini potongan itu punya umur panjang di luar . Terbaca di spanduk ormas, tercetak di kaos, dan dipakai di kolom komentar tiap kali ada perkara yang menyangkut kelompok lain, biasanya cuma separuh depannya. Separuh belakangnya, yaitu berkasih sayang sesama mereka, ikut dipakai untuk alasan yang berbeda lagi, yaitu menutup perselisihan di dalam supaya tidak kelihatan keluar.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.