QS 108 · Al-Kausar 108:1-3 · Makkiyah · 6 menit
Al-Kausar: Tiga Ayat sebagai Balasan Ejekan
Surat terpendek di seluruh Al-Qur'an isinya balasan terhadap satu ejekan pribadi. Seseorang mengatakan bahwa Muhammad terputus keturunannya karena anak laki-lakinya meninggal, dan tiga ayat ini mengembalikan kata itu kepada yang mengucapkannya.
Tiga ayat sebagai balasan ejekan
memuat seluruh isinya: sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kausar, maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah, sesungguhnya orang yang membencimu dialah yang terputus.
Riwayat menyebut latarnya ejekan yang dilontarkan tokoh Quraisy sesudah anak laki-laki Muhammad meninggal. Kata yang dipakai abtar, yaitu terputus, dan di masyarakat yang menghitung kelangsungan lewat garis laki-laki, itu ejekan yang paling menyakitkan yang tersedia.
Bentuk balasannya mengembalikan kata yang sama. Yang disebut terputus bukan lagi yang diejek, melainkan yang mengejek.
Balasannya memakai ukuran yang sama dengan ejekannya. Ejekannya bertumpu pada anggapan bahwa keturunan menentukan kelangsungan seseorang, dan balasannya tidak membantah anggapan itu melainkan memakainya.
Bentuk membalas yang memakai ukuran lawan ampuh di saat itu juga dan menyerahkan sesuatu tanpa disadari, yaitu ukurannya sendiri. Sesudah tiga ayat ini, kelangsungan lewat keturunan tetap berdiri sebagai ukuran yang sah, dan yang berpindah cuma siapa yang lolos.
Dan berkurbanlah
memuat dua perintah: maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.
Kata wanhar dipakai untuk menyembelih unta dengan cara menusuk pangkal leher, dan dari ayat ini sebagian ulama menarik dasar untuk salat Idul Adha dan penyembelihan kurban.
Di sini dua perintah itu jadi satu peristiwa yang paling ramai sepanjang tahun sesudah Lebaran. Panitia kurban di tiap masjid, sapi yang dibeli patungan sepertujuh, antrean pembagian daging, dan kupon yang dibagikan ke rumah warga.
Yang jarang disebutkan waktu ayat ini dibacakan di khotbah, kalimatnya bukan aturan tentang kurban. Tidak ada di situ jumlah, jenis hewan, waktu, atau cara membagi. Semua itu datang dari riwayat dan dari , dan yang ada di ayatnya dua kata perintah yang ditujukan kepada satu orang.
Kausar yang tidak diterangkan
Kata al-kausar berasal dari akar yang berarti banyak, jadi bunyi harfiahnya sesuatu yang sangat banyak. Isinya tidak diterangkan di ayat mana pun.
Penafsir mengisinya dengan bermacam-macam: telaga di surga, sungai, kenabian, Al-Qur'an itu sendiri, atau keturunan yang banyak lewat garis anak perempuannya. Bacaan terakhir menarik sebab langsung menjawab ejekan yang jadi latarnya.
Bacaan telaga yang paling banyak beredar di sini, dan telaga Kausar jadi gambaran tetap di ceramah tentang surga lengkap dengan keterangan tentang rasa airnya dan jumlah gelasnya. Semua keterangan itu datang dari riwayat, dan kata di ayatnya tetap satu kata tanpa penjelasan.
Yang terputus
memakai kata syani'aka, yaitu orang yang membencimu, dan tidak menyebut nama siapa pun.
Riwayat mengisinya dengan beberapa nama yang berbeda, dan perbedaan itu sendiri menunjukkan bahwa nama pastinya sudah tidak diketahui waktu riwayatnya disusun. Yang tersisa di ayatnya bentuk yang berlaku umum, dan bentuk umum itu yang membuat tiga ayat ini bisa dipakai siapa saja yang merasa sedang diejek.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.