Qurai

Surat 33

Al-Ahzab

الأحزاب

Golongan Yang Bersekutu, terdiri dari 73 ayat dan turun di Madinah.

Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-90 setelah Ali 'Imran sebelum Al-Mumtahanah.

Al-Ahzab surat yang paling banyak mengatur rumah tangga Muhammad, dan sebagian besar aturannya berlaku khusus untuk dia. Aturan yang berlaku khusus untuk satu orang (ayat 50 dan 51): Ayat 50 memerinci perempuan yang halal bagi Muhammad, termasuk yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi mau menikahinya, lalu ditutup dengan kalimat "sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk orang mukmin yang lain". Muslim lain dibatasi empat istri dengan syarat berlaku adil. Ayat 51 menambahkan bahwa dia boleh menangguhkan giliran istri mana saja dan memanggil siapa yang dia mau. Zainab dan penghapusan status anak angkat (ayat 4, 5, dan 37): Ayat 37 mencatat Muhammad menyembunyikan sesuatu di dalam hatinya yang kemudian dinyatakan Allah, lalu menikahi Zainab setelah Zaid menceraikannya. Ayat 4 dan 5 menghapus kedudukan anak angkat sebagai anak kandung, dan penghapusan itu menyingkirkan halangan bagi pernikahan tersebut. Aturan rumah yang jadi aturan umum (ayat 53 dan 59): Ayat 53 mengatur supaya tamu tidak berlama-lama di rumah Nabi dan berbicara kepada istri-istrinya dari balik tabir. Ayat 59 memperluas perintah mengulurkan jilbab kepada istri Nabi, anak perempuannya, dan perempuan mukmin pada umumnya, dengan alasan supaya mereka lebih mudah dikenali dan tidak diganggu. Menyakiti Nabi disamakan dengan menyakiti Allah (ayat 53 dan 57): Ayat 57 menyamakan keduanya dan mengancam laknat di dunia dan akhirat, tanpa menjelaskan apa saja yang termasuk menyakiti. Ayat 53 juga melarang menikahi janda-janda Nabi setelah dia wafat, selamanya. Beban ganda untuk istri-istrinya (ayat 30 sampai 33): Dosa mereka dihitung dua kali lipat (30). Cara mereka berbicara diatur supaya tidak terdengar lembut (32). Mereka diperintahkan tinggal di rumah dan tidak berhias seperti kebiasaan jahiliah (33). Bani Qurayzah (ayat 26 dan 27): Ayat 26 dan 27 mencatat pembunuhan laki-laki dewasa satu suku dan penawanan perempuan serta anak-anaknya, lalu menyebutnya kemenangan yang diberikan Allah, lengkap dengan tanah, rumah, dan harta yang diwarisi. Sebagian besar aturan di surat ini menyangkut satu rumah tangga. Yang tersisa sesudah itu jadi hukum untuk semua orang.

Persentase dihitung dari bagian ayat surat ini yang punya catatan itu (73 ayat). Ketuk kartunya untuk melihat daftar ayatnya.

1-3 : Ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya (Ayat 1-3)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ اتَّقِ اللَّهَ وَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَالْمُنَافِقِينَ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا ١

(33:1) Wahai Nabi! Bertakwalah kepada Allah dan janganlah engkau menuruti (keinginan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun ketika para tokoh musyrik Makkah (Abu Sufyan, 'Ikrimah bin Abi Jahl, dan Abu'l-A'war) datang ke Madinah sebagai tamu dengan jaminan keamanan. Mereka bersekongkol dengan tokoh munafik Abdullah bin Ubayy dan meminta Nabi berhenti menjelekkan berhala (Latta, Uzza, dan Manat), dengan imbalan mereka tidak akan mengganggu Nabi. 'Umar bin Khattab marah dan ingin membunuh mereka, namun Nabi melarang karena ada jaminan keamanan.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

4-6 : Hubungan Keluarga dan Keimanan (Ayat 4-6)

مَا جَعَلَ اللَّهُ لِرَجُلٍ مِنْ قَلْبَيْنِ فِي جَوْفِهِ ۚ وَمَا جَعَلَ أَزْوَاجَكُمُ اللَّائِي تُظَاهِرُونَ مِنْهُنَّ أُمَّهَاتِكُمْ ۚ وَمَا جَعَلَ أَدْعِيَاءَكُمْ أَبْنَاءَكُمْ ۚ ذَٰلِكُمْ قَوْلُكُمْ بِأَفْوَاهِكُمْ ۖ وَاللَّهُ يَقُولُ الْحَقَّ وَهُوَ يَهْدِي السَّبِيلَ ٤

(33:4) Allah tidak menjadikan bagi seseorang dua hati dalam rongganya; dan Dia tidak menjadikan istri-istrimu yang kamu zihar664 itu sebagai ibumu, dan Dia tidak menjadikan anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian itu hanyalah perkataan di mulutmu saja. Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menujukkan jalan (yang benar).

Catatan Depag

*664) Zihar ialah perkataan seorang suami kepada istrinya, "Punggungmu haram bagiku seperti punggung ibuku," atau perkataan lain yang sama maksudnya. Adalah menjadi adat kebiasaan orang Arab Jahiliah bahwa apabila dia berkata demikian kepada istrinya maka istrinya itu haram baginya untuk selama-lamanya. Tetapi setelah Islam datang, maka yang haram untuk selama-lamanya itu dihapuskan dan istri-istri itu kembali halal baginya dengan membayar kafarat (denda).

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun sebagai tanggapan atas kaum munafik yang menuduh Rasulullah mempunyai dua hati: satu hati bersama sahabatnya, dan satu hati bersama kaum munafik. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

ادْعُوهُمْ لِآبَائِهِمْ هُوَ أَقْسَطُ عِنْدَ اللَّهِ ۚ فَإِنْ لَمْ تَعْلَمُوا آبَاءَهُمْ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ وَمَوَالِيكُمْ ۚ وَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ فِيمَا أَخْطَأْتُمْ بِهِ وَلَٰكِنْ مَا تَعَمَّدَتْ قُلُوبُكُمْ ۚ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا ٥

(33:5) Panggillah mereka (anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang adil di sisi Allah. Dan jika kamu tidak mengetahui bapak mereka, maka (panggillah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu.665 Dan tidak ada dosa atasmu jika kamu khilaf tentang itu, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Catatan Depag

*665) Maula-maula ialah hamba sahaya yang sudah dimerdekakan atau seseorang yang telah dijadikan anak angkat, seperti Salim anak angkat Hużaifah, dipanggil Maula Hużaifah.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun untuk menghapus kebiasaan orang-orang di masa itu yang sering memanggil Zayd bin Harithah (anak angkat Nabi) dengan sebutan "Zayd bin Muhammad". Ayat ini mewajibkan umat Islam memanggil anak angkat dengan nama ayah kandung mereka yang sebenarnya. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Ayat ini turun untuk menegur sebagian sahabat yang memanggil Zaid bin Èàrišah dengan Zaid bin Muëammad. Zaid adalah seorang pria yangsejak kecil diasuh dan diangkat anak oleh Nabi. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

النَّبِيُّ أَوْلَىٰ بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ ۖ وَأَزْوَاجُهُ أُمَّهَاتُهُمْ ۗ وَأُولُو الْأَرْحَامِ بَعْضُهُمْ أَوْلَىٰ بِبَعْضٍ فِي كِتَابِ اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ إِلَّا أَنْ تَفْعَلُوا إِلَىٰ أَوْلِيَائِكُمْ مَعْرُوفًا ۚ كَانَ ذَٰلِكَ فِي الْكِتَابِ مَسْطُورًا ٦

(33:6) Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dibandingkan diri mereka sendiri666 dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka. Orang-orang yang mempunyai hubungan darah satu sama lain lebih berhak (waris-mewarisi) di dalam Kitab Allah daripada orang-orang mukmin dan orang-orang Muhajirin, kecuali kalau kamu hendak berbuat baik667 kepada saudara-saudaramu (seagama). Demikianlah telah tertulis dalam Kitab (Allah).

Catatan Depag

*666) Orang-orang mukmin itu mencintai Nabi mereka, lebih dari mencintai diri mereka sendiri dalam segala urusan. 667) Berbuat baik di sini ialah berwasiat yang tidak lebih dari sepertiga harta.

7-8 : Perjanjian dengan Para Nabi (Ayat 7-8)
9-27 : Perang Ahzab/Khandaq (Ayat 9-27)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَاءَتْكُمْ جُنُودٌ فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا وَجُنُودًا لَمْ تَرَوْهَا ۚ وَكَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرًا ٩

(33:9) Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah akan nikmat Allah (yang telah dikaruniakan) kepadamu ketika bala tentara datang kepadamu, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan bala tentara yang tidak dapat terlihat olehmu.670 Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Catatan Depag

*670) Ayat ini menerangkan kisah Ahzab yaitu golongan-golongan yang dihancurkan dalam perang Khandaq karena menentang Allah dan rasul-Nya. Yang dimaksud dengan bala tentara yang tidak dapat kamu lihat ialah para malaikat yang sengaja didatangkan Allah untuk menghancurkan musuh-musuh Allah itu.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

إِذْ جَاءُوكُمْ مِنْ فَوْقِكُمْ وَمِنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَإِذْ زَاغَتِ الْأَبْصَارُ وَبَلَغَتِ الْقُلُوبُ الْحَنَاجِرَ وَتَظُنُّونَ بِاللَّهِ الظُّنُونَا ١٠

(33:10) (Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika penglihatan(mu) terpana dan hatimu menyesak sampai ke tenggorokan671 dan kamu berprasangka yang bukan-bukan terhadap Allah.

Catatan Depag

*671) Menggambarkan bagaimana dahsyatnya perasaan takut dan perasaan gentar pada waktu itu.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَإِذْ قَالَتْ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ يَا أَهْلَ يَثْرِبَ لَا مُقَامَ لَكُمْ فَارْجِعُوا ۚ وَيَسْتَأْذِنُ فَرِيقٌ مِنْهُمُ النَّبِيَّ يَقُولُونَ إِنَّ بُيُوتَنَا عَوْرَةٌ وَمَا هِيَ بِعَوْرَةٍ ۖ إِنْ يُرِيدُونَ إِلَّا فِرَارًا ١٣

(33:13) Dan (ingatlah) ketika segolongan di antara mereka berkata, "Wahai penduduk Yasrib (Madinah)! Tidak ada tempat bagimu, maka kembalilah kamu." Dan sebagian dari mereka meminta izin kepada Nabi (untuk kembali pulang) dengan berkata, "Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka (tidak ada penjaga)." Padahal rumah-rumah itu tidak terbuka, mereka hanyalah hendak lari.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

قُلْ مَنْ ذَا الَّذِي يَعْصِمُكُمْ مِنَ اللَّهِ إِنْ أَرَادَ بِكُمْ سُوءًا أَوْ أَرَادَ بِكُمْ رَحْمَةً ۚ وَلَا يَجِدُونَ لَهُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا ١٧

(33:17) Katakanlah, "Siapakah yang dapat melindungi kamu dari (ketentuan) Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu?" Mereka itu tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong selain Allah.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

قَدْ يَعْلَمُ اللَّهُ الْمُعَوِّقِينَ مِنْكُمْ وَالْقَائِلِينَ لِإِخْوَانِهِمْ هَلُمَّ إِلَيْنَا ۖ وَلَا يَأْتُونَ الْبَأْسَ إِلَّا قَلِيلًا ١٨

(33:18) Sungguh, Allah mengetahui orang-orang yang menghalang-halangi di antara kamu dan orang yang berkata kepada saudara-saudaranya, "Marilah bersama kami." Tetapi mereka datang berperang hanya sebentar.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

أَشِحَّةً عَلَيْكُمْ ۖ فَإِذَا جَاءَ الْخَوْفُ رَأَيْتَهُمْ يَنْظُرُونَ إِلَيْكَ تَدُورُ أَعْيُنُهُمْ كَالَّذِي يُغْشَىٰ عَلَيْهِ مِنَ الْمَوْتِ ۖ فَإِذَا ذَهَبَ الْخَوْفُ سَلَقُوكُمْ بِأَلْسِنَةٍ حِدَادٍ أَشِحَّةً عَلَى الْخَيْرِ ۚ أُولَٰئِكَ لَمْ يُؤْمِنُوا فَأَحْبَطَ اللَّهُ أَعْمَالَهُمْ ۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرًا ١٩

(33:19) Mereka kikir terhadapmu. Apabila datang ketakutan (bahaya), kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik-balik seperti orang yang pingsan karena akan mati, dan apabila ketakutan telah hilang, mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam, sedang mereka kikir untuk berbuat kebaikan. Mereka itu tidak beriman, maka Allah menghapus amalnya. Dan yang demikian itu mudah bagi Allah.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

يَحْسَبُونَ الْأَحْزَابَ لَمْ يَذْهَبُوا ۖ وَإِنْ يَأْتِ الْأَحْزَابُ يَوَدُّوا لَوْ أَنَّهُمْ بَادُونَ فِي الْأَعْرَابِ يَسْأَلُونَ عَنْ أَنْبَائِكُمْ ۖ وَلَوْ كَانُوا فِيكُمْ مَا قَاتَلُوا إِلَّا قَلِيلًا ٢٠

(33:20) Mereka mengira (bahwa) golongan-golongan (yang bersekutu) itu belum pergi, dan jika golongan-golongan (yang bersekutu) itu datang kembali, niscaya mereka ingin berada di dusun-dusun bersama-sama orang Arab Badui, sambil menanyakan berita tentang kamu. Dan sekiranya mereka berada bersamamu, mereka tidak akan berperang, melainkan sebentar saja.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَلَمَّا رَأَى الْمُؤْمِنُونَ الْأَحْزَابَ قَالُوا هَٰذَا مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَصَدَقَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ ۚ وَمَا زَادَهُمْ إِلَّا إِيمَانًا وَتَسْلِيمًا ٢٢

(33:22) Dan ketika orang-orang mukmin melihat golongan-golongan (yang bersekutu) itu, mereka berkata, "Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya672 kepada kita." Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu menambah keimanan dan keislaman mereka.

Catatan Depag

*672) Yang dijanjikan Allah dan Rasul itu ialah kemenangan setelah mengalami kesukaran.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَىٰ نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ ۖ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلًا ٢٣

(33:23) Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Dan di antara mereka ada yang gugur, dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu673 dan mereka sedikit pun tidak mengubah (janjinya).

Catatan Depag

*673) Menunggu apa yang telah Allah janjikan kepadanya.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun memuji para pejuang yang menepati janji mereka kepada Allah. Di antaranya adalah Anas bin Al-Nadr yang menyesal tidak ikut Perang Badar, lalu berjuang habis-habisan di Perang Uhud hingga mati syahid dengan 80 lebih luka tebasan dan tusukan. Ayat ini juga memuji Talhah bin 'Ubayd Allah yang tangannya terluka parah saat melindungi Nabi di Perang Uhud. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Anas bin an-Naýr adalah salah satu sahabat yang mati syahid pada Perang Uhud. Beliau gugur setelah bertempur dengan gagah berani, sesuai sumpahnya kepada Allah setelah ia tidak dapat turut serta dalam Perang Badar. Itulah yang melatarbelakangi turunnya ayat ini. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

لِيَجْزِيَ اللَّهُ الصَّادِقِينَ بِصِدْقِهِمْ وَيُعَذِّبَ الْمُنَافِقِينَ إِنْ شَاءَ أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا ٢٤

(33:24) Agar Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu karena kebenarannya, dan mengazab orang munafik jika Dia kehendaki, atau menerima tobat mereka. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَرَدَّ اللَّهُ الَّذِينَ كَفَرُوا بِغَيْظِهِمْ لَمْ يَنَالُوا خَيْرًا ۚ وَكَفَى اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ الْقِتَالَ ۚ وَكَانَ اللَّهُ قَوِيًّا عَزِيزًا ٢٥

(33:25) Dan Allah menghalau orang-orang kafir itu yang mereka penuh memendam kejengkelan, karena mereka (juga) tidak memperoleh keuntungan apa pun. Cukuplah Allah (yang menolong) menghindarkan orang-orang mukmin dalam peperangan.674 Dan Allah Mahakuat, Mahaperkasa.

Catatan Depag

*674) Dalam Perang Khandaq, orang mukmin tidak berperang, karena Allah telah menghalau mereka dengan mengirimkan angin dan malaikat.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَأَنْزَلَ الَّذِينَ ظَاهَرُوهُمْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ مِنْ صَيَاصِيهِمْ وَقَذَفَ فِي قُلُوبِهِمُ الرُّعْبَ فَرِيقًا تَقْتُلُونَ وَتَأْسِرُونَ فَرِيقًا ٢٦

(33:26) Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani Quraiẓah) yang membantu mereka (golongan-golongan yang bersekutu) dari benteng-benteng mereka, dan Dia memasukkan rasa takut ke dalam hati mereka. Sebagian mereka kamu bunuh dan sebagian yang lain kamu tawan.675

Catatan Depag

*675) Setelah golongan-golongan yang bersekutu itu kocar-kacir, maka Allah memerintahkan Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- untuk menghancurkan Bani Quraiẓah (salah satu kabilah Yahudi di Madinah) dan menghalau mereka dari benteng-benteng mereka, kemudian seluruh laki-laki yang ikut berperang dibunuh, perempuan dan anak-anak ditawan.

وَأَوْرَثَكُمْ أَرْضَهُمْ وَدِيَارَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ وَأَرْضًا لَمْ تَطَئُوهَا ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرًا ٢٧

(33:27) Dan Dia mewariskan kepadamu tanah-tanah, rumah-rumah dan harta benda mereka, dan (begitu pula) tanah yang belum kamu injak.676 Dan Allah Mahakuasa terhadap segala sesuatu.

Catatan Depag

*676) Tanah-tanah yang akan dimasuki oleh tentara Islam.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

28-34 : Etika Keluarga Nabi (Ayat 28-34)

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ إِنْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا فَتَعَالَيْنَ أُمَتِّعْكُنَّ وَأُسَرِّحْكُنَّ سَرَاحًا جَمِيلًا ٢٨

(33:28) Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, "Jika kamu menginginkan kehidupan di dunia dan perhiasannya, maka kemarilah agar kuberikan kepadamu mut'ah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik."

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ مَنْ يَأْتِ مِنْكُنَّ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ يُضَاعَفْ لَهَا الْعَذَابُ ضِعْفَيْنِ ۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرًا ٣٠

(33:30) Wahai istri-istri Nabi! Barangsiapa di antara kamu yang mengerjakan perbuatan keji yang nyata, niscaya azabnya akan dilipatgandakan dua kali lipat kepadanya. Dan yang demikian itu, mudah bagi Allah.

وَمَنْ يَقْنُتْ مِنْكُنَّ لِلَّهِ وَرَسُولِهِ وَتَعْمَلْ صَالِحًا نُؤْتِهَا أَجْرَهَا مَرَّتَيْنِ وَأَعْتَدْنَا لَهَا رِزْقًا كَرِيمًا ٣١

(33:31) Dan barangsiapa di antara kamu (istri-istri Nabi) tetap taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengerjakan kebajikan, niscaya Kami berikan pahala kepadanya dua kali lipat dan Kami sediakan rezeki yang mulia baginya.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِنَ النِّسَاءِ ۚ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَعْرُوفًا ٣٢

(33:32) Wahai istri-istri Nabi! Kamu tidak seperti perempuan-perempuan yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk (melemah lembutkan suara)677 dalam berbicara sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya,678 dan ucapkanlah perkataan yang baik,

Catatan Depag

*677) Berbicara dengan sikap yang menimbulkan orang bertindak yang tidak baik terhadap mereka. 678) Orang yang mempunyai niat berbuat serong dengan perempuan seperti melakukan zina.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ ۖ وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا ٣٣

(33:33) Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu679 dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliah dahulu,680 dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai ahlulbait681 dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.

Catatan Depag

*679) Istri-istri Rasul agar tetap dirumah, dan keluar rumah bila ada keperluan yang dibenarkan oleh syarak. 680) "Jahiliah dahulu" ialah jahiliah kekafiran yang terdapat sebelum zaman Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Dan yang dimaksud dengan "jahiliah sekarang" ialah jahiliah kemaksiatan, yang terjadi setelah datangnya Islam. 681) Ahlulbait yaitu keluarga Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini (dikenal sebagai ayat Tathir) turun berkenaan dengan lima orang, yaitu: Nabi Muhammad SAW, 'Ali, Fatimah, Hasan, dan Husain. Ketika mereka berkumpul untuk makan bersama di rumah Umm Salamah, Nabi menyelimuti mereka dengan kain khaybar dan berdoa memohon agar Allah menyucikan Ahli Bait-nya. (Beberapa mufasir juga berpendapat ini mencakup para istri Nabi).

35 : Pahala bagi Muslim dan Muslimah (Ayat 35)

إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا ٣٥

(33:35) Sungguh, laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun karena Asma' bint Umays (setelah pulang dari Habasyah) serta beberapa Muslimah lainnya mengeluh kepada istri-istri Nabi bahwa kaum wanita merasa kecewa karena Al-Qur'an tampaknya hanya banyak memuji kaum laki-laki. Allah kemudian menurunkan ayat ini yang secara eksplisit menyebutkan pahala dan kemuliaan laki-laki dan perempuan mukmin secara setara. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Suatu hari Ummu Salamah mengeluh kepada Nabi karena kaum wanitatidak pernah disebut-sebut dalam Al-Qur’an, tidak seperti kaum lelaki. Ayat ini turun untuk menanggapi keluhan itu. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

36-37 : Kepatuhan kepada Allah dan Rasul-Nya (Ayat 36-37)

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ ۗ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا ٣٦

(33:36) Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia telah tersesat dengan kesesatan yang nyata.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Zainab binti Jaësy sangat ingin dinikahi oleh Nabi. Karena itu, ketika beliau justru memintanya untuk menikah dengan Zaid bin Èàrišah, seorangbudak yang dimerdekakan Nabi, ia menolak dengan tegas karena menganggap status sosialnya lebih tinggi daripada Zaid. Setelah ayat ini turun, Zainab pun rela menikah dengan Zaid. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

وَإِذْ تَقُولُ لِلَّذِي أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَأَنْعَمْتَ عَلَيْهِ أَمْسِكْ عَلَيْكَ زَوْجَكَ وَاتَّقِ اللَّهَ وَتُخْفِي فِي نَفْسِكَ مَا اللَّهُ مُبْدِيهِ وَتَخْشَى النَّاسَ وَاللَّهُ أَحَقُّ أَنْ تَخْشَاهُ ۖ فَلَمَّا قَضَىٰ زَيْدٌ مِنْهَا وَطَرًا زَوَّجْنَاكَهَا لِكَيْ لَا يَكُونَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ حَرَجٌ فِي أَزْوَاجِ أَدْعِيَائِهِمْ إِذَا قَضَوْا مِنْهُنَّ وَطَرًا ۚ وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ مَفْعُولًا ٣٧

(33:37) Dan (ingatlah), ketika engkau (Muhammad) berkata kepada orang yang telah diberi nikmat oleh Allah dan engkau (juga) telah memberi nikmat kepadanya, "Pertahankanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah," sedang engkau menyembunyikan di dalam hatimu apa yang akan ditampakkan oleh Allah, dan engkau takut kepada manusia, padahal Allah lebih berhak engkau takuti. Maka ketika Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami nikahkan engkau dengan dia (Zainab)682 agar tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (menikahi) istri-istri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya terhadap istrinya. Dan ketetapan Allah itu pasti terjadi.

Catatan Depag

*682) Setelah habis idahnya.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Rumah tangga Zainab binti Jaësy dengan Zaid bin Èàrišah berjalan kurang harmonis. Ketika sang suami mengadukan hal tersebut kepada Nabi, beliau memintanya untuk tetap mempertahankan rumah tangganya. Ayat diatas turun berkaitan dengan peristiwa ini. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

38-48 : Tugas dan Kedudukan Nabi Muhammad (Ayat 38-48)

مَا كَانَ عَلَى النَّبِيِّ مِنْ حَرَجٍ فِيمَا فَرَضَ اللَّهُ لَهُ ۖ سُنَّةَ اللَّهِ فِي الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلُ ۚ وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ قَدَرًا مَقْدُورًا ٣٨

(33:38) Tidak ada keberatan apa pun pada Nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai sunah Allah pada nabi-nabi yang telah terdahulu. Dan ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku,

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

الَّذِينَ يُبَلِّغُونَ رِسَالَاتِ اللَّهِ وَيَخْشَوْنَهُ وَلَا يَخْشَوْنَ أَحَدًا إِلَّا اللَّهَ ۗ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ حَسِيبًا ٣٩

(33:39) (yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah,683 mereka takut kepada-Nya dan tidak merasa takut kepada siapa pun selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan.

Catatan Depag

*683) Para rasul yang menyampaikan syariat-syariat Allah kepada manusia.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَٰكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا ٤٠

(33:40) Muhammad itu bukanlah bapak dari seseorang di antara kamu,684 tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Catatan Depag

*684) Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bukanlah ayah dari salah seorang sahabat, karena itu janda Zaid (Zainab) dapat dinikahi oleh Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-.

هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۚ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا ٤٣

(33:43) Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan para malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), agar Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun setelah Allah memerintahkan malaikat bersalawat kepada Nabi (ayat 56). Abu Bakar kemudian mencatat bahwa Allah tidak pernah memberikan kebaikan kepada Nabi kecuali umatnya pun ikut mendapat bagian di dalamnya. Sebagai pembenaran, Allah menurunkan ayat ini yang menyatakan bahwa Allah dan malaikat-Nya juga bersalawat (memberi rahmat) kepada orang-orang beriman.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

49-52 : Pernikahan dan Perceraian (Ayat 49-52)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نَكَحْتُمُ الْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ طَلَّقْتُمُوهُنَّ مِنْ قَبْلِ أَنْ تَمَسُّوهُنَّ فَمَا لَكُمْ عَلَيْهِنَّ مِنْ عِدَّةٍ تَعْتَدُّونَهَا ۖ فَمَتِّعُوهُنَّ وَسَرِّحُوهُنَّ سَرَاحًا جَمِيلًا ٤٩

(33:49) Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu menikahi perempuan-perempuan mukmin, kemudian kamu ceraikan mereka sebelum kamu mencampurinya maka tidak ada masa idah atas mereka yang perlu kamu perhitungkan. Namun berilah mereka mut'ah dan lepaskanlah mereka itu dengan cara yang sebaik-baiknya.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَحْلَلْنَا لَكَ أَزْوَاجَكَ اللَّاتِي آتَيْتَ أُجُورَهُنَّ وَمَا مَلَكَتْ يَمِينُكَ مِمَّا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَيْكَ وَبَنَاتِ عَمِّكَ وَبَنَاتِ عَمَّاتِكَ وَبَنَاتِ خَالِكَ وَبَنَاتِ خَالَاتِكَ اللَّاتِي هَاجَرْنَ مَعَكَ وَامْرَأَةً مُؤْمِنَةً إِنْ وَهَبَتْ نَفْسَهَا لِلنَّبِيِّ إِنْ أَرَادَ النَّبِيُّ أَنْ يَسْتَنْكِحَهَا خَالِصَةً لَكَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ ۗ قَدْ عَلِمْنَا مَا فَرَضْنَا عَلَيْهِمْ فِي أَزْوَاجِهِمْ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ لِكَيْلَا يَكُونَ عَلَيْكَ حَرَجٌ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا ٥٠

(33:50) Wahai Nabi! Sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu istri-istrimu yang telah engkau berikan maskawinnya dan hamba sahaya yang engkau miliki, termasuk apa yang engkau peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu yang turut hijrah bersamamu, dan perempuan mukmin yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi ingin menikahinya, sebagai kekhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin. Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka tentang istri-istri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki agar tidak menjadi kesempitan bagimu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ada keinginan dalam diri Nabi untuk menikahi sepupu beliau yang bernama Ummu Hàni’ binti Abù Íàlib yang ketika itu tidak ikut berhijrah ke Madinah. Dengan turunnya ayat ini Allah hendak menegaskan keharamanbagi beliau menikahi wanita yang tidak berhijrah bersamanya ke Madinah. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

تُرْجِي مَنْ تَشَاءُ مِنْهُنَّ وَتُؤْوِي إِلَيْكَ مَنْ تَشَاءُ ۖ وَمَنِ ابْتَغَيْتَ مِمَّنْ عَزَلْتَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكَ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ تَقَرَّ أَعْيُنُهُنَّ وَلَا يَحْزَنَّ وَيَرْضَيْنَ بِمَا آتَيْتَهُنَّ كُلُّهُنَّ ۚ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا فِي قُلُوبِكُمْ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَلِيمًا ٥١

(33:51) Engkau boleh menangguhkan (menggauli) siapa yang engkau kehendaki di antara mereka (para istrimu) dan (boleh pula) menggauli siapa (di antara mereka) yang engkau kehendaki. Dan siapa yang engkau ingini untuk menggaulinya kembali dari istri-istrimu yang telah engkau sisihkan, maka tidak ada dosa bagimu. Yang demikian itu lebih dekat untuk ketenangan hati mereka, dan mereka tidak merasa sedih, dan mereka rela dengan apa yang telah engkau berikan kepada mereka semuanya. Dan Allah mengetahui apa yang (tersimpan) dalam hatimu. Dan Allah Maha Mengetahui, Maha Penyantun.686

Catatan Depag

*686) Menurut riwayat, pada suatu ketika istri-istri Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- ada yang cemburu, dan ada yang meminta tambahan belanja. Maka Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- memutuskan hubungan dengan mereka sampai sebulan lamanya. Oleh karena takut diceraikan Nabi, maka mereka datang kepada Nabi menyatakan kerelaannya atas apa saja yang akan diperbuat Nabi terhadap mereka. Turunnya ayat ini memberikan izin kepada Nabi untuk menggauli siapa yang dikehendakinya dari istri-istrinya atau tidak menggaulinya; dan juga memberi izin kepada Nabi untuk rujuk kepada istri-istrinya sekiranya ada istrinya yang sudah diceraikannya.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun ketika sebagian istri Nabi merasa cemburu satu sama lain dan sempat menuntut tambahan nafkah hingga Nabi menjauhi mereka selama sebulan. Setelah Allah menyuruh mereka memilih antara dunia dan akhirat, Allah menurunkan ayat ini untuk memberikan keluasan dan wewenang penuh kepada Nabi dalam mengatur jadwal gilirannya (menunda atau mendahulukan siapa pun) agar mereka senantiasa rida. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) ‘À’isyah menganggap para wanita yang menawarkan diri untuk diperistri Nabi tidak tahu malu. Menanggapi hal ini, turunlah ayat di atas dalam rangka memberi Nabi kebebasan untuk menikahi atau tidak menikahi mereka. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

لَا يَحِلُّ لَكَ النِّسَاءُ مِنْ بَعْدُ وَلَا أَنْ تَبَدَّلَ بِهِنَّ مِنْ أَزْوَاجٍ وَلَوْ أَعْجَبَكَ حُسْنُهُنَّ إِلَّا مَا مَلَكَتْ يَمِينُكَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ رَقِيبًا ٥٢

(33:52) Tidak halal bagimu (Muhammad) menikahi perempuan-perempuan (lain) setelah itu, dan tidak boleh (pula) mengganti mereka dengan istri-istri (yang lain), meskipun kecantikannya menarik hatimu kecuali perempuan-perempuan (hamba sahaya) yang engkau miliki. Dan Allah Maha Mengawasi segala sesuatu.

53-55 : Tata Krama dalam Rumah Nabi (Ayat 53-55)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتَ النَّبِيِّ إِلَّا أَنْ يُؤْذَنَ لَكُمْ إِلَىٰ طَعَامٍ غَيْرَ نَاظِرِينَ إِنَاهُ وَلَٰكِنْ إِذَا دُعِيتُمْ فَادْخُلُوا فَإِذَا طَعِمْتُمْ فَانْتَشِرُوا وَلَا مُسْتَأْنِسِينَ لِحَدِيثٍ ۚ إِنَّ ذَٰلِكُمْ كَانَ يُؤْذِي النَّبِيَّ فَيَسْتَحْيِي مِنْكُمْ ۖ وَاللَّهُ لَا يَسْتَحْيِي مِنَ الْحَقِّ ۚ وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ۚ ذَٰلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ ۚ وَمَا كَانَ لَكُمْ أَنْ تُؤْذُوا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا أَنْ تَنْكِحُوا أَزْوَاجَهُ مِنْ بَعْدِهِ أَبَدًا ۚ إِنَّ ذَٰلِكُمْ كَانَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمًا ٥٣

(33:53) Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali jika kamu diizinkan untuk makan tanpa menunggu waktu masak (makanannya),687 tetapi jika kamu dipanggil maka masuklah dan apabila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mengganggu Nabi sehingga dia (Nabi) malu kepadamu (untuk menyuruhmu keluar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari balik tabir. (Cara) yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak boleh (pula) menikahi istri-istrinya selama-lamanya setelahnya (Nabi wafat). Sungguh, yang demikian itu sangat besar (dosanya) di sisi Allah.

Catatan Depag

*687) Ayat ini melarang sahabat masuk ke rumah Rasulullah untuk makan sambil menunggu-nunggu waktu makannya Rasulullah.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini (ayat Hijab) turun setelah acara resepsi pernikahan Nabi dengan Zaynab bint Jahsh. Ada tiga orang tamu yang terus duduk mengobrol dan enggan pulang sehingga membuat Nabi sangat sungkan dan tidak nyaman. Nabi sampai harus keluar masuk ruangan berulang kali. Akhirnya Nabi menarik tirai pembatas, lalu turunlah aturan etika bertamu ke rumah Nabi. Ayat ini juga melarang keras siapa pun menikahi istri Nabi kelak jika beliau wafat, sebagai teguran kepada seorang tokoh (Talhah) yang pernah berniat menikahi 'Aisyah jika Nabi tiada. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Ketika Rasulullah menikahi Zainab binti Jaësy, beliau mengundang beberapa sahabatnya. Mereka lalu duduk-duduk dan berbincang sangat lamadi rumah beliau. Hal itu membuat beliau merasa kurang nyaman, namun beliau juga segan meminta mereka meninggalkan rumahnya. Ayat ini lantas turun untuk meminta para sahabat segera berpamitan dan meninggalkan rumah beliau begitu urusan mereka telah usai. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

لَا جُنَاحَ عَلَيْهِنَّ فِي آبَائِهِنَّ وَلَا أَبْنَائِهِنَّ وَلَا إِخْوَانِهِنَّ وَلَا أَبْنَاءِ إِخْوَانِهِنَّ وَلَا أَبْنَاءِ أَخَوَاتِهِنَّ وَلَا نِسَائِهِنَّ وَلَا مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ ۗ وَاتَّقِينَ اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدًا ٥٥

(33:55) Tidak ada dosa atas istri-istri Nabi (untuk berjumpa tanpa tabir) dengan bapak-bapak mereka, anak laki-laki mereka, saudara laki-laki mereka, anak laki-laki dari saudara laki-laki mereka, anak laki-laki dari saudara perempuan mereka, perempuan-perempuan mereka (yang beriman) dan hamba sahaya yang mereka miliki, dan bertakwalah kamu (istri-istri Nabi) kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

56-58 : Penghormatan kepada Nabi (Ayat 56-58)

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا ٥٦

(33:56) Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi.688 Wahai orang-orang yang beriman! Berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.689

Catatan Depag

*688) Selawat dari Allah berarti memberi rahmat; dari malaikat memohonkan ampunan dan kalau dari orang-orang mukmin berarti berdoa agar diberi rahmat seperti dengan perkataan, Allāhumma salli 'alā Muhammad. 689) Dengan mengucapkan perkataan seperti Assalāmu'alaika ayyuhan Nabi, artinya semoga keselamatan kepadamu wahai Nabi.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun karena sahabat seperti Ka'b bin 'Ujrah bertanya kepada Nabi. Mereka berkata, "Kami sudah tahu cara memberi salam kepadamu (dalam tasyahud), tetapi bagaimana cara kami bersalawat kepadamu?" Kemudian turunlah perintah bagi orang beriman untuk bersalawat kepada Nabi.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

إِنَّ الَّذِينَ يُؤْذُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَأَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا مُهِينًا ٥٧

(33:57) Sesungguhnya (terhadap) orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah akan melaknatnya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan azab yang menghinakan bagi mereka.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا ٥٨

(33:58) Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, tanpa ada kesalahan yang mereka perbuat, maka sungguh, mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun berkaitan dengan kebiasaan orang-orang fasik dan munafik di Madinah yang suka berkeliaran di malam hari untuk menggoda atau melecehkan budak-budak wanita yang sedang buang hajat. Kadang-kadang mereka salah sasaran dan mengganggu wanita merdeka/beriman yang tidak tertutup rapat. Riwayat lain juga menyebut ayat ini turun membela 'Ali bin Abi Thalib yang sering dijelek-jelekkan oleh orang munafik, atau tentang 'Umar yang memukul wanita beriman yang auratnya terbuka. Berikut adalah kelanjutan daftar sebab turunnya ayat untuk Tahap 6, disajikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan format yang kamu minta: Surah Ya-Sin (36) 36:12 Ayat ini turun berkenaan dengan Bani Salamah yang tempat tinggalnya berada di ujung pinggiran kota Madinah. Mereka berencana memindahkan rumah mereka agar lebih dekat ke masjid Nabi. Namun Nabi menyuruh mereka tetap tinggal di sana karena setiap jejak langkah mereka berjalan menuju masjid dicatat sebagai pahala.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

59 : Aurat dan Perlindungan Perempuan (Ayat 59)
60-62 : Ancaman bagi Orang Munafik (Ayat 60-62)
63-68 : Hari Kiamat (Ayat 63-68)
69-73 : Kehormatan dan Ketakwaan (Ayat 69-73)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ آذَوْا مُوسَىٰ فَبَرَّأَهُ اللَّهُ مِمَّا قَالُوا ۚ وَكَانَ عِنْدَ اللَّهِ وَجِيهًا ٦٩

(33:69) Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu seperti orang-orang yang menyakiti Musa, maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka lontarkan. Dan dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah.

إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ ۖ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا ٧٢

(33:72) Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanah itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya (berat), lalu amanah itu dipikul oleh manusia. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh,

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

لِيُعَذِّبَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِ وَيَتُوبَ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا ٧٣

(33:73) sehingga Allah akan mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan; dan Allah akan menerima tobat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.