Al-Ahzab (Golongan Yang Bersekutu) Ayat 38

Bacaan

TopikTugas dan Kedudukan Nabi Muhammad (Ayat 38-48)

مَا كَانَ عَلَى النَّبِيِّ مِنْ حَرَجٍ فِيمَا فَرَضَ اللَّهُ لَهُ ۖ سُنَّةَ اللَّهِ فِي الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلُ ۚ وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ قَدَرًا مَقْدُورًا

(33:38) Tidak ada keberatan apa pun pada Nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai sunah Allah pada nabi-nabi yang telah terdahulu. Dan ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku,

Cacat Logika

Special Pleading: Menetapkan bahwa 'tidak ada keberatan apa pun pada Nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah' menciptakan kekebalan hukum ilahi bagi Muhammad atas tindakan-tindakannya — termasuk pernikahan dengan Zainab binti Jahsy (istri anak angkatnya).

Moral

Impunitas Berbasis Wahyu: Klausul ilahi yang membebaskan Nabi dari semua keberatan etis menciptakan preseden berbahaya bahwa pemimpin agama dapat membenarkan tindakan apapun atas nama ketetapan Allah. Ini adalah struktur kekuasaan yang rentan disalahgunakan.