Bacaan
TopikHubungan Keluarga dan Keimanan (Ayat 4-6)
النَّبِيُّ أَوْلَىٰ بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ ۖ وَأَزْوَاجُهُ أُمَّهَاتُهُمْ ۗ وَأُولُو الْأَرْحَامِ بَعْضُهُمْ أَوْلَىٰ بِبَعْضٍ فِي كِتَابِ اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ إِلَّا أَنْ تَفْعَلُوا إِلَىٰ أَوْلِيَائِكُمْ مَعْرُوفًا ۚ كَانَ ذَٰلِكَ فِي الْكِتَابِ مَسْطُورًا
Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dibandingkan diri mereka sendiri666) dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka. Orang-orang yang mempunyai hubungan darah satu sama lain lebih berhak (waris-mewarisi) di dalam Kitab Allah daripada orang-orang mukmin dan orang-orang Muhajirin, kecuali kalau kamu hendak berbuat baik667) kepada saudara-saudaramu (seagama). Demikianlah telah tertulis dalam Kitab (Allah).
Catatan Depag
*666) Orang-orang mukmin itu mencintai Nabi mereka, lebih dari mencintai diri mereka sendiri dalam segala urusan. 667) Berbuat baik di sini ialah berwasiat yang tidak lebih dari sepertiga harta.
Moral Concern
(33:6): Memberikan otoritas diktatorial kepada Nabi yang melebihi hak kebebasan individu atas diri mereka sendiri, serta membangun hierarki yang memprioritaskan nepotisme (hubungan darah) di atas ikatan solidaritas komunal.
Contradiction
Kontradiksi Status Muhammad sebagai Bapak: Ayat ini menyatakan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka — bertentangan dengan 33:40 yang menyatakan Muhammad bukan bapak siapa pun, karena istri sebagai ibu secara logika mengimplikasikan Muhammad sebagai bapak.

