Bacaan
TopikKepatuhan kepada Allah dan Rasul-Nya (Ayat 36-37)
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ ۗ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا
(33:36) Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia telah tersesat dengan kesesatan yang nyata.
Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi
Zainab binti Jaësy sangat ingin dinikahi oleh Nabi. Karena itu, ketika beliau justru memintanya untuk menikah dengan Zaid bin Èàrišah, seorangbudak yang dimerdekakan Nabi, ia menolak dengan tegas karena menganggap status sosialnya lebih tinggi daripada Zaid. Setelah ayat ini turun, Zainab pun rela menikah dengan Zaid. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
Cacat Logika
Pilihan ditiadakan lebih dulu. Disebutkan tidak ada pilihan lain bagi orang beriman apabila Allah dan rasul-Nya sudah memutuskan suatu perkara. Kalimat itu jatuh persis di tengah perkara pernikahan Zainab, dan yang ditutup bukan cuma bantahan atas keputusannya, tapi hak mempersoalkannya.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

