Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini (dikenal sebagai ayat Tathir) turun berkenaan dengan lima orang, yaitu: Nabi Muhammad SAW, 'Ali, Fatimah, Hasan, dan Husain. Ketika mereka berkumpul untuk makan bersama di rumah Umm Salamah, Nabi menyelimuti mereka dengan kain khaybar dan berdoa memohon agar Allah menyucikan Ahli Bait-nya. (Beberapa mufasir juga berpendapat ini mencakup para istri Nabi).
TopikEtika Keluarga Nabi (Ayat 28-34)
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ ۖ وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا
Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu679) dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliah dahulu,680) dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai ahlulbait681) dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.
Catatan Depag
*679) Istri-istri Rasul agar tetap dirumah, dan keluar rumah bila ada keperluan yang dibenarkan oleh syarak. 680) "Jahiliah dahulu" ialah jahiliah kekafiran yang terdapat sebelum zaman Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Dan yang dimaksud dengan "jahiliah sekarang" ialah jahiliah kemaksiatan, yang terjadi setelah datangnya Islam. 681) Ahlulbait yaitu keluarga Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-.
Kritik
Perintah agar perempuan berdiam di rumah dan tidak pamer riasan (bersolek) seperti pada "zaman Jahiliyah pertama" sebenarnya diadaptasi dari mitos Book of Watchers (Kitab Henokh). Dalam literatur sekte apokrifa ini, malaikat-malaikat yang jatuh ke bumilah yang pertama kali mengajarkan wanita cara memakai perhiasan dan riasan wajah; motif ini kemudian ditiru mentah-mentah oleh penulis teks seolah-olah hal tersebut adalah rekam jejak kebiasaan "barbar" bangsa Arab pra-Islam. (Patricia Crone, The Book of Watchers in the Qur’an).

