Qurai

Surat 60

Al-Mumtahanah

الممتحنة

Wanita Yang Diuji, terdiri dari 13 ayat dan turun di Madinah.

Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-91 setelah Al-Ahzab sebelum An-Nisa'.

Al-Mumtahanah berarti perempuan yang diuji, dan pengujiannya hanya berlaku untuk perempuan. Ujian untuk perempuan yang berhijrah (ayat 10): Ayat 10 memerintahkan menguji perempuan mukmin yang datang berhijrah sebelum menerima mereka. Laki-laki yang datang dengan cara yang sama tidak dikenai pemeriksaan seperti itu. Perjanjian yang dikecualikan untuk satu pihak (ayat 10): Perjanjian Hudaibiyah mewajibkan mengembalikan orang Mekah yang menyeberang ke Madinah. Ayat 10 mengecualikan perempuan dari kewajiban itu, dan memerintahkan mengembalikan mahar yang sudah dibayar suami mereka. Yang dikembalikan uangnya, bukan orangnya. Memutus hubungan dengan keluarga (ayat 1 sampai 4): Ayat 1 melarang menjadikan musuh Allah dan musuh kalian sebagai teman setia. Ayat 4 menjadikan Ibrahim sebagai teladan karena berkata kepada kaumnya: kami berlepas diri dari kalian, dan telah nyata permusuhan selamanya sampai kalian beriman kepada Allah saja. Pengecualian yang letaknya di belakang (ayat 8 dan 9): Ayat 8 menyatakan Allah tidak melarang berbuat baik dan berlaku adil kepada orang yang tidak memerangi kalian dan tidak mengusir kalian. Ayat itu sering dikutip sebagai bukti toleransi, dan letaknya sesudah empat ayat yang memerintahkan berlepas diri. Baiat yang dirinci khusus untuk perempuan (ayat 12): Ayat 12 memerinci syarat baiat perempuan: tidak menyekutukan Allah, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak, tidak mengada-adakan kebohongan, dan tidak mendurhakai perintah. Baiat laki-laki tidak pernah dirinci sedetail itu di mana pun. Surat ini dinamai dari sebuah ujian, dan yang diuji cuma satu jenis kelamin.

Persentase dihitung dari bagian ayat surat ini yang punya catatan itu (13 ayat). Ketuk kartunya untuk melihat daftar ayatnya.

1-2 : Larangan Menjadikan Musuh Allah sebagai Teman (1-2)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاءَ تُلْقُونَ إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَقَدْ كَفَرُوا بِمَا جَاءَكُمْ مِنَ الْحَقِّ يُخْرِجُونَ الرَّسُولَ وَإِيَّاكُمْ ۙ أَنْ تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ رَبِّكُمْ إِنْ كُنْتُمْ خَرَجْتُمْ جِهَادًا فِي سَبِيلِي وَابْتِغَاءَ مَرْضَاتِي ۚ تُسِرُّونَ إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَأَنَا أَعْلَمُ بِمَا أَخْفَيْتُمْ وَمَا أَعْلَنْتُمْ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْهُ مِنْكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاءَ السَّبِيلِ ١

(60:1) Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan musuh-Ku dan musuhmu sebagai teman-teman setia sehingga kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal mereka telah ingkar kepada kebenaran yang disampaikan kepadamu. Mereka mengusir Rasul dan kamu sendiri karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad di jalan-Ku dan mencari keridaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang, dan Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, maka sungguh dia telah tersesat dari jalan yang lurus.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun berkenaan dengan Hatib bin Abi Balta'ah yang diam-diam mengirimkan surat rahasia lewat seorang penyanyi wanita kepada tokoh musyrik Makkah. Surat itu membocorkan rencana Nabi untuk menaklukkan Makkah, yang dilakukan Hatib semata-mata demi mencari perlindungan untuk keluarganya yang tertinggal di Makkah. Meski Umar ingin memenggalnya, Nabi memaafkannya karena Hatib adalah pahlawan Perang Badar. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Rasulullah mengutus tiga sahabatnya untuk mencegat kurir perempuan yang hendak menyampaikan surat kepada kaum musyrik di Mekah. Disurat itu tertulis permintaan seorang muslim di Madinah kepada kaum musyrik di Mekah untuk menjaga keluarganya. Sebagai imbalannya, ia memberitahu mereka detail hal-hal yang direncanakan oleh Rasulullah.Inilah kejadian yang berkaitan dengan turunnya ayat di atas. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

3-6 : Teladan dari Ibrahim dan Pengikutnya (3-6)

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّىٰ تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ إِلَّا قَوْلَ إِبْرَاهِيمَ لِأَبِيهِ لَأَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ وَمَا أَمْلِكُ لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ ۖ رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ ٤

(60:4) Sungguh, telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengannya, ketika mereka berkata kepada kaumnya, "Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami mengingkari (kekafiran)mu, dan telah nyata antara kami dan kamu ada permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja," kecuali perkataan Ibrahim kepada ayahnya,838 "Sungguh, aku akan memohonkan ampunan bagimu, namun aku sama sekali tidak dapat menolak (siksaan) Allah terhadapmu." (Ibrahim berkata), "Ya Tuhan kami, hanya kepada Engkau kami bertawakal dan hanya kepada Engkau kami bertobat serta hanya kepada Engkaulah kami kembali,

Catatan Depag

*838) Nabi Ibrahim pernah memintakan ampunan untuk ayahnya yang musyrik kepada Allah. Ini tidak boleh ditiru, karena Allah tidak membenarkan orang mukmin memintakan ampunan untuk orang-orang kafir (lihat surah An-Nisā`: 48).

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيهِمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ ۚ وَمَنْ يَتَوَلَّ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ ٦

(60:6) Sungguh, pada mereka itu (Ibrahim dan umatnya) terdapat suri teladan yang baik bagimu; (yaitu) bagi orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan pada) hari kemudian. Dan barangsiapa berpaling, maka sesungguhnya Allah, Dialah Yang Mahakaya, Maha Terpuji.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun untuk memberikan keringanan kepada umat Islam yang merasa berat harus memusuhi seluruh keluarga mereka yang musyrik. Salah satunya merespons Asma' binti Abu Bakar yang awalnya menolak kedatangan ibu kandungnya yang masih musyrik dan membawa hadiah. Ayat ini mengizinkan umat Islam berbuat baik kepada orang musyrik yang tidak memerangi mereka.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

7-9 : Kemungkinan Rekonsiliasi dan Keadilan (7-9)

عَسَى اللَّهُ أَنْ يَجْعَلَ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ الَّذِينَ عَادَيْتُمْ مِنْهُمْ مَوَدَّةً ۚ وَاللَّهُ قَدِيرٌ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ ٧

(60:7) Mudah-mudahan Allah menumbuhkan kasih sayang di antara kamu dengan orang-orang yang pernah kamu musuhi di antara mereka. Allah Mahakuasa. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun untuk memberikan keringanan kepada umat Islam yang merasa berat harus memusuhi seluruh keluarga mereka yang musyrik. Salah satunya merespons Asma' binti Abu Bakar yang awalnya menolak kedatangan ibu kandungnya yang masih musyrik dan membawa hadiah. Ayat ini mengizinkan umat Islam berbuat baik kepada orang musyrik yang tidak memerangi mereka.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ ٨

(60:8) Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun untuk memberikan keringanan kepada umat Islam yang merasa berat harus memusuhi seluruh keluarga mereka yang musyrik. Salah satunya merespons Asma' binti Abu Bakar yang awalnya menolak kedatangan ibu kandungnya yang masih musyrik dan membawa hadiah. Ayat ini mengizinkan umat Islam berbuat baik kepada orang musyrik yang tidak memerangi mereka. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Ipar Nabi, Asmà’ binti Abù Bakr, mempertanyakan bolehnya ia menerima kunjungan ibunya yang saat itu masih kafir. Allah lalu menurunkan ayat ini untuk menjawab pertanyaannya. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

إِنَّمَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ قَاتَلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَأَخْرَجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ وَظَاهَرُوا عَلَىٰ إِخْرَاجِكُمْ أَنْ تَوَلَّوْهُمْ ۚ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ ٩

(60:9) Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan (mereka) sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu dalam urusan agama dan mengusir kamu dari kampung halamanmu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, mereka itulah orang yang zalim.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

10-11 : Petunjuk Mengenai Wanita Beriman yang Berhijrah (10-11)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا جَاءَكُمُ الْمُؤْمِنَاتُ مُهَاجِرَاتٍ فَامْتَحِنُوهُنَّ ۖ اللَّهُ أَعْلَمُ بِإِيمَانِهِنَّ ۖ فَإِنْ عَلِمْتُمُوهُنَّ مُؤْمِنَاتٍ فَلَا تَرْجِعُوهُنَّ إِلَى الْكُفَّارِ ۖ لَا هُنَّ حِلٌّ لَهُمْ وَلَا هُمْ يَحِلُّونَ لَهُنَّ ۖ وَآتُوهُمْ مَا أَنْفَقُوا ۚ وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ أَنْ تَنْكِحُوهُنَّ إِذَا آتَيْتُمُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ ۚ وَلَا تُمْسِكُوا بِعِصَمِ الْكَوَافِرِ وَاسْأَلُوا مَا أَنْفَقْتُمْ وَلْيَسْأَلُوا مَا أَنْفَقُوا ۚ ذَٰلِكُمْ حُكْمُ اللَّهِ ۖ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ ۚ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ ١٠

(60:10) Wahai orang-orang yang beriman! Apabila perempuan-perempuan mukmin datang berhijrah kepadamu, maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka. Jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada orang-orang kafir (suami-suami mereka). Mereka tidak halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tidak halal bagi mereka. Dan berikanlah kepada (suami) mereka mahar yang telah mereka berikan. Dan tidak ada dosa bagimu menikahi mereka apabila kamu bayarkan kepada mereka maharnya. Dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (pernikahan) dengan perempuan-perempuan kafir; dan hendaklah kamu minta kembali mahar yang telah kamu berikan. Dan (jika suaminya tetap kafir) biarkan mereka meminta kembali mahar yang telah mereka bayarkan (kepada mantan istrinya yang telah beriman). Demikianlah hukum Allah yang ditetapkan-Nya di antara kamu. Dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun pasca Perjanjian Hudaibiyah. Seorang wanita bernama Subay'ah binti Al-Harith lari ke Madinah memeluk Islam, lalu suami musyriknya datang menuntutnya dikembalikan sesuai isi perjanjian. Allah melarang pengembalian wanita beriman kepada orang musyrik, dan menyuruh umat Islam untuk mengganti kerugian mahar kepada mantan suaminya. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Salah satu butir Perjanjian Hudaibiyah adalah kewajiban bagi Nabi untuk mengembalikan siapa saja dari penduduk Mekah yang menghadap beliau untuk menyatakan masuk Islam. Selang beberapa lama, ada serombonganwanita dari Mekah yang menghadap Nabi dan menyatakan masuk Islam. Allah lalu menurunkan ayat di atas untuk meminta Nabi tidak mengembalikan mereka ke Mekah. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

وَإِنْ فَاتَكُمْ شَيْءٌ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ إِلَى الْكُفَّارِ فَعَاقَبْتُمْ فَآتُوا الَّذِينَ ذَهَبَتْ أَزْوَاجُهُمْ مِثْلَ مَا أَنْفَقُوا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي أَنْتُمْ بِهِ مُؤْمِنُونَ ١١

(60:11) Dan jika ada sesuatu (pengembalian mahar) yang belum kamu selesaikan dari istri-istrimu yang lari kepada orang-orang kafir, lalu kamu dapat mengalahkan mereka, maka berikanlah (dari harta rampasan) kepada orang-orang yang istrinya lari itu sebanyak mahar yang telah mereka berikan.839 Dan bertakwalah kamu kepada Allah yang kepada-Nya kamu beriman.

Catatan Depag

*839) Sebelum ganimah dibagikan kepada lima golongan yang berhak, dibayarkan lebih dahulu mahar-mahar kepada suami-suami yang istri-istri mereka lari ke daerah kaum kafir.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

12-13 : Baiat dan Larangan Bersekutu dengan Orang Kafir (12-13)

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِذَا جَاءَكَ الْمُؤْمِنَاتُ يُبَايِعْنَكَ عَلَىٰ أَنْ لَا يُشْرِكْنَ بِاللَّهِ شَيْئًا وَلَا يَسْرِقْنَ وَلَا يَزْنِينَ وَلَا يَقْتُلْنَ أَوْلَادَهُنَّ وَلَا يَأْتِينَ بِبُهْتَانٍ يَفْتَرِينَهُ بَيْنَ أَيْدِيهِنَّ وَأَرْجُلِهِنَّ وَلَا يَعْصِينَكَ فِي مَعْرُوفٍ ۙ فَبَايِعْهُنَّ وَاسْتَغْفِرْ لَهُنَّ اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ ١٢

(60:12) Wahai Nabi! Apabila perempuan-perempuan mukmin datang kepadamu untuk mengadakan baiat (janji setia), bahwa mereka tidak akan mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka,840 dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Catatan Depag

*840) Perbuatan yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka itu maksudnya ialah mengadakan pengakuan-pengakuan palsu mengenai hubungan antara laki-laki dan perempuan seperti tuduhan berzina, tuduhan bahwa anak si Fulan bukan anak suaminya dan sebagainya.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَوَلَّوْا قَوْمًا غَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ قَدْ يَئِسُوا مِنَ الْآخِرَةِ كَمَا يَئِسَ الْكُفَّارُ مِنْ أَصْحَابِ الْقُبُورِ ١٣

(60:13) Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu jadikan orang-orang yang dimurkai Allah sebagai penolongmu. Sungguh, mereka telah putus asa terhadap akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur juga berputus asa.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun untuk menegur sebagian orang miskin dari kalangan umat Islam yang demi mendapatkan sedikit hasil bumi, mereka rela sering membocorkan kabar rahasia kaum muslimin kepada teman-orang Yahudi mereka.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.