Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun ketika sebagian istri Nabi merasa cemburu satu sama lain dan sempat menuntut tambahan nafkah hingga Nabi menjauhi mereka selama sebulan. Setelah Allah menyuruh mereka memilih antara dunia dan akhirat, Allah menurunkan ayat ini untuk memberikan keluasan dan wewenang penuh kepada Nabi dalam mengatur jadwal gilirannya (menunda atau mendahulukan siapa pun) agar mereka senantiasa rida. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) ‘À’isyah menganggap para wanita yang menawarkan diri untuk diperistri Nabi tidak tahu malu. Menanggapi hal ini, turunlah ayat di atas dalam rangka memberi Nabi kebebasan untuk menikahi atau tidak menikahi mereka. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
TopikPernikahan dan Perceraian (Ayat 49-52)
تُرْجِي مَنْ تَشَاءُ مِنْهُنَّ وَتُؤْوِي إِلَيْكَ مَنْ تَشَاءُ ۖ وَمَنِ ابْتَغَيْتَ مِمَّنْ عَزَلْتَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكَ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ تَقَرَّ أَعْيُنُهُنَّ وَلَا يَحْزَنَّ وَيَرْضَيْنَ بِمَا آتَيْتَهُنَّ كُلُّهُنَّ ۚ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا فِي قُلُوبِكُمْ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَلِيمًا
Engkau boleh menangguhkan (menggauli) siapa yang engkau kehendaki di antara mereka (para istrimu) dan (boleh pula) menggauli siapa (di antara mereka) yang engkau kehendaki. Dan siapa yang engkau ingini untuk menggaulinya kembali dari istri-istrimu yang telah engkau sisihkan, maka tidak ada dosa bagimu. Yang demikian itu lebih dekat untuk ketenangan hati mereka, dan mereka tidak merasa sedih, dan mereka rela dengan apa yang telah engkau berikan kepada mereka semuanya. Dan Allah mengetahui apa yang (tersimpan) dalam hatimu. Dan Allah Maha Mengetahui, Maha Penyantun.686)
Catatan Depag
*686) Menurut riwayat, pada suatu ketika istri-istri Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- ada yang cemburu, dan ada yang meminta tambahan belanja. Maka Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- memutuskan hubungan dengan mereka sampai sebulan lamanya. Oleh karena takut diceraikan Nabi, maka mereka datang kepada Nabi menyatakan kerelaannya atas apa saja yang akan diperbuat Nabi terhadap mereka. Turunnya ayat ini memberikan izin kepada Nabi untuk menggauli siapa yang dikehendakinya dari istri-istrinya atau tidak menggaulinya; dan juga memberi izin kepada Nabi untuk rujuk kepada istri-istrinya sekiranya ada istrinya yang sudah diceraikannya.
Moral Concern
(33:51): Menjustifikasi manipulasi emosional dengan memberi hak bagi Nabi untuk mengabaikan atau menunda giliran istri-istrinya sesuka hati, sementara para istri dituntut untuk terus menekan perasaan, rela, dan tidak boleh bersedih.

