Bacaan
TopikTugas dan Kedudukan Nabi Muhammad (Ayat 38-48)
مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَٰكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا
Muhammad itu bukanlah bapak dari seseorang di antara kamu,684) tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
Catatan Depag
*684) Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bukanlah ayah dari salah seorang sahabat, karena itu janda Zaid (Zainab) dapat dinikahi oleh Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-.
Kritik
(33:40) Klaim finalitas kenabian runtuh oleh analisa Siro-Aramaik (Luxenberg); kata "Khatam" (stempel/penutup) keliru diartikan, makna aslinya dari bahasa Suryani adalah "saksi", menjadikan Muhammad sekadar saksi nabi-nabi sebelumnya, bukan penutup. (The Syro-Aramaic Reading of the Koran - Wikipedia)
Scientific Error
Klaim Muhammad adalah 'penutup para nabi' (khatam an-nabiyyin) — ini adalah klaim teologis tentang finalitas kenabian yang tidak dapat diverifikasi secara historis atau empiris; tidak ada mekanisme ilmiah yang dapat membuktikan atau menyangkal bahwa tidak akan ada nabi lagi setelah Muhammad.

