Qurai

Surat 17

Al-Isra'

الإسراۤء

Memperjalankan Malam Hari, terdiri dari 111 ayat dan turun di Makkah.

Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-50 setelah Al-Qasas sebelum Yunus.

Al-Isra 17:1 menyebut satu perjalanan malam dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa. Satu ayat, satu kalimat. Yang tumbuh di atasnya jauh lebih besar. Yang disebut ayatnya cuma sampai Yerusalem (ayat 1): Tidak ada tujuh lapis langit di ayat itu, tidak ada pertemuan dengan para nabi, tidak ada tawar-menawar jumlah salat. Semua itu datang dari hadis yang dihimpun dua abad kemudian. Masjidil Aqsa sebagai bangunan baru selesai didirikan sekitar tujuh puluh tahun setelah Muhammad wafat. Api yang dinyalakan lagi setiap kali meredup (ayat 97): Ayat 97 menerangkan setiap kali apinya mereda, nyalanya ditambah lagi. Gambaran seperti itu menuju rasa takut yang cukup besar untuk menghentikan pertanyaan, bukan pengertian tentang salah dan benar. Aturan yang sebenarnya bisa berdiri sendiri (ayat 22 sampai 39): Jangan membunuh anak karena takut miskin, penuhi takaran, jangan mendekati harta anak yatim. Aturan-aturan ini tidak butuh langit untuk masuk akal. Yang menempel di sekelilingnya ancaman, dan ancamannya jauh lebih panjang daripada alasannya. Musa dan Firaun lagi (ayat 101 sampai 104): Kisah yang sama muncul di lebih dari tiga puluh surat. Yang berulang bukan cuma tokohnya, tapi juga urutan dan sebagian kalimatnya, ciri yang lazim pada cerita yang dituturkan dari mulut ke mulut sebelum dibukukan. Tanda yang tidak dikirim karena umat terdahulu mendustakannya (ayat 59): Ayat 59 menjelaskan kenapa mukjizat tidak diberikan: umat terdahulu sudah mendustakan tanda yang dikirimkan. Alasan itu memindahkan seluruh beban pembuktian ke pihak yang meminta bukti. Untuk surat yang dinamai dari satu perjalanan malam, yang paling sedikit diceritakan justru perjalanannya.

Persentase dihitung dari bagian ayat surat ini yang punya catatan itu (111 ayat). Ketuk kartunya untuk melihat daftar ayatnya.

1 : Kemuliaan Isra' dan Mi'raj (Ayat 1)
2-3 : Kitab Musa dan Peringatan (Ayat 2-3)
4-8 : Peringatan Kepada Bani Israel (Ayat 4-8)

فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ أُولَاهُمَا بَعَثْنَا عَلَيْكُمْ عِبَادًا لَنَا أُولِي بَأْسٍ شَدِيدٍ فَجَاسُوا خِلَالَ الدِّيَارِ ۚ وَكَانَ وَعْدًا مَفْعُولًا ٥

(17:5) Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang perkasa, lalu mereka merajalela di kampung-kampung. Dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا ۚ فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الْآخِرَةِ لِيَسُوءُوا وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُوا مَا عَلَوْا تَتْبِيرًا ٧

(17:7) Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri. Apabila datang saat hukuman (kejahatan) yang kedua, (Kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramkan wajahmu lalu mereka masuk ke dalam masjid (Masjidil Aqsa), sebagaimana ketika mereka memasukinya pertama kali dan mereka membinasakan apa saja yang mereka kuasai.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

9-11 : Al-Quran Sebagai Petunjuk (Ayat 9-11)
12-15 : Tanda-tanda Kekuasaan Allah (Ayat 12-15)

وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ آيَتَيْنِ ۖ فَمَحَوْنَا آيَةَ اللَّيْلِ وَجَعَلْنَا آيَةَ النَّهَارِ مُبْصِرَةً لِتَبْتَغُوا فَضْلًا مِنْ رَبِّكُمْ وَلِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ ۚ وَكُلَّ شَيْءٍ فَصَّلْنَاهُ تَفْصِيلًا ١٢

(17:12) Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran Kami), kemudian Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang benderang, agar kamu (dapat) mencari karunia dari Tuhanmu, dan agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

مَنِ اهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِي لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبْعَثَ رَسُولًا ١٥

(17:15) Barang siapa berbuat sesuai dengan petunjuk (Allah), maka sesungguhnya itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barang siapa tersesat maka sesungguhnya (kerugian) itu bagi dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, tetapi Kami tidak akan menyiksa sebelum Kami mengutus seorang rasul.

16-17 : Hukum Kehancuran Suatu Negeri (Ayat 16-17)
18-21 : Kehidupan Dunia Dan Akhirat (Ayat 18-21)

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَنْ نُرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلَاهَا مَذْمُومًا مَدْحُورًا ١٨

(17:18) Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di (dunia) ini apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki. Kemudian Kami sediakan baginya (di akhirat) neraka Jahanam; dia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

22-25 : Perintah Berbakti Kepada Allah dan Orang Tua (Ayat 22-25)

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا ٢٣

(17:23) Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik471

Catatan Depag

*471) Mengucapkan kata "ah" kepada orang tua tidak dibolehkan oleh agama, apalagi mengucapkan kata-kata atau memperlakukan mereka dengan lebih kasar daripada itu.

26-30 : Kewajiban Sosial dan Tanggung Jawab Finansial (Ayat 26-30)

وَإِمَّا تُعْرِضَنَّ عَنْهُمُ ابْتِغَاءَ رَحْمَةٍ مِنْ رَبِّكَ تَرْجُوهَا فَقُلْ لَهُمْ قَوْلًا مَيْسُورًا ٢٨

(17:28) Dan jika engkau berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang engkau harapkan, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang lemah lembut.472

Catatan Depag

*472) Maksudnya apabila kamu tidak dapat melaksanakan perintah Allah seperti yang tersebut dalam ayat 26 maka katakanlah kepada mereka perkataan yang baik agar mereka tidak kecewa karena mereka belum mendapat bantuan dari kamu. Dalam pada itu kamu berusaha untuk mendapat rezeki (karunia) dari Tuhanmu, sehingga kamu dapat memberikan kepada mereka hak-hak mereka.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَلَا تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُولَةً إِلَىٰ عُنُقِكَ وَلَا تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُومًا مَحْسُورًا ٢٩

(17:29) Dan janganlah engkau jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan jangan (pula) engkau terlalu mengulurkannya (sangat pemurah) nanti kamu menjadi tercela dan menyesal.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun ketika seorang anak kecil diutus ibunya untuk meminta pakaian yang sedang dipakai oleh Nabi Muhammad SAW karena Nabi sedang tidak memiliki harta lain. Karena kedermawanannya, Nabi melepaskan pakaiannya dan memberikannya, sehingga beliau terpaksa duduk telanjang di dalam rumah dan tidak bisa keluar memimpin salat.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

31-39 : Larangan Membunuh dan Berbuat Keji (Ayat 31-38)

وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ ۗ وَمَنْ قُتِلَ مَظْلُومًا فَقَدْ جَعَلْنَا لِوَلِيِّهِ سُلْطَانًا فَلَا يُسْرِفْ فِي الْقَتْلِ ۖ إِنَّهُ كَانَ مَنْصُورًا ٣٣

(17:33) Dan janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah (membunuhnya), kecuali dengan suatu (alasan) yang benar.473 Dan barangsiapa dibunuh secara zalim, maka sungguh, Kami telah memberi kekuasaan474 kepada walinya, tetapi janganlah walinya itu melampaui batas dalam pembunuhan. Sesungguhnya dia adalah orang yang mendapat pertolongan.

Catatan Depag

*473) Lihat catatan Al-An'ām (6): 15. 474) Kekuasaan di sini ialah hak ahli waris yang terbunuh atau penguasa untuk menuntut kisas atau menerima diat. Lihat Al-Baqarah (2): 178. dan An-Nisā` (4): 92.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَلَا تَقْرَبُوا مَالَ الْيَتِيمِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ حَتَّىٰ يَبْلُغَ أَشُدَّهُ ۚ وَأَوْفُوا بِالْعَهْدِ ۖ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْئُولًا ٣٤

(17:34) Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfaat) sampai dia dewasa, dan penuhilah janji, karena janji itu pasti diminta pertanggungjawabannya.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

ذَٰلِكَ مِمَّا أَوْحَىٰ إِلَيْكَ رَبُّكَ مِنَ الْحِكْمَةِ ۗ وَلَا تَجْعَلْ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ فَتُلْقَىٰ فِي جَهَنَّمَ مَلُومًا مَدْحُورًا ٣٩

(17:39) Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan Tuhan kepadamu (Muhammad). Dan janganlah engkau mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, nanti engkau dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela dan dijauhkan (dari rahmat Allah).

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

40-44 : Bantahan Terhadap Kepercayaan Syirik (Ayat 40-44)

تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ ۚ وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَٰكِنْ لَا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ ۗ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا ٤٤

(17:44) Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sungguh, Dia Maha Penyantun, Maha Pengampun.

45-48 : Penghalang Antara Mukmin dan Kafir (Ayat 45-48)

وَجَعَلْنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَنْ يَفْقَهُوهُ وَفِي آذَانِهِمْ وَقْرًا ۚ وَإِذَا ذَكَرْتَ رَبَّكَ فِي الْقُرْآنِ وَحْدَهُ وَلَّوْا عَلَىٰ أَدْبَارِهِمْ نُفُورًا ٤٦

(17:46) dan Kami jadikan hati mereka tertutup dan telinga mereka tersumbat, agar mereka tidak dapat memahaminya. Dan apabila engkau menyebut Tuhanmu saja dalam Al-Qur`an, mereka berpaling ke belakang melarikan diri (karena benci).

نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَسْتَمِعُونَ بِهِ إِذْ يَسْتَمِعُونَ إِلَيْكَ وَإِذْ هُمْ نَجْوَىٰ إِذْ يَقُولُ الظَّالِمُونَ إِنْ تَتَّبِعُونَ إِلَّا رَجُلًا مَسْحُورًا ٤٧

(17:47) Kami lebih mengetahui dalam keadaan bagaimana mereka mendengarkan sewaktu mereka mendengarkan engkau (Muhammad), dan sewaktu mereka berbisik-bisik (yaitu) ketika orang zalim itu berkata, "Kamu hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang kena sihir."

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

49-52 : Perdebatan Tentang Kebangkitan (Ayat 49-52)

أَوْ خَلْقًا مِمَّا يَكْبُرُ فِي صُدُورِكُمْ ۚ فَسَيَقُولُونَ مَنْ يُعِيدُنَا ۖ قُلِ الَّذِي فَطَرَكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ ۚ فَسَيُنْغِضُونَ إِلَيْكَ رُءُوسَهُمْ وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هُوَ ۖ قُلْ عَسَىٰ أَنْ يَكُونَ قَرِيبًا ٥١

(17:51) atau menjadi makhluk yang besar (yang tidak mungkin hidup kembali) menurut pikiranmu." Maka mereka akan bertanya, "Siapa yang akan menghidupkan kami kembali?" Katakanlah, "Yang telah menciptakan kamu pertama kali." Lalu mereka akan menggeleng-gelengkan kepalanya kepadamu dan berkata, "Kapan (Kiamat) itu (akan terjadi)?" Katakanlah, "Barangkali waktunya sudah dekat."

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

53-57 : Etika Berdialog dan Hubungan Dengan Sesama (Ayat 53-57)

وَقُلْ لِعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوًّا مُبِينًا ٥٣

(17:53) Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, "Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sungguh, setan itu (selalu) menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sungguh, setan adalah musuh yang nyata bagi manusia.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun mengenai Umar bin Khattab yang dihina oleh seorang pria Arab Badui. Umar bermaksud membalas dan memukulnya, namun Allah menurunkan ayat ini yang memerintahkannya untuk memaafkan dan berbicara dengan perkataan yang baik.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَرَبُّكَ أَعْلَمُ بِمَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَلَقَدْ فَضَّلْنَا بَعْضَ النَّبِيِّينَ عَلَىٰ بَعْضٍ ۖ وَآتَيْنَا دَاوُودَ زَبُورًا ٥٥

(17:55) Dan Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang di langit dan di bumi. Dan sungguh, Kami telah memberikan kelebihan kepada sebagian nabi-nabi atas sebagian (yang lain), dan Kami berikan Zabur kepada Dawud.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

قُلِ ادْعُوا الَّذِينَ زَعَمْتُمْ مِنْ دُونِهِ فَلَا يَمْلِكُونَ كَشْفَ الضُّرِّ عَنْكُمْ وَلَا تَحْوِيلًا ٥٦

(17:56) Katakanlah (Muhammad), "Panggillah mereka yang kamu anggap (tuhan)476 selain Allah, mereka tidak kuasa untuk menghilangkan bahaya darimu dan tidak (pula) mampu mengubahnya."

Catatan Depag

*476) Apa yang mereka anggap sebagai tuhan itu ialah berhala, malaikat, jin, dan sebagainya.

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَىٰ رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ ۚ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا ٥٧

(17:57) Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan,477 siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah). Mereka mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya. Sungguh, azab Tuhanmu itu sesuatu yang (harus) ditakuti."

Catatan Depag

*477) Nabi Isa -'alaihissalām-, para malaikat dan Uzair yang mereka sembah itu menyeru dan mencari jalan mendekatkan diri kepada Allah.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun berkenaan dengan beberapa orang Arab yang menyembah jin. Setelah sekian lama menyembah jin, mereka belum sadar juga bahwajin yang mereka sembah telah masuk Islam. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

58-60 : Kehancuran Kota dan Tanda-tanda Kekuasaan (Ayat 58-60)

وَإِنْ مِنْ قَرْيَةٍ إِلَّا نَحْنُ مُهْلِكُوهَا قَبْلَ يَوْمِ الْقِيَامَةِ أَوْ مُعَذِّبُوهَا عَذَابًا شَدِيدًا ۚ كَانَ ذَٰلِكَ فِي الْكِتَابِ مَسْطُورًا ٥٨

(17:58) Dan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari Kiamat atau Kami siksa (penduduknya) dengan siksa yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam Kitab (Lauḥ Maḥfūẓ).

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَمَا مَنَعَنَا أَنْ نُرْسِلَ بِالْآيَاتِ إِلَّا أَنْ كَذَّبَ بِهَا الْأَوَّلُونَ ۚ وَآتَيْنَا ثَمُودَ النَّاقَةَ مُبْصِرَةً فَظَلَمُوا بِهَا ۚ وَمَا نُرْسِلُ بِالْآيَاتِ إِلَّا تَخْوِيفًا ٥٩

(17:59) Dan tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami), melainkan karena (tanda-tanda) itu telah didustakan oleh orang terdahulu. Dan telah Kami berikan kepada kaum Samud unta betina (sebagai mukjizat) yang dapat dilihat, tetapi mereka menganiaya (unta betina itu). Dan Kami tidak mengirimkan tanda-tanda itu melainkan untuk menakut-nakuti.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun menanggapi permintaan kaum Makkah agar Bukit Shafa diubah menjadi emas dan gunung-gunung disingkirkan. Allah memberi tahu Nabi bahwa jika permintaan itu dikabulkan namun mereka tetap kafir, mereka akan dimusnahkan. Nabi akhirnya memilih agar Allah menangguhkannya demi harapan kelak ada keturunan mereka yang beriman. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Ayat ini turun sebagai tanggapan atas permintaan kaum kafir Mekah kepada Rasulullah untuk mengubah Bukit Safa menjadi emas dan menyingkirkan gunung-gunung agar mereka dapat bercocok tanam. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

وَإِذْ قُلْنَا لَكَ إِنَّ رَبَّكَ أَحَاطَ بِالنَّاسِ ۚ وَمَا جَعَلْنَا الرُّؤْيَا الَّتِي أَرَيْنَاكَ إِلَّا فِتْنَةً لِلنَّاسِ وَالشَّجَرَةَ الْمَلْعُونَةَ فِي الْقُرْآنِ ۚ وَنُخَوِّفُهُمْ فَمَا يَزِيدُهُمْ إِلَّا طُغْيَانًا كَبِيرًا ٦٠

(17:60) Dan (ingatlah) ketika Kami wahyukan kepadamu, "Sungguh, (ilmu) Tuhanmu meliputi seluruh manusia." Dan Kami tidak menjadikan mimpi478 yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon yang terkutuk (zaqqūm) dalam Al-Qur`an. Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka.

Catatan Depag

*478) Mimpi adalah terjemah dari kata Ar-Ru`ya dalam ayat ini maksudnya ialah mimpi tentang Perang Badar yang dialami Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- sebelum peristiwa Perang Badar itu terjadi. Banyak pula mufasir menerjemahkan kata Ar-Ru`ya tersebut dengan penglihatan yang maksudnya, penglihatan yang dialami Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pada waktu malam Isra` dan Mi'raj.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun ketika Abu Jahal mengejek ancaman Al-Qur'an tentang Pohon Zaqqum di neraka. Ia dengan sombong mengklaim bahwa Zaqqum hanyalah hidangan daging dan kaldu lezat yang akan mereka lahap bersama-sama.

61-65 : Kisah Adam dan Janji Iblis (Ayat 61-65)

قَالَ أَرَأَيْتَكَ هَٰذَا الَّذِي كَرَّمْتَ عَلَيَّ لَئِنْ أَخَّرْتَنِ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ لَأَحْتَنِكَنَّ ذُرِّيَّتَهُ إِلَّا قَلِيلًا ٦٢

(17:62) Ia (Iblis) berkata, "Terangkanlah kepadaku, inikah yang lebih Engkau muliakan daripada aku? Sekiranya Engkau memberi waktu kepadaku sampai hari Kiamat, pasti akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil."

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَاسْتَفْزِزْ مَنِ اسْتَطَعْتَ مِنْهُمْ بِصَوْتِكَ وَأَجْلِبْ عَلَيْهِمْ بِخَيْلِكَ وَرَجِلِكَ وَشَارِكْهُمْ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ وَعِدْهُمْ ۚ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلَّا غُرُورًا ٦٤

(17:64) Dan perdayakanlah siapa saja di antara mereka yang engkau (iblis) sanggup dengan suaramu (yang memukau), kerahkanlah pasukanmu terhadap mereka, yang berkuda dan yang berjalan kaki, dan bersekutulah dengan mereka pada harta dan anak-anak lalu beri janjilah kepada mereka." Padahal setan itu hanya menjanjikan tipuan belaka kepada mereka.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

66-70 : Rahmat Allah di Laut dan Daratan (Ayat 66-70)

وَإِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فِي الْبَحْرِ ضَلَّ مَنْ تَدْعُونَ إِلَّا إِيَّاهُ ۖ فَلَمَّا نَجَّاكُمْ إِلَى الْبَرِّ أَعْرَضْتُمْ ۚ وَكَانَ الْإِنْسَانُ كَفُورًا ٦٧

(17:67) Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilang semua yang (biasa) kamu seru, kecuali Dia. Tetapi ketika Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling (dari-Nya). Dan manusia memang selalu ingkar (tidak bersyukur).

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

أَمْ أَمِنْتُمْ أَنْ يُعِيدَكُمْ فِيهِ تَارَةً أُخْرَىٰ فَيُرْسِلَ عَلَيْكُمْ قَاصِفًا مِنَ الرِّيحِ فَيُغْرِقَكُمْ بِمَا كَفَرْتُمْ ۙ ثُمَّ لَا تَجِدُوا لَكُمْ عَلَيْنَا بِهِ تَبِيعًا ٦٩

(17:69) Ataukah kamu merasa aman bahwa Dia tidak akan mengembalikan kamu ke laut sekali lagi, lalu Dia tiupkan angin topan kepada kamu, lalu kamu ditenggelamkan-Nya disebabkan kekafiranmu? Kemudian kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun dalam menghadapi (siksaan) Kami.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا ٧٠

(17:70) Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

71-72 : Peringatan Tentang Hari Kiamat (Ayat 71-72)
73-77 : Godaan Terhadap Nabi Muhammad (Ayat 73-77)

وَإِنْ كَادُوا لَيَفْتِنُونَكَ عَنِ الَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ لِتَفْتَرِيَ عَلَيْنَا غَيْرَهُ ۖ وَإِذًا لَاتَّخَذُوكَ خَلِيلًا ٧٣

(17:73) Dan mereka hampir memalingkan engkau (Muhammad) dari apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, agar engkau mengada-ada yang lain terhadap Kami; dan jika demikian tentu mereka menjadikan engkau sahabat yang setia.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun terkait delegasi suku Tsaqif yang mengajukan syarat masuk Islam yang tidak masuk akal, seperti diizinkan menyembah berhala Latta selama setahun dan menjadikan lembah mereka suci. Nabi hampir saja berkompromi dengan mereka untuk menarik simpati, namun Allah meneguhkan hati beliau. Ayat ini juga terkait musyrikin yang membujuk Nabi agar mau sekadar menyentuh berhala mereka.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَإِنْ كَادُوا لَيَسْتَفِزُّونَكَ مِنَ الْأَرْضِ لِيُخْرِجُوكَ مِنْهَا ۖ وَإِذًا لَا يَلْبَثُونَ خِلَافَكَ إِلَّا قَلِيلًا ٧٦

(17:76) Dan sungguh, mereka hampir membuatmu (Muhammad) gelisah di negeri (Mekkah) karena engkau harus keluar dari negeri itu, dan kalau terjadi demikian, niscaya sepeninggalmu mereka tidak akan tinggal (di sana), melainkan sebentar saja.479

Catatan Depag

*479) Kalau sampai terjadi Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- diusir oleh penduduk Mekkah, niscaya tidak akan lama hidup di dunia, dan Allah akan segera membinasakan mereka. Hijrah Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- ke Madinah bukan karena pengusiran kaum Quraisy, melainkan semata-mata karena perintah Allah.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun ketika kaum Yahudi memprovokasi Nabi Muhammad SAW untuk pindah ke Syam (Suriah) dengan alasan bahwa Syam adalah tanah para nabi yang sebenarnya. Nabi sempat berniat pindah ke sana saat Perang Tabuk, namun Allah melarangnya. Ayat ini juga terkait niat musyrikin Makkah yang ingin mengusir Nabi.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

سُنَّةَ مَنْ قَدْ أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنْ رُسُلِنَا ۖ وَلَا تَجِدُ لِسُنَّتِنَا تَحْوِيلًا ٧٧

(17:77) (Yang demikian itu) merupakan ketetapan bagi para rasul Kami yang Kami utus sebelum engkau,480 dan tidak akan engkau dapati perubahan atas ketetapan Kami.

Catatan Depag

*480) Maksudnya setiap umat yang mengusir rasul pasti akan dibinasakan Allah. Demikian itulah sunah (ketetapan) Allah -Subḥānahu wata'ālā-.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

78-84 : Shalat dan Doa (Ayat 78-84)

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا ٧٨

(17:78) Laksanakanlah salat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (laksanakan pula salat) Subuh.481 Sungguh, salat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat).

Catatan Depag

*481) Ayat ini menerangkan waktu salat yang lima. Tergelincir matahari untuk waktu salat Zuhur dan Asar, gelap malam untuk waktu Magrib, Isya dan Subuh.

وَقُلْ رَبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لِي مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيرًا ٨٠

(17:80) Dan katakanlah (Muhammad), ya Tuhanku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkan (pula) aku ke tempat keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong-(Ku).482

Catatan Depag

*482) Memohon kepada Allah agar kita memasuki suatu ibadah dan selesai mengrjakannya dengan niat yang baik dan penuh keikhlasan serta bersih dari riya` dan dari sesuatu yang merusak pahala. Ayat ini juga mengisyaratkan kepada Nabi agar berhijrah dari Mekkah ke Madinah. Dan ada juga yang menafsirkan memohon kepada Allah agar kita memasuki kubur dengan baik dan keluar darinya ketika hari berbangkit dengan baik pula.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun ketika kaum kafir Quraisy berencana memenjarakan atau mengusir Nabi dari Makkah. Allah lalu memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk berhijrah ke Madinah dengan cara yang terhormat dan dilindungi.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

85-89 : Pengetahuan Tentang Ruh dan Tantangan Al-Quran (Ayat 85-89)

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ ۖ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا ٨٥

(17:85) Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang roh. Katakanlah, "Roh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit."

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun karena kaum Yahudi menyuruh musyrikin Quraisy untuk menguji kenabian Muhammad SAW dengan menanyakan tiga hal rahasia: tentang Ruh, pemuda Ashabul Kahfi, dan Zulkarnain. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Ayat ini turun berkaitan dengan penduduk Mekah (dalam riwayat lain: kaum Yahudi) yang menanyakan perihal roh kepada Nabi. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الْإِنْسُ وَالْجِنُّ عَلَىٰ أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَٰذَا الْقُرْآنِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا ٨٨

(17:88) Katakanlah, "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa (dengan) Al-Qur`an ini, mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, sekali pun mereka saling membantu satu sama lain."

90-97 : Permintaan Mukjizat Yang Tidak Masuk Akal (Ayat 90-97)

وَقَالُوا لَنْ نُؤْمِنَ لَكَ حَتَّىٰ تَفْجُرَ لَنَا مِنَ الْأَرْضِ يَنْبُوعًا ٩٠

(17:90) Dan mereka berkata, "Kami tidak akan percaya kepadamu (Muhammad) sebelum engkau memancarkan mata air dari bumi untuk kami,

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun ketika para pemuka Quraisy (seperti Utbah, Syaibah, dan Abu Jahal) berkumpul dan menantang Nabi Muhammad SAW untuk mendatangkan mukjizat yang mustahil, seperti memancarkan mata air, memiliki istana emas dan perak, memindahkan gunung, atau membawa Allah dan malaikat langsung ke hadapan mereka.

أَوْ يَكُونَ لَكَ بَيْتٌ مِنْ زُخْرُفٍ أَوْ تَرْقَىٰ فِي السَّمَاءِ وَلَنْ نُؤْمِنَ لِرُقِيِّكَ حَتَّىٰ تُنَزِّلَ عَلَيْنَا كِتَابًا نَقْرَؤُهُ ۗ قُلْ سُبْحَانَ رَبِّي هَلْ كُنْتُ إِلَّا بَشَرًا رَسُولًا ٩٣

(17:93) atau engkau mempunyai satu rumah (terbuat) dari emas, atau engkau naik ke langit. Dan kami tidak akan mempercayai kenaikanmu itu sebelum engkau turunkan kepada kami satu kitab untuk kami baca." Katakanlah (Muhammad), "Mahasuci Tuhanku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul?"

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَمَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِ ۖ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِهِ ۖ وَنَحْشُرُهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمْ عُمْيًا وَبُكْمًا وَصُمًّا ۖ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۖ كُلَّمَا خَبَتْ زِدْنَاهُمْ سَعِيرًا ٩٧

(17:97) Dan barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah, dialah yang mendapat petunjuk, dan barangsiapa Dia sesatkan, maka engkau tidak akan mendapat penolong-penolong bagi mereka selain Dia. Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari Kiamat dengan wajah tersungkur, dalam keadaan buta, bisu, dan tuli. Tempat kediaman mereka adalah neraka Jahanam. Setiap kali nyala api Jahanam itu akan padam, Kami tambah lagi nyalanya bagi mereka.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

98-100 : Balasan Bagi Yang Mengingkari Kebangkitan (Ayat 98-100)

ذَٰلِكَ جَزَاؤُهُمْ بِأَنَّهُمْ كَفَرُوا بِآيَاتِنَا وَقَالُوا أَإِذَا كُنَّا عِظَامًا وَرُفَاتًا أَإِنَّا لَمَبْعُوثُونَ خَلْقًا جَدِيدًا ٩٨

(17:98) Itulah balasan bagi mereka, karena sesungguhnya mereka kafir kepada ayat-ayat Kami dan (karena mereka) berkata, "Apabila kami telah menjadi tulang belulang dan benda-benda yang hancur, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk baru?"

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّ اللَّهَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ قَادِرٌ عَلَىٰ أَنْ يَخْلُقَ مِثْلَهُمْ وَجَعَلَ لَهُمْ أَجَلًا لَا رَيْبَ فِيهِ فَأَبَى الظَّالِمُونَ إِلَّا كُفُورًا ٩٩

(17:99) Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Allah yang menciptakan langit dan bumi adalah Mahakuasa (pula) menciptakan yang serupa dengan mereka, dan Dia telah menetapkan waktu tertentu (mati atau dibangkitkan) bagi mereka, yang tidak diragukan lagi? Maka orang zalim itu tidak menolaknya kecuali dengan kekafiran.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

101-104 : Musa dan Fir'aun (Ayat 101-104)

وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَىٰ تِسْعَ آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ ۖ فَاسْأَلْ بَنِي إِسْرَائِيلَ إِذْ جَاءَهُمْ فَقَالَ لَهُ فِرْعَوْنُ إِنِّي لَأَظُنُّكَ يَا مُوسَىٰ مَسْحُورًا ١٠١

(17:101) Dan sungguh, Kami telah memberikan kepada Musa sembilan mukjizat yang nyata,483 maka tanyakanlah kepada Bani Israil, ketika Musa datang kepada mereka lalu Fir'aun berkata kepadanya, "Wahai Musa! Sesungguhnya aku benar-benar menduga engkau terkena sihir."

Catatan Depag

*483) Mukjizat yang sembilan itu ialah, tongkat, tangan, belalang, kutu, katak, darah, topan, laut dan gunung (Sinai).

قَالَ لَقَدْ عَلِمْتَ مَا أَنْزَلَ هَٰؤُلَاءِ إِلَّا رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ بَصَائِرَ وَإِنِّي لَأَظُنُّكَ يَا فِرْعَوْنُ مَثْبُورًا ١٠٢

(17:102) Dia (Musa) menjawab, "Sungguh, engkau telah mengetahui, bahwa tidak ada yang menurunkan (mukjizat-mukjizat) itu kecuali Tuhan (yang memelihara) langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata; dan sungguh, aku benar-benar menduga engkau akan binasa, wahai Fir'aun."

105-111 : Al-Quran yang Diturunkan Secara Berangsur (Ayat 105-111)

قُلْ آمِنُوا بِهِ أَوْ لَا تُؤْمِنُوا ۚ إِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهِ إِذَا يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ يَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ سُجَّدًا ١٠٧

(17:107) Katakanlah (Muhammad), "Berimanlah kamu kepadanya (Al-Qur`an) atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang yang telah diberi pengetahuan sebelumnya, apabila (Al-Qur`an) dibacakan kepada mereka, mereka menyungkurkan wajah bersujud,"

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَٰنَ ۖ أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَٰلِكَ سَبِيلًا ١١٠

(17:110) Katakanlah (Muhammad), "Serulah Allah atau serulah Ar-Raḥmān. Dengan nama yang mana saja kamu dapat menyeru, karena Dia mempunyai nama-nama yang terbaik (Asmāul Ḥusnā) dan janganlah engkau mengeraskan suaramu dalam salat dan janganlah (pula) merendahkannya dan usahakan jalan tengah di antara kedua itu."

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun menanggapi kaum musyrik yang menuduh Nabi menyembah dua tuhan karena mendengar beliau berdoa memanggil "Ya Allah, Ya Rahman" di malam hari. Ayat ini juga turun sebagai peringatan agar Nabi tidak membaca Al-Qur'an terlalu keras saat salat sehingga diejek musyrikin, namun juga tidak membacanya terlalu pelan agar sahabat tetap bisa mendengar. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Ayat ini turun untuk membimbing Nabi supaya membaca Al-Qur’an dengan suara sedang; tidak terlalu lantang dan tidak pula terlampau lirih. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ وَلِيٌّ مِنَ الذُّلِّ ۖ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيرًا ١١١

(17:111) Dan katakanlah, "Segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak dan tidak (pula) mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia tidak memerlukan penolong dari kehinaan, dan agungkanlah Dia seagung-agungnya.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.