Al-Isra' (Perjalanan Malam) Ayat 1

Bacaan

TopikKemuliaan Isra' dan Mi'raj (Ayat 1)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

(17:1) Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya470) agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.

Catatan Depag

*470) Masjidil Aqsa dan daerah sekitarnya dapat berkah dari Allah dengan diturunkan nabi-nabi di negeri itu berikut kesuburan tanahnya.

Kritik

  1. Ayat 1 (Kebingungan Pembicara/Subjek): Ali Dashti menyoroti anomali siapa yang sedang berbicara di ayat ini. Ayat dimulai dengan pujian ("Maha Suci Dia yang telah memperjalankan hamba-Nya..."), yang tidak mungkin merupakan ucapan Tuhan karena Tuhan tidak memuji diri-Nya sendiri, melainkan ucapan syukur Muhammad. Namun, frasa berikutnya ("yang telah Kami berkahi") tiba-tiba berpindah menjadi firman Tuhan, dan ditutup kembali dengan ("Dia Maha Mendengar, Maha Melihat") yang kembali merupakan ucapan Muhammad. Ini menunjukkan penggabungan teks yang tidak mulus.
  2. kritik lainnya: Kisah "Perjalanan Malam" (Isra') secara historis telah dimanipulasi oleh tradisi tafsir Islam untuk mengklaim mukjizat kenaikan ke surga (Mi'raj). Faktanya, kata asra murni hanya bermakna perjalanan darat di malam hari (seperti yang digunakan untuk Luth dan Musa). Konstruksi fiksi Mi'raj ini diciptakan belakangan sebagai eksegesis artifisial yang dijiplak secara buta dari mistisisme Hekhalot (kereta singgasana surgawi) Yahudi serta literatur apokaliptik sekte pinggiran,,.

Cacat Logika

Unfalsifiable Miracle Claim – Klaim perjalanan malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan naik ke langit (Isra Mi'raj) adalah peristiwa supranatural yang tidak dapat diverifikasi atau difalsifikasi secara historis dan empiris. Menggunakannya sebagai landasan otoritas kenabian adalah circular: Muhammad dipercaya karena Quran, dan Quran dipercaya karena Muhammad.

Sains

Menyebut perjalanan Isra dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Secara historis, struktur "Masjidil Aqsa" (ataupun kuil monoteisme di Yerusalem) sama sekali belum dibangun atau tidak eksis pada masa Muhammad hidup. Tentang kuda bersayap (Buraq) — seekor kuda bersayap, tak ayal adalah mitos belaka.