Al-Isra' (Perjalanan Malam) Ayat 68

Bacaan

TopikRahmat Allah di Laut dan Daratan (Ayat 66-70)

أَفَأَمِنْتُمْ أَنْ يَخْسِفَ بِكُمْ جَانِبَ الْبَرِّ أَوْ يُرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًا ثُمَّ لَا تَجِدُوا لَكُمْ وَكِيلًا

(17:68) Maka apakah kamu merasa aman bahwa Dia tidak akan membenamkan sebagian daratan bersama kamu atau dia meniupkan (angin keras yang membawa) batu-batu kecil? Dan kamu tidak akan mendapat seorang pelindung pun.

Cacat Logika

Argumentum ad metum (Seruan pada ketakutan) - Ayat 58, 63, 68-69 menggunakan ancaman azab, pembinasaan, dan bencana alam untuk mendorong keimanan, bukan melalui pembuktian rasional.

Moral

(17:68-69): Mengeksploitasi teror psikologis dengan terus-menerus menakut-nakuti manusia bahwa mereka bisa kapan saja dibenamkan ke dalam bumi, dihujani batu bertebangan, atau ditenggelamkan dengan angin topan maut. Menggunakan ketakutan brutal akan kematian sebagai instrumen utama untuk memaksa ketaatan adalah taktik premanisme.

Sains

Bencana sebagai Hukuman Selektif: Allah menenggelamkan atau mengirim badai pasir kepada orang zalim — bencana alam tidak bekerja secara selektif berdasarkan moralitas korban; bersifat acak dari perspektif fisika.