Bacaan
TopikKehancuran Kota dan Tanda-tanda Kekuasaan (Ayat 58-60)
وَإِنْ مِنْ قَرْيَةٍ إِلَّا نَحْنُ مُهْلِكُوهَا قَبْلَ يَوْمِ الْقِيَامَةِ أَوْ مُعَذِّبُوهَا عَذَابًا شَدِيدًا ۚ كَانَ ذَٰلِكَ فِي الْكِتَابِ مَسْطُورًا
Dan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari Kiamat atau Kami siksa (penduduknya) dengan siksa yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam Kitab (Lauḥ Maḥfūẓ).
Logical Fallacy
Argumentum ad metum (Seruan pada ketakutan) - Ayat 58, 63, 68-69 menggunakan ancaman azab, pembinasaan, dan bencana alam untuk mendorong keimanan, bukan melalui pembuktian rasional.
Moral Concern
(17:58): Mendeklarasikan bahwa semua penduduk negeri yang durhaka pasti akan dibinasakan atau disiksa dengan keras sebelum Kiamat, dan pembantaian massal ini sudah dijadwalkan secara kaku di dalam kitab takdir. Ini menormalisasi genosida peradaban sebagai prosedur operasi standar yang tak bisa diubah.

