Bacaan
TopikKehancuran Kota dan Tanda-tanda Kekuasaan (Ayat 58-60)
وَإِذْ قُلْنَا لَكَ إِنَّ رَبَّكَ أَحَاطَ بِالنَّاسِ ۚ وَمَا جَعَلْنَا الرُّؤْيَا الَّتِي أَرَيْنَاكَ إِلَّا فِتْنَةً لِلنَّاسِ وَالشَّجَرَةَ الْمَلْعُونَةَ فِي الْقُرْآنِ ۚ وَنُخَوِّفُهُمْ فَمَا يَزِيدُهُمْ إِلَّا طُغْيَانًا كَبِيرًا
(17:60) Dan (ingatlah) ketika Kami wahyukan kepadamu, "Sungguh, (ilmu) Tuhanmu meliputi seluruh manusia." Dan Kami tidak menjadikan mimpi478 yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon yang terkutuk (zaqqūm) dalam Al-Qur`an. Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka.
Catatan Depag
*478) Mimpi adalah terjemah dari kata Ar-Ru`ya dalam ayat ini maksudnya ialah mimpi tentang Perang Badar yang dialami Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- sebelum peristiwa Perang Badar itu terjadi. Banyak pula mufasir menerjemahkan kata Ar-Ru`ya tersebut dengan penglihatan yang maksudnya, penglihatan yang dialami Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pada waktu malam Isra` dan Mi'raj.
Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi
Ayat ini turun ketika Abu Jahal mengejek ancaman Al-Qur'an tentang Pohon Zaqqum di neraka. Ia dengan sombong mengklaim bahwa Zaqqum hanyalah hidangan daging dan kaldu lezat yang akan mereka lahap bersama-sama.
Kritik
Yang diperlihatkan kepada Muhammad disebut ru'ya, penglihatan atau mimpi, dan Bukhari mencatat Ibnu Abbas menerangkannya sebagai perjalanan malam di ayat 1. Keterangan dari dalam tradisi itu menempatkan isra sebagai penglihatan, dan pembacaan bahwa ia berpindah dengan tubuh datang dari perdebatan sesudahnya. Kemenag menerjemahkan mimpi lalu menambahkan catatan kaki yang mengarahkannya balik ke isra.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

