Bacaan
TopikEtika Berdialog dan Hubungan Dengan Sesama (Ayat 53-57)
رَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِكُمْ ۖ إِنْ يَشَأْ يَرْحَمْكُمْ أَوْ إِنْ يَشَأْ يُعَذِّبْكُمْ ۚ وَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ وَكِيلًا
Tuhanmu lebih mengetahui tentang kamu. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia akan memberi rahmat kepadamu, dan jika Dia menghendaki, pasti Dia akan mengazabmu. Dan Kami tidaklah mengutusmu (Muhammad) untuk menjadi penjaga bagi mereka.
Logical Fallacy
Special pleading (Pembelaan khusus) - Ayat 54-55 menyatakan Allah "mengazabmu" atau "memberi rahmat" menurut kehendak-Nya, sementara ayat 70-72 mengimplikasikan penghakiman berdasarkan amal perbuatan, menciptakan inkonsistensi dalam dasar penghakiman.
Contradiction
QS 17:54 menyatakan 'Tuhanmu lebih mengetahui tentang kamu; Dia mengasihi kamu jika menghendaki atau menyiksa jika menghendaki'. Rahmat dan azab sepenuhnya bergantung pada kehendak bebas Allah. Ini kontradiktif dengan sistem pahala-dosa: jika Allah bisa mengasihi atau menyiksa sesuka-Nya tanpa syarat, apa fungsi amal perbuatan manusia?

