Bacaan
TopikLarangan Membunuh dan Berbuat Keji (Ayat 31-38)
وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ ۗ وَمَنْ قُتِلَ مَظْلُومًا فَقَدْ جَعَلْنَا لِوَلِيِّهِ سُلْطَانًا فَلَا يُسْرِفْ فِي الْقَتْلِ ۖ إِنَّهُ كَانَ مَنْصُورًا
Dan janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah (membunuhnya), kecuali dengan suatu (alasan) yang benar.473) Dan barangsiapa dibunuh secara zalim, maka sungguh, Kami telah memberi kekuasaan474) kepada walinya, tetapi janganlah walinya itu melampaui batas dalam pembunuhan. Sesungguhnya dia adalah orang yang mendapat pertolongan.
Catatan Depag
*473) Lihat catatan Al-An'ām (6): 15. 474) Kekuasaan di sini ialah hak ahli waris yang terbunuh atau penguasa untuk menuntut kisas atau menerima diat. Lihat Al-Baqarah (2): 178. dan An-Nisā` (4): 92.
Contradiction
QS 17:33 melarang membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan hak, dan mengizinkan ahli waris 'menuntut balas'. QS 5:32 menyatakan membunuh satu jiwa seperti membunuh semua manusia. Namun hukum qisas yang diatur QS 2:178-179 mengizinkan pembunuhan sebagai balasan — sistem hukum yang mengizinkan pembunuhan balasan bertentangan dengan prinsip absolutnya sendiri.

