Qurai

Surat 25

Al-Furqan

الفرقان

Pembeda, terdiri dari 77 ayat dan turun di Makkah.

Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-42 setelah Yasin sebelum Fatir.

Al-Furqan sebagian besar berisi jawaban atas tuduhan yang dilontarkan kepada Muhammad di Mekah, dan tuduhan-tuduhan itu dikutip di dalamnya. Tuduhan mengarang, dijawab dengan mengulang klaimnya (ayat 4 sampai 6): Ayat 4 mengutip tuduhan bahwa Al-Qur'an kebohongan yang dikarang dengan bantuan orang lain. Ayat 5 mengutip sebutan "dongeng orang-orang terdahulu yang dituliskan, lalu dibacakan kepadanya pagi dan petang". Jawabannya di ayat 6: yang menurunkannya Dzat yang mengetahui rahasia langit dan bumi. Tuduhannya soal asal-usul, jawabannya penegasan asal-usul yang sedang dipersoalkan. Rasul yang makan dan berjalan di pasar (ayat 7 dan 20): Ayat 7 mengutip keheranan orang: rasul kok makan dan berjalan di pasar. Ayat 20 menjawab bahwa semua rasul sebelumnya juga begitu. Yang dipakai sebagai bukti keberadaan rasul-rasul terdahulu, dan keterangan tentang mereka datang dari kitab yang sama. Air tawar dan air asin yang tidak bercampur (ayat 53): Ayat 53 menyebut dua laut, yang satu tawar dan yang lain asin, dipisahkan dinding. Di muara sungai memang ada lapisan air tawar dan air asin yang tidak langsung menyatu karena beda kepadatan, dan siapa pun yang tinggal dekat muara bisa melihatnya. Pemisahannya juga tidak permanen. Bulan yang disebut bercahaya (ayat 61): Di ayat 61 ada matahari dan bulan yang bercahaya (munir). Bulan tidak memancarkan cahaya sendiri; cahayanya pantulan matahari. Bayangan yang dipanjangkan (ayat 45 dan 46): Ayat 45 dan 46 menggambarkan bayangan yang dibentangkan lalu ditarik pelan-pelan. Yang memindahkan bayangan perputaran bumi terhadap matahari, dan yang digambarkan ayat itu apa yang terlihat dari satu titik di permukaan bumi. Sebagian besar surat ini menjawab keberatan orang, dan caranya hampir selalu sama: kewenangan yang sedang dipersoalkan dipakai sebagai jawaban atas persoalannya.

Persentase dihitung dari bagian ayat surat ini yang punya catatan itu (77 ayat). Ketuk kartunya untuk melihat daftar ayatnya.

1-3 : Keagungan Al-Qur'an dan Kekuasaan Allah (Ayat 1-3)

الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيرًا ٢

(25:2) Yang memiliki kerajaan langit dan bumi, tidak mempunyai anak, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekusaan (-Nya), dan Dia menciptakan segala sesuatu, lalu menetapkan ukuran-ukurannya dengan tepat.

وَاتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ آلِهَةً لَا يَخْلُقُونَ شَيْئًا وَهُمْ يُخْلَقُونَ وَلَا يَمْلِكُونَ لِأَنْفُسِهِمْ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا وَلَا يَمْلِكُونَ مَوْتًا وَلَا حَيَاةً وَلَا نُشُورًا ٣

(25:3) Namun mereka mengambil tuhan-tuhan selain Dia (untuk disembah), padahal mereka (tuhan-tuhan itu) tidak menciptakan apa pun, bahkan mereka sendiri diciptakan, dan tidak kuasa untuk (menolak) bahaya terhadap dirinya dan tidak dapat (mendatangkan) manfaat serta tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

4-10 : Bantahan terhadap Penolakan Orang Kafir (Ayat 4-10)

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ هَٰذَا إِلَّا إِفْكٌ افْتَرَاهُ وَأَعَانَهُ عَلَيْهِ قَوْمٌ آخَرُونَ ۖ فَقَدْ جَاءُوا ظُلْمًا وَزُورًا ٤

(25:4) Dan orang-orang kafir berkata, "(Al-Qur`an) ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh dia (Muhammad), dibantu oleh orang-orang lain." Sungguh, mereka telah berbuat zalim dan dusta yang besar.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَقَالُوا مَالِ هَٰذَا الرَّسُولِ يَأْكُلُ الطَّعَامَ وَيَمْشِي فِي الْأَسْوَاقِ ۙ لَوْلَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مَلَكٌ فَيَكُونَ مَعَهُ نَذِيرًا ٧

(25:7) Dan mereka berkata, "Mengapa Rasul (Muhammad) ini memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar? Mengapa malaikat tidak diturunkan kepadanya (agar malaikat) itu memberikan peringatan bersama dia,

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

أَوْ يُلْقَىٰ إِلَيْهِ كَنْزٌ أَوْ تَكُونُ لَهُ جَنَّةٌ يَأْكُلُ مِنْهَا ۚ وَقَالَ الظَّالِمُونَ إِنْ تَتَّبِعُونَ إِلَّا رَجُلًا مَسْحُورًا ٨

(25:8) atau (mengapa tidak) diturunkan kepadanya harta kekayaan atau (mengapa tidak ada) kebun baginya, sehingga dia dapat makan dari(hasil)nya?" Dan orang-orang zalim itu berkata, "Kamu hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang kena sihir."

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

تَبَارَكَ الَّذِي إِنْ شَاءَ جَعَلَ لَكَ خَيْرًا مِنْ ذَٰلِكَ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ وَيَجْعَلْ لَكَ قُصُورًا ١٠

(25:10) Mahasuci (Allah) yang jika Dia menghendaki, niscaya Dia jadikan bagimu yang lebih baik daripada itu, (yaitu) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan Dia jadikan (pula) istana-istana untukmu.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun untuk menghibur Nabi ketika orang-orang musyrik mengejek kemiskinannya karena ia berjalan di pasar dan makan layaknya manusia biasa. Malaikat Jibril dan Malaikat Ridwan turun membawa kunci gudang harta dunia untuk ditawarkan kepada Nabi. Nabi lebih memilih menjadi hamba yang bersabar dan bersyukur, sehingga Allah menjanjikan surga dan istana yang jauh lebih baik di akhirat.

11-16 : Balasan bagi Orang yang Mendustakan Hari Kiamat (Ayat 11-16)

وَإِذَا أُلْقُوا مِنْهَا مَكَانًا ضَيِّقًا مُقَرَّنِينَ دَعَوْا هُنَالِكَ ثُبُورًا ١٣

(25:13) Dan apabila mereka dilemparkan ke tempat yang sempit di neraka dengan dibelenggu, mereka di sana berteriak mengharapkan kebinasaan.572

Catatan Depag

*572) Mereka mengharapkan kebinasaan, agar terlepas dari siksa yang sangat besar, yaitu azab di neraka yang sangat panas dengan dibelenggu, di tempat yang sangat sempit pula, sebagaimana yang dilukiskan.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

17-29 : Pertanggungjawaban pada Hari Kiamat (Ayat 17-29)

وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ وَمَا يَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَقُولُ أَأَنْتُمْ أَضْلَلْتُمْ عِبَادِي هَٰؤُلَاءِ أَمْ هُمْ ضَلُّوا السَّبِيلَ ١٧

(25:17) Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Allah mengumpulkan mereka bersama apa yang mereka sembah selain Allah, lalu Dia berfirman (kepada yang disembah), "Apakah kamu yang menyesatkan hamba-hamba-Ku itu, atau mereka sendirikah yang sesat dari jalan (yang benar)?"

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

قَالُوا سُبْحَانَكَ مَا كَانَ يَنْبَغِي لَنَا أَنْ نَتَّخِذَ مِنْ دُونِكَ مِنْ أَوْلِيَاءَ وَلَٰكِنْ مَتَّعْتَهُمْ وَآبَاءَهُمْ حَتَّىٰ نَسُوا الذِّكْرَ وَكَانُوا قَوْمًا بُورًا ١٨

(25:18) Mereka (yang disembah itu) menjawab, "Mahasuci Engkau, tidaklah pantas bagi kami mengambil pelindung selain Engkau,573 tetapi Engkau telah memberi mereka dan nenek moyang mereka kenikmatan hidup, sehingga mereka melupakan peringatan; dan mereka kaum yang binasa."

Catatan Depag

*573) Setelah mereka dikumpulkan bersama-sama dengan apa yang mereka sembah, yaitu malaikat, Uzair, Nabi Isa -'alaihissalām- dan berhala-berhala, dan setelah Allah menanyakan kepada yang disembah itu, apakah mereka yang menyesatkan orang-orang itu ataukah orang-orang itu yang sesat sendiri, maka yang di sembah itu menjawab bahwa tidaklah pantas bagi mereka untuk menyembah selain Allah, apalagi menyuruh orang lain menyembah selain Allah.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

فَقَدْ كَذَّبُوكُمْ بِمَا تَقُولُونَ فَمَا تَسْتَطِيعُونَ صَرْفًا وَلَا نَصْرًا ۚ وَمَنْ يَظْلِمْ مِنْكُمْ نُذِقْهُ عَذَابًا كَبِيرًا ١٩

(25:19) Maka sungguh, mereka (yang disembah itu) telah mengingkari apa yang kamu katakan, maka kamu tidak akan dapat menolak (azab) dan tidak dapat (pula) menolong (dirimu). Dan barang siapa di antara kamu berbuat zalim, niscaya Kami timpakan kepadanya rasa azab yang besar.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَمَا أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنَ الْمُرْسَلِينَ إِلَّا إِنَّهُمْ لَيَأْكُلُونَ الطَّعَامَ وَيَمْشُونَ فِي الْأَسْوَاقِ ۗ وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةً أَتَصْبِرُونَ ۗ وَكَانَ رَبُّكَ بَصِيرًا ٢٠

(25:20) Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu (Muhammad), melainkan mereka pasti memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Dan Kami jadikan sebagian kamu sebagai cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah kamu bersabar? Dan Tuhanmu Maha Melihat.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَقَالَ الَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَاءَنَا لَوْلَا أُنْزِلَ عَلَيْنَا الْمَلَائِكَةُ أَوْ نَرَىٰ رَبَّنَا ۗ لَقَدِ اسْتَكْبَرُوا فِي أَنْفُسِهِمْ وَعَتَوْا عُتُوًّا كَبِيرًا ٢١

(25:21) Dan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami (di akhirat) berkata, "Mengapa bukan para malaikat yang diturunkan kepada kita atau (mengapa) kita (tidak) melihat Tuhan kita?" Sungguh, mereka telah menyombongkan diri mereka dan benar-benar telah melampaui batas (dalam melakukan kezaliman).

يَوْمَ يَرَوْنَ الْمَلَائِكَةَ لَا بُشْرَىٰ يَوْمَئِذٍ لِلْمُجْرِمِينَ وَيَقُولُونَ حِجْرًا مَحْجُورًا ٢٢

(25:22) (Ingatlah) pada hari (ketika) mereka melihat para malaikat, pada hari itu tidak ada kabar gembira bagi orang-orang yang berdosa dan mereka berkata, "ḥijran maḥjūrā."574

Catatan Depag

*574) Ini suatu ungkapan yang biasa diucapkan oleh orang Arab ketika menemui musuh yang tidak dapat dielakkan lagi, atau di timpa suatu bencana yang tidak dapat dihindari. Ungkapan ini berarti, “semoga Allah menghindarkan bahaya ini dari saya.”

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا ٢٧

(25:27) Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang zalim menggigit kedua tangannya, (menyesali perbuatannya) seraya berkata, "Wahai! Sekiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama Rasul.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun tentang Uqbah bin Abi Mu'ayt dan Ubayy bin Khalaf. Uqbah pernah mengundang Nabi makan, namun Nabi menolak memakannya sebelum Uqbah bersyahadat. Uqbah pun bersyahadat agar Nabi mau makan. Saat Ubayy (temannya) mengetahui hal ini, ia marah dan menyuruh Uqbah meludah di wajah Nabi. Ludah tersebut berbalik membakar wajah Uqbah, dan ayat ini menggambarkan penyesalan mereka kelak di hari kiamat.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

30-32 : Keluhan Rasul tentang Kaumnya (Ayat 30-32)

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ الْقُرْآنُ جُمْلَةً وَاحِدَةً ۚ كَذَٰلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِ فُؤَادَكَ ۖ وَرَتَّلْنَاهُ تَرْتِيلًا ٣٢

(25:32) Dan orang-orang kafir berkata, "Mengapa Al-Qur`an itu tidak diturunkan kepadanya sekaligus?" Demikianlah,578 agar Kami memperteguh hatimu (Muhammad) dengannya dan Kami membacakannya secara tartil³ (berangsur-angsur, perlahan dan benar).

Catatan Depag

*578) Al-Qur`an itu tidak di turunkan sekaligus, tetapi diturunkan secara berangsur-angsur agar hati Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menjadi kuat dan tetap.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun untuk menanggapi anggapan kaum musyrik bahwa pengakuan Rasulullah sebagai utusan Allah adalah bohong adanya karena Al-Qur’an turun kepada beliau secara bertahap, yang mereka anggap sebagai bukti kebencian Allah kepada beliau. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

33-40 : Nasibi Umat-umat Terdahulu (Ayat 33-40)

وَقَوْمَ نُوحٍ لَمَّا كَذَّبُوا الرُّسُلَ أَغْرَقْنَاهُمْ وَجَعَلْنَاهُمْ لِلنَّاسِ آيَةً ۖ وَأَعْتَدْنَا لِلظَّالِمِينَ عَذَابًا أَلِيمًا ٣٧

(25:37) Dan (telah Kami binasakan) kaum Nuh ketika mereka mendustakan para rasul. Kami tenggelamkam mereka dan Kami jadikan (cerita) mereka itu pelajaran bagi manusia. Dan Kami telah sediakan bagi orang-orang zalim azab yang pedih;

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَلَقَدْ أَتَوْا عَلَى الْقَرْيَةِ الَّتِي أُمْطِرَتْ مَطَرَ السَّوْءِ ۚ أَفَلَمْ يَكُونُوا يَرَوْنَهَا ۚ بَلْ كَانُوا لَا يَرْجُونَ نُشُورًا ٤٠

(25:40) Dan sungguh, mereka (kaum musyrik Mekkah) telah melalui negeri (Sodom) yang (dulu) dijatuhi hujan yang buruk (hujan batu). Tidakkah mereka menyaksikannya? Bahkan mereka itu sebenarnya tidak mengharapkan hari kebangkitan.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

41-44 : Pengingkaran dan Ejekan terhadap Rasulullah (Ayat 41-44)

إِنْ كَادَ لَيُضِلُّنَا عَنْ آلِهَتِنَا لَوْلَا أَنْ صَبَرْنَا عَلَيْهَا ۚ وَسَوْفَ يَعْلَمُونَ حِينَ يَرَوْنَ الْعَذَابَ مَنْ أَضَلُّ سَبِيلًا ٤٢

(25:42) Sungguh, hampir saja dia menyesatkan kita dari sesembahan kita, seandainya kita tidak tetap bertahan (menyembah)nya." Dan kelak mereka akan mengetahui pada saat mereka melihat azab, siapa yang paling sesat jalannya.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

45-50 : Tanda-tanda Kekuasaan Allah di Alam (Ayat 45-50)
51-52 : Tugas Dakwah Rasulullah (Ayat 51-52)
53-54 : Kekuasaan Allah atas Alam (Ayat 53-54)
55-60 : Larangan Menyembah selain Allah (Ayat 55-60)

الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ ۚ الرَّحْمَٰنُ فَاسْأَلْ بِهِ خَبِيرًا ٥٩

(25:59) yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy, (Dialah) Yang Maha Pengasih, maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada orang yang lebih mengetahui (Muhammad).

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اسْجُدُوا لِلرَّحْمَٰنِ قَالُوا وَمَا الرَّحْمَٰنُ أَنَسْجُدُ لِمَا تَأْمُرُنَا وَزَادَهُمْ نُفُورًا ۩ ٦٠

(25:60) Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Sujudlah kepada Yang Maha Pengasih", mereka menjawab, "Siapakah Yang Maha Pengasih itu? Apakah kami harus sujud kepada Allah yang engkau (Muhammad) perintahkan kepada kami (bersujud kepada-Nya)?" Dan mereka makin jauh lari (dari kebenaran).

61-62 : Keagungan Allah dalam Ciptaan-Nya (Ayat 61-62)
63-77 : Sifat-sifat Hamba Allah yang Sejati (Ayat 63-77)

وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ يَلْقَ أَثَامًا ٦٨

(25:68) dan orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan lain dan tidak membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina; dan barang siapa melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat hukuman yang berat,

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun ketika sejumlah orang musyrik yang telah banyak melakukan pembunuhan dan perzinaan bertanya kepada Nabi apakah ada penebusan atau ampunan bagi dosa-dosa besar mereka jika mereka memeluk Islam. Ayat ini juga menjawab kebingungan Wahsyi (pembunuh paman Nabi, Hamzah) yang takut tobatnya bersyarat dan tidak diterima. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Ayat ini turun untuk mengonfirmasi jawaban Rasulullah atas pertanyaan‘Abdullàh bin Mas‘ùd tentang dosa yang paling besar di sisi Allah. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا ٦٩

(25:69) (yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari Kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina,

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun ketika sejumlah orang musyrik yang telah banyak melakukan pembunuhan dan perzinaan bertanya kepada Nabi apakah ada penebusan atau ampunan bagi dosa-dosa besar mereka jika mereka memeluk Islam. Ayat ini juga menjawab kebingungan Wahsyi (pembunuh paman Nabi, Hamzah) yang takut tobatnya bersyarat dan tidak diterima.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا ٧٠

(25:70) kecuali orang-orang yang bertobat dan beriman dan mengerjakan kebajikan; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun ketika sejumlah orang musyrik yang telah banyak melakukan pembunuhan dan perzinaan bertanya kepada Nabi apakah ada penebusan atau ampunan bagi dosa-dosa besar mereka jika mereka memeluk Islam. Ayat ini juga menjawab kebingungan Wahsyi (pembunuh paman Nabi, Hamzah) yang takut tobatnya bersyarat dan tidak diterima.

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا ٧٤

(25:74) Dan orang-orang yang berkata, "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa."

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.