Bacaan
TopikTanda-tanda Kekuasaan Allah di Alam (Ayat 45-50)
أَلَمْ تَرَ إِلَىٰ رَبِّكَ كَيْفَ مَدَّ الظِّلَّ وَلَوْ شَاءَ لَجَعَلَهُ سَاكِنًا ثُمَّ جَعَلْنَا الشَّمْسَ عَلَيْهِ دَلِيلًا
Tidakkah engkau memperhatikan (penciptaan) Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan (dan memendekkan) bayang-bayang; dan sekiranya Dia menghendaki, niscaya Dia menjadikannya (bayang-bayang itu) tetap, kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk,
Logical Fallacy
Divine fallacy & Non sequitur - Menggunakan fenomena alamiah dasar (pergeseran bayangan, siklus siang-malam, angin, dan hujan) lalu melakukan lompatan logika tak berdasar bahwa itu semua mutlak akibat intervensi langsung sang Tuhan, sambil melabeli yang tidak setuju sebagai orang ingkar.
Scientific Error
Geosentrisme: 'Allah memanjangkan bayangan — seandainya Dia menghendaki niscaya Dia jadikan tetap — kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuknya' — bayangan berubah karena bumi berotasi, bukan karena matahari bergerak; konsep ini hanya masuk akal dalam pandangan geosentris di mana matahari lah yang bergerak.

