Qurai

Surat 36

Yasin

يٰسۤ

Yasin, terdiri dari 83 ayat dan turun di Makkah.

Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-41 setelah Al-Jinn sebelum Al-Furqan.

Yasin sering disebut jantung Al-Qur'an dan paling sering dibacakan di rumah duka. Isinya sebagian besar tentang matahari, bulan, dan kebangkitan. Matahari dan bulan yang saling berkejaran (ayat 38 sampai 40): Ayat 38 menyebut matahari berjalan di tempat peredarannya. Ayat 39 menyebut bulan punya tempat-tempat singgah. Ayat 40 menyebut matahari tidak mungkin mengejar bulan, dan masing-masing beredar di garis edarnya. Gambaran dua benda yang beredar di lintasan berdekatan dan perlu diatur agar tidak bertabrakan adalah gambaran langit yang berpusat di bumi. Segala sesuatu diciptakan berpasangan (ayat 36): Ayat 36 menyatakan Allah menciptakan pasangan-pasangan dari semua yang ditumbuhkan bumi, dari diri manusia, dan dari yang tidak mereka ketahui. Bakteri membelah diri, banyak jamur berkembang biak lewat spora, dan sebagian hewan bertelur tanpa dibuahi. Tulang yang sudah hancur (ayat 77 sampai 79): Ayat 78 mengutip pertanyaan: siapa yang bisa menghidupkan tulang yang sudah hancur? Jawaban di ayat 79: yang menciptakannya pertama kali. Pertanyaannya soal caranya, jawabannya soal siapa yang mampu. Ayat 77 lebih dulu menyebut penanyanya sebagai penantang yang nyata. Kota yang habis oleh satu teriakan (ayat 13 sampai 29): Tiga utusan ditolak sebuah kota, lalu seluruh penduduknya musnah oleh satu teriakan. Nama kotanya tidak disebut, waktunya tidak disebut. Tafsir klasik mengisinya dengan Antiokhia, dan tidak ada catatan sejarah maupun temuan arkeologi yang mencatat kota itu pernah musnah seperti itu. Sangkakala dan orang yang keluar dari kubur (ayat 51 dan 52): Sangkakala ditiup dan orang-orang keluar dari kubur menuju Tuhan mereka. Gambaran itu sudah jadi bagian dari tulisan akhir zaman di Timur Tengah jauh sebelum abad ke-7. Penyelamat dan pembinasa di halaman yang sama (ayat 41 sampai 44): Di ayat 41, keturunan manusia diangkut di bahtera yang penuh muatan. Ayat 43 menyatakan kalau Dia mau, mereka bisa ditenggelamkan dan tidak ada yang menolong. Dua sifat itu dipasang berdampingan tanpa jarak. Surat yang paling sering dibacakan di samping orang yang baru meninggal adalah surat yang paling banyak berbicara tentang langit yang berpusat di bumi.

Persentase dihitung dari bagian ayat surat ini yang punya catatan itu (83 ayat). Ketuk kartunya untuk melihat daftar ayatnya.

1-6 : Pembukaan Surat (Ayat 1-6)
7-12 : Kondisi Orang-orang Kafir (Ayat 7-12)

إِنَّمَا تُنْذِرُ مَنِ اتَّبَعَ الذِّكْرَ وَخَشِيَ الرَّحْمَٰنَ بِالْغَيْبِ ۖ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَأَجْرٍ كَرِيمٍ ١١

(36:11) Sesungguhnya engkau hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan717 dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, walaupun mereka tidak melihat-Nya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.

Catatan Depag

*717) Peringatan yang diberikan oleh Nabi Muhammad -'alaihiṣ ṣalātu was salām- hanyalah berguna bagi orang yang mau mengikutinya.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ ۚ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ ١٢

(36:12) Sungguh, Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati, dan Kamilah yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab yang jelas (Lauḥ Maḥfūẓ).

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Banyak sahabat Ansar yang tinggal jauh dari Masjid Nabawi. Mereka pun ingin pindah agar dekat dengan masjid. Allah lalu menurunkan ayat iniuntuk menjelaskan bahwa setiap langkah mereka menuju masjid akan dicatat sebagai kebaikan di sisi Allah. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

13-32 : Kisah Penduduk Negeri (Ayat 13-32)

إِذْ أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمُ اثْنَيْنِ فَكَذَّبُوهُمَا فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ فَقَالُوا إِنَّا إِلَيْكُمْ مُرْسَلُونَ ١٤

(36:14) (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga (utusan itu) berkata, "Sungguh, kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu."

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

أَأَتَّخِذُ مِنْ دُونِهِ آلِهَةً إِنْ يُرِدْنِ الرَّحْمَٰنُ بِضُرٍّ لَا تُغْنِ عَنِّي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا وَلَا يُنْقِذُونِ ٢٣

(36:23) Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya? Jika (Allah) Yang Maha Pengasih menghendaki bencana terhadapku, pasti pertolongan mereka tidak berguna sama sekali bagi diriku dan mereka (juga) tidak dapat menyelamatkanku.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

قِيلَ ادْخُلِ الْجَنَّةَ ۖ قَالَ يَا لَيْتَ قَوْمِي يَعْلَمُونَ ٢٦

(36:26) Dikatakan (kepadanya), "Masuklah ke surga."719 Dia (laki-laki itu) berkata, "Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui,

Catatan Depag

*719) Menurut riwayat, laki-laki itu dibunuh oleh kaumnya setelah ia mengucapkan kata-katanya sebagai nasihat kepada kaumnya seperti tersebut dalam ayat 20 s/d 25. Ketika dia akan meninggal; malaikat turun memberitahukan bahwa Allah telah mengampuni dosanya dan dia akan masuk surga.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

33-44 : Tanda-tanda Kekuasaan Allah (Ayat 33-44)

وَالْقَمَرَ قَدَّرْنَاهُ مَنَازِلَ حَتَّىٰ عَادَ كَالْعُرْجُونِ الْقَدِيمِ ٣٩

(36:39) Dan telah Kami tetapkan tempat peredaran bagi bulan, sehingga (setelah ia sampai ke tempat peredaran yang terakhir) kembalilah ia seperti bentuk tandan yang tua.721

Catatan Depag

*721) Bulan itu pada awalnya kecil berbentuk sabit, kemudian setelah menempati tempat peredaran, ia menjadi purnama, kemudian pada tempat peredaran terakhir kelihatan seperti tandan kering yang melengkung.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

45-47 : Perilaku Orang Kafir terhadap Tanda-tanda Allah (Ayat 45-47)
48-54 : Hari Kebangkitan (Ayat 48-54)
55-58 : Kenikmatan di Surga (Ayat 55-58)
59-68 : Pemisahan antara Orang Beriman dan Kafir (Ayat 59-68)
69-70 : Kebenaran Al-Quran (Ayat 69-70)
71-76 : Nikmat Allah yang Tidak Disyukuri (Ayat 71-76)
77-83 : Penciptaan dan Kebangkitan (Ayat 77-83)

أَوَلَمْ يَرَ الْإِنْسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِنْ نُطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُبِينٌ ٧٧

(36:77) Dan tidakkah manusia memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setetes mani, ternyata dia menjadi musuh yang nyata!

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat di atas turun untuk menguatkan jawaban Nabi atas pertanyaan al-‘Àê bin Wà’il tentang kemampuan Allah untuk menghidupkan kembali tulang belulang yang telah hancur. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَنَسِيَ خَلْقَهُ ۖ قَالَ مَنْ يُحْيِي الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ ٧٨

(36:78) Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal kejadiannya; dia berkata, "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang, yang telah hancur luluh?

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun ketika Ubayy bin Khalaf datang menemui Nabi membawa tulang belulang yang sudah sangat lapuk. Ia meremukkan tulang itu dengan tangannya lalu dengan sombong menantang Nabi, "Apakah Allah bisa menghidupkan kembali tulang yang sudah hancur ini?" Nabi menjawab bahwa Allah akan membangkitkannya lalu melemparkannya ke neraka.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.