بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ يس ١
(36:1) Yā Sīn
Surat 36
يٰسۤ
Yasin, terdiri dari 83 ayat dan turun di Makkah.
Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-41 setelah Al-Jinn sebelum Al-Furqan.
QS Yaa Siin (Surat ke-36): Teks yang sering diklaim sebagai "jantung Al-Quran" ini justru secara terang-terangan mengekspos keterbatasan wawasan penulisnya pada era pra-ilmiah. Di pusat narasinya, teks ini sarat dengan kesalahan sains, sesat pikir (logical fallacy), dan dongeng tanpa landasan historis. Berikut adalah penyempurnaan bedah kritisnya: Astronomi Geosentris yang Terbantahkan (Ayat 38-40): Teks ini merekam pemahaman alam semesta yang salah kaprah. Ayat 38 menyatakan matahari "berjalan ditempat peredarannya". Ayat 39 menyebut bulan memiliki "manzilah-manzilah" (tempat singgah). Puncaknya di Ayat 40, ditegaskan bahwa "Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan" dan masing-masing "beredar pada garis edarnya". Ini adalah deskripsi murni dari model kosmologi geosentris abad ke-7 yang membayangkan matahari dan bulan berada di lintasan melingkar berkejaran mengelilingi bumi. Faktanya, matahari adalah pusat tata surya, dan bulan mengorbit bumi; mereka sama sekali tidak berada di jalur balapan yang harus diatur agar tidak saling bertabrakan. Klaim Biologi "Semua Berpasangan" yang Tidak Akurat (Ayat 36): Ayat 36 mengklaim secara mutlak bahwa Tuhan "menciptakan pasangan-pasangan semuanya", baik dari apa yang ditumbuhkan bumi, dari diri manusia, maupun dari "apa yang tidak mereka ketahui". Secara saintifik, generalisasi ini salah total. Di alam, banyak spesies hidup dan berkembang biak tanpa pasangan (aseksual), organisme hermafrodit, bakteri yang membelah diri, hingga jamur berspora. Klaim "semua berpasangan" bukanlah fakta biologis universal, melainkan sekadar proyeksi filosofi dualitas kuno (jantan-betina) yang dipaksakan pada seluruh kosmos. Analogi Kebangkitan yang Cacat Logika (Ayat 77-79): Saat menghadapi pertanyaan empiris yang sangat skeptis dan logis—"Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?"—teks ini gagal memberikan mekanisme atau bukti yang masuk akal. Jawaban di Ayat 79 hanyalah retorika: "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama". Ini adalah sebentuk analogi palsu (false equivalence). Menciptakan wujud dari proses biologi sel sperma (air mani) yang memang memiliki instruksi genetik adalah suatu hal, tetapi menyusun ulang materi dari debu yang entropinya sudah maksimal adalah proses materi yang sama sekali berbeda. Alih-alih merespons dengan kecerdasan, teks justru menyerang karakter penanya dengan melabelinya sebagai "penantang yang nyata" (Ayat 77). *Kisah Kota dan Teriakan Mematikan tanpa Bukti (Ayat 13-29): Teks menceritakan tiga utusan yang ditolak oleh sebuah "kota", lalu seluruh penduduknya musnah seketika hanya karena satu "suara keras/teriakan". Teks Al-Quran sendiri mengaburkan sejarah dengan tidak menyebutkan nama kotanya, waktu spesifik, atau detail sejarahnya. Ringkasan tafsir tradisional kemudian mencoba menambal lubang narasi ini dengan mengklaim bahwa ini adalah "Kisah utusan-utusan Nabi Isa a.s dengan penduduk Anthakiyah" (Antiokhia). Secara kritis, tidak ada satu pun bukti arkeologis atau catatan sejarah sekuler bahwa kota Antiokhia pernah hancur lebur oleh satu teriakan gaib karena menolak utusan agama. Ini murni mitologi dan taktik menakut-nakuti yang disajikan seakan-akan fakta historis. (Catatan: Penomoran spesifik rentang Ayat 13-29 dan elemen "suara keras" di bagian ini menggunakan informasi dari luar sumber yang Anda berikan dan dapat Anda verifikasi secara independen). Kiamat Tanpa Mekanisme yang Diverifikasi (Ayat 51-53): Klaim tentang sangkakala yang ditiup lalu semua mayat berlarian keluar dari kubur adalah fiksi eskatologis yang dogmatis. Ini adalah motif khas literatur apokaliptik Timur Tengah kuno yang mengandalkan teror akhir zaman tanpa sedikit pun kerangka penjelasan kosmik yang saintifik. (Catatan: Referensi spesifik untuk Ayat 51-53 tentang ditiupnya sangkakala berasal dari luar dokumen sumber Anda). Kontradiksi Sifat Entitas Ilahi: Penyelamat vs. Pembinasa (Ayat 41-44 & Ayat 31): Tuhan di sini menampilkan karakter yang sangat tidak konsisten. Di Ayat 41, Ia tampil sebagai Penyelamat yang "mengangkut keturunan mereka dalam bahtera". Namun tanpa jeda yang logis, di Ayat 43 Ia mengancam: jika Ia berkehendak, Ia bisa saja "menenggelamkan mereka" dan tidak ada yang bisa menyelamatkan. Di sepanjang teks juga ditegaskan kebiasaan Tuhan membinasakan generasi terdahulu, sebuah pola repetitif di mana kebaikan-Nya digugurkan oleh dorongan penghancuran massal. Gambaran ini tidak merekonsiliasi entitas yang Maha Pengasih dengan entitas yang meneror subjek-Nya. (Catatan: Nomor spesifik Ayat 31 tentang pembinasaan umat di surat Yasin ini ditambahkan dari luar sumber yang tersedia). Kesimpulan:* Surat Yaa Siin membongkar dirinya sendiri sebagai kompilasi dari kosmologi yang salah kaprah, dongeng peringatan tanpa bukti sejarah, kesalahan klasifikasi biologi, serta pembelaan diri yang berlindung di balik analogi cacat dan ancaman repetitif. Jika teks dengan masalah-masalah struktural dan saintifik yang begitu fatal ini diakui sebagai "jantung" Al-Quran, maka jantung tersebut terbukti lebih memompa fiksi pra-ilmiah dan teror psikologis, alih-alih kebijaksanaan dan kebenaran yang mutlak.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ يس ١
(36:1) Yā Sīn
وَالْقُرْآنِ الْحَكِيمِ ٢
(36:2) Demi Al-Qur`an yang penuh hikmah,
إِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ ٣
(36:3) sungguh, engkau (Muhammad) adalah salah seorang dari rasul-rasul,
عَلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ ٤
(36:4) (yang berada) di atas jalan yang lurus,
تَنْزِيلَ الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ ٥
(36:5) (sebagai wahyu) yang diturunkan oleh (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang,
لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا أُنْذِرَ آبَاؤُهُمْ فَهُمْ غَافِلُونَ ٦
(36:6) agar engkau memberi peringatan kepada suatu kaum yang nenek moyangnya belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai.
لَقَدْ حَقَّ الْقَوْلُ عَلَىٰ أَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ ٧
(36:7) Sungguh, pasti berlaku perkataan (hukuman) terhadap kebanyakan mereka, karena mereka tidak beriman.
إِنَّا جَعَلْنَا فِي أَعْنَاقِهِمْ أَغْلَالًا فَهِيَ إِلَى الْأَذْقَانِ فَهُمْ مُقْمَحُونَ ٨
(36:8) Sungguh, Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, karena itu mereka tertengadah.
وَجَعَلْنَا مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَأَغْشَيْنَاهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ ٩
(36:9) Dan Kami jadikan di hadapan mereka sekat (dinding) dan di belakang mereka juga sekat, dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.
وَسَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنْذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ ١٠
(36:10) Dan sama saja bagi mereka, apakah engkau memberi peringatan kepada mereka atau engkau tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman juga.
إِنَّمَا تُنْذِرُ مَنِ اتَّبَعَ الذِّكْرَ وَخَشِيَ الرَّحْمَٰنَ بِالْغَيْبِ ۖ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَأَجْرٍ كَرِيمٍ ١١
(36:11) Sesungguhnya engkau hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan717) dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, walaupun mereka tidak melihat-Nya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.
Catatan Depag
*717) Peringatan yang diberikan oleh Nabi Muhammad -'alaihiṣ ṣalātu was salām- hanyalah berguna bagi orang yang mau mengikutinya.
إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ ۚ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ ١٢
(36:12) Sungguh, Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati, dan Kamilah yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab yang jelas (Lauḥ Maḥfūẓ).
Asbabun Nuzul
Banyak sahabat Ansar yang tinggal jauh dari Masjid Nabawi. Mereka pun ingin pindah agar dekat dengan masjid. Allah lalu menurunkan ayat iniuntuk menjelaskan bahwa setiap langkah mereka menuju masjid akan dicatat sebagai kebaikan di sisi Allah. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلًا أَصْحَابَ الْقَرْيَةِ إِذْ جَاءَهَا الْمُرْسَلُونَ ١٣
(36:13) Dan buatlah suatu perumpamaan bagi mereka, yaitu penduduk suatu negeri, ketika utusan-utusan datang kepada mereka;
إِذْ أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمُ اثْنَيْنِ فَكَذَّبُوهُمَا فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ فَقَالُوا إِنَّا إِلَيْكُمْ مُرْسَلُونَ ١٤
(36:14) (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga (utusan itu) berkata, "Sungguh, kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu."
قَالُوا مَا أَنْتُمْ إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُنَا وَمَا أَنْزَلَ الرَّحْمَٰنُ مِنْ شَيْءٍ إِنْ أَنْتُمْ إِلَّا تَكْذِبُونَ ١٥
(36:15) Mereka (penduduk negeri) menjawab, "Kamu ini hanyalah manusia seperti kami, dan (Allah) Yang Maha Pengasih tidak menurunkan sesuatu apa pun; kamu hanyalah pendusta belaka."
قَالُوا رَبُّنَا يَعْلَمُ إِنَّا إِلَيْكُمْ لَمُرْسَلُونَ ١٦
(36:16) Mereka berkata, "Tuhan kami mengetahui sesungguhnya kami adalah utusan-utusan (-Nya) kepada kamu.
وَمَا عَلَيْنَا إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ ١٧
(36:17) Dan kewajiban kami hanyalah meyampaikan (perintah Allah) dengan jelas."
قَالُوا إِنَّا تَطَيَّرْنَا بِكُمْ ۖ لَئِنْ لَمْ تَنْتَهُوا لَنَرْجُمَنَّكُمْ وَلَيَمَسَّنَّكُمْ مِنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌ ١٨
(36:18) Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu. Sungguh, jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami rajam kamu dan kamu pasti akan merasakan siksaan yang pedih dari kami."
قَالُوا طَائِرُكُمْ مَعَكُمْ ۚ أَئِنْ ذُكِّرْتُمْ ۚ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ ١٩
(36:19) Mereka (utusan-utusan) itu berkata, "Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah kamu diberi peringatan? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas."
وَجَاءَ مِنْ أَقْصَى الْمَدِينَةِ رَجُلٌ يَسْعَىٰ قَالَ يَا قَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِينَ ٢٠
(36:20) Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki718) dengan bergegas dia berkata, "Wahai kaumku! Ikutilah utusan-utusan itu.
Catatan Depag
*718) Menurut mufasir, laki-laki tersebut bernama Habib An-Najjār.
اتَّبِعُوا مَنْ لَا يَسْأَلُكُمْ أَجْرًا وَهُمْ مُهْتَدُونَ ٢١
(36:21) Ikutilah orang yang tidak meminta imbalan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.
وَمَا لِيَ لَا أَعْبُدُ الَّذِي فَطَرَنِي وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ ٢٢
(36:22) Dan tidak ada alasan bagiku untuk tidak menyembah (Allah) yang telah menciptakanku dan hanya kepada-Nyalah kamu akan dikembalikan.
أَأَتَّخِذُ مِنْ دُونِهِ آلِهَةً إِنْ يُرِدْنِ الرَّحْمَٰنُ بِضُرٍّ لَا تُغْنِ عَنِّي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا وَلَا يُنْقِذُونِ ٢٣
(36:23) Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya? Jika (Allah) Yang Maha Pengasih menghendaki bencana terhadapku, pasti pertolongan mereka tidak berguna sama sekali bagi diriku dan mereka (juga) tidak dapat menyelamatkanku.
إِنِّي إِذًا لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ ٢٤
(36:24) Sesungguhnya jika aku (berbuat) begitu, pasti aku berada dalam kesesatan yang nyata.
إِنِّي آمَنْتُ بِرَبِّكُمْ فَاسْمَعُونِ ٢٥
(36:25) Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan)ku."
قِيلَ ادْخُلِ الْجَنَّةَ ۖ قَالَ يَا لَيْتَ قَوْمِي يَعْلَمُونَ ٢٦
(36:26) Dikatakan (kepadanya), "Masuklah ke surga."719) Dia (laki-laki itu) berkata, "Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui,
Catatan Depag
*719) Menurut riwayat, laki-laki itu dibunuh oleh kaumnya setelah ia mengucapkan kata-katanya sebagai nasihat kepada kaumnya seperti tersebut dalam ayat 20 s/d 25. Ketika dia akan meninggal; malaikat turun memberitahukan bahwa Allah telah mengampuni dosanya dan dia akan masuk surga.
بِمَا غَفَرَ لِي رَبِّي وَجَعَلَنِي مِنَ الْمُكْرَمِينَ ٢٧
(36:27) apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang telah dimuliakan."
وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَىٰ قَوْمِهِ مِنْ بَعْدِهِ مِنْ جُنْدٍ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا كُنَّا مُنْزِلِينَ ٢٨
(36:28) Dan setelah dia (meninggal), Kami tidak menurunkan suatu pasukan pun dari langit kepada kaumnya, dan Kami tidak perlu menurunkannya.
إِنْ كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ خَامِدُونَ ٢٩
(36:29) Tidak ada siksaan terhadap mereka melainkan dengan satu teriakan saja; maka seketika itu mereka mati.
يَا حَسْرَةً عَلَى الْعِبَادِ ۚ مَا يَأْتِيهِمْ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ ٣٠
(36:30) Alangkah besar penyesalan terhadap hamba-hamba itu, setiap datang seorang rasul kepada mereka, mereka selalu memperolok-olokkannya.
أَلَمْ يَرَوْا كَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنَ الْقُرُونِ أَنَّهُمْ إِلَيْهِمْ لَا يَرْجِعُونَ ٣١
(36:31) Tidakkah mereka mengetahui berapa banyak umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan. Orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tidak ada yang kembali kepada mereka.720)
Catatan Depag
*720) Mereka itu tidak kembali ke dunia.
وَإِنْ كُلٌّ لَمَّا جَمِيعٌ لَدَيْنَا مُحْضَرُونَ ٣٢
(36:32) Dan setiap (umat), semuanya akan dihadapkan kepada Kami.
وَآيَةٌ لَهُمُ الْأَرْضُ الْمَيْتَةُ أَحْيَيْنَاهَا وَأَخْرَجْنَا مِنْهَا حَبًّا فَمِنْهُ يَأْكُلُونَ ٣٣
(36:33) Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah bumi yang mati (tandus). Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan darinya biji-bijian, maka dari (biji-bijian) itu mereka makan.
وَجَعَلْنَا فِيهَا جَنَّاتٍ مِنْ نَخِيلٍ وَأَعْنَابٍ وَفَجَّرْنَا فِيهَا مِنَ الْعُيُونِ ٣٤
(36:34) Dan Kami jadikan padanya di bumi itu kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air,
لِيَأْكُلُوا مِنْ ثَمَرِهِ وَمَا عَمِلَتْهُ أَيْدِيهِمْ ۖ أَفَلَا يَشْكُرُونَ ٣٥
(36:35) agar mereka dapat makan dari buahnya, dan dari hasil usaha tangan mereka. Maka mengapa mereka tidak bersyukur?
سُبْحَانَ الَّذِي خَلَقَ الْأَزْوَاجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنْبِتُ الْأَرْضُ وَمِنْ أَنْفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُونَ ٣٦
(36:36) Mahasuci (Allah) yang telah menciptakan semuanya berpasang-pasangan, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka sendiri, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.
وَآيَةٌ لَهُمُ اللَّيْلُ نَسْلَخُ مِنْهُ النَّهَارَ فَإِذَا هُمْ مُظْلِمُونَ ٣٧
(36:37) Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari (malam) itu, maka seketika itu mereka (berada dalam) kegelapan,
وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَهَا ۚ ذَٰلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ ٣٨
(36:38) dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui.
وَالْقَمَرَ قَدَّرْنَاهُ مَنَازِلَ حَتَّىٰ عَادَ كَالْعُرْجُونِ الْقَدِيمِ ٣٩
(36:39) Dan telah Kami tetapkan tempat peredaran bagi bulan, sehingga (setelah ia sampai ke tempat peredaran yang terakhir) kembalilah ia seperti bentuk tandan yang tua.721)
Catatan Depag
*721) Bulan itu pada awalnya kecil berbentuk sabit, kemudian setelah menempati tempat peredaran, ia menjadi purnama, kemudian pada tempat peredaran terakhir kelihatan seperti tandan kering yang melengkung.
لَا الشَّمْسُ يَنْبَغِي لَهَا أَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ ۚ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ ٤٠
(36:40) Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya.
وَآيَةٌ لَهُمْ أَنَّا حَمَلْنَا ذُرِّيَّتَهُمْ فِي الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ ٤١
(36:41) Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam kapal yang penuh muatan,
وَخَلَقْنَا لَهُمْ مِنْ مِثْلِهِ مَا يَرْكَبُونَ ٤٢
(36:42) dan Kami ciptakan (juga) untuk mereka (angkutan lain) seperti apa yang mereka kendarai.722)
Catatan Depag
*722) Hewan-hewan tunggangan dan alat-alat pengangkutan umumnya.
وَإِنْ نَشَأْ نُغْرِقْهُمْ فَلَا صَرِيخَ لَهُمْ وَلَا هُمْ يُنْقَذُونَ ٤٣
(36:43) Dan jika Kami menghendaki, Kami tenggelamkan mereka. Maka tidak ada penolong bagi mereka dan tidak (pula) mereka diselamatkan,
إِلَّا رَحْمَةً مِنَّا وَمَتَاعًا إِلَىٰ حِينٍ ٤٤
(36:44) melainkan (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai waktu tertentu.
وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّقُوا مَا بَيْنَ أَيْدِيكُمْ وَمَا خَلْفَكُمْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ ٤٥
(36:45) Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Takutlah kamu akan siksa yang dihadapanmu (di dunia) dan azab yang akan datang (akhirat) agar kamu mendapat rahmat."
وَمَا تَأْتِيهِمْ مِنْ آيَةٍ مِنْ آيَاتِ رَبِّهِمْ إِلَّا كَانُوا عَنْهَا مُعْرِضِينَ ٤٦
(36:46) Dan setiap kali suatu tanda dari tanda-tanda (kebesaran) Tuhan datang kepada mereka, mereka selalu berpaling darinya.
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ أَنْفِقُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ قَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنُطْعِمُ مَنْ لَوْ يَشَاءُ اللَّهُ أَطْعَمَهُ إِنْ أَنْتُمْ إِلَّا فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ ٤٧
(36:47) Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Infakkanlah sebagian rezeki yang diberikan Allah kepadamu," orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman, "Apakah pantas kami memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki Dia akan memberinya makan? Kamu benar-benar dalam kesesatan yang nyata."
وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَٰذَا الْوَعْدُ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ ٤٨
(36:48) Dan mereka (orang-orang kafir) berkata, "Kapan janji (hari berbangkit) itu (terjadi) jika kamu orang-orang yang benar?"
مَا يَنْظُرُونَ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً تَأْخُذُهُمْ وَهُمْ يَخِصِّمُونَ ٤٩
(36:49) Mereka hanya menunggu satu teriakan,723) yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar.
Catatan Depag
*723) Suara tiupan sangkakala pertama yang menghancurkan bumi ini.
فَلَا يَسْتَطِيعُونَ تَوْصِيَةً وَلَا إِلَىٰ أَهْلِهِمْ يَرْجِعُونَ ٥٠
(36:50) Sehingga mereka tidak mampu membuat suatu wasiat dan mereka (juga) tidak dapat kembali kepada keluarganya.
وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُمْ مِنَ الْأَجْدَاثِ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يَنْسِلُونَ ٥١
(36:51) Lalu ditiuplah sangkakala,724) maka seketika itu mereka keluar dari kuburnya (dalam keadaan hidup), menuju kepada Tuhannya.
Catatan Depag
*724) Tiupan ini adalah tiupan sangkakala kedua yang membangkitkan orang-orang dalam kubur.
قَالُوا يَا وَيْلَنَا مَنْ بَعَثَنَا مِنْ مَرْقَدِنَا ۜ ۗ هَٰذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَٰنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُونَ ٥٢
(36:52) Mereka berkata, "Celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?" Inilah yang dijanjikan (Allah) Yang Maha Pengasih dan benarlah rasul-rasul(-Nya).
إِنْ كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ جَمِيعٌ لَدَيْنَا مُحْضَرُونَ ٥٣
(36:53) Teriakan itu hanya sekali saja, maka seketika itu mereka semua dihadapkan kepada Kami (untuk dihisab).
فَالْيَوْمَ لَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَلَا تُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ ٥٤
(36:54) Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikit pun dan kamu tidak akan diberi balasan, kecuali sesuai dengan apa yang telah kamu kerjakan.
إِنَّ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِي شُغُلٍ فَاكِهُونَ ٥٥
(36:55) Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka).
هُمْ وَأَزْوَاجُهُمْ فِي ظِلَالٍ عَلَى الْأَرَائِكِ مُتَّكِئُونَ ٥٦
(36:56) Mereka dan pasangan-pasangannya berada dalam tempat yang teduh, bersandar di atas dipan-dipan.
لَهُمْ فِيهَا فَاكِهَةٌ وَلَهُمْ مَا يَدَّعُونَ ٥٧
(36:57) Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa saja yang mereka inginkan.
سَلَامٌ قَوْلًا مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ ٥٨
(36:58) (Kepada mereka dikatakan), "Salām," sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.
وَامْتَازُوا الْيَوْمَ أَيُّهَا الْمُجْرِمُونَ ٥٩
(36:59) Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir), "Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, wahai orang-orang yang berdosa!
أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آدَمَ أَنْ لَا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ ۖ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ ٦٠
(36:60) Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu wahai anak cucu Adam agar kamu tidak menyembah setan? Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagi kamu,
وَأَنِ اعْبُدُونِي ۚ هَٰذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ ٦١
(36:61) dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus."
وَلَقَدْ أَضَلَّ مِنْكُمْ جِبِلًّا كَثِيرًا ۖ أَفَلَمْ تَكُونُوا تَعْقِلُونَ ٦٢
(36:62) Dan sungguh, ia (setan itu) telah menyesatkan sebagian besar di antara kamu. Maka apakah kamu tidak mengerti?
هَٰذِهِ جَهَنَّمُ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ ٦٣
(36:63) Inilah (neraka) Jahanam yang dahulu telah diperingatkan kepadamu.
اصْلَوْهَا الْيَوْمَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ ٦٤
(36:64) Masuklah ke dalamnya pada hari ini karena dahulu kamu mengingkarinya.
الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَىٰ أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ ٦٥
(36:65) Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.
وَلَوْ نَشَاءُ لَطَمَسْنَا عَلَىٰ أَعْيُنِهِمْ فَاسْتَبَقُوا الصِّرَاطَ فَأَنَّىٰ يُبْصِرُونَ ٦٦
(36:66) Dan jika Kami menghendaki, pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka; sehingga mereka berlomba-lomba (mencari) jalan. Maka bagaimana mungkin mereka dapat melihat?
وَلَوْ نَشَاءُ لَمَسَخْنَاهُمْ عَلَىٰ مَكَانَتِهِمْ فَمَا اسْتَطَاعُوا مُضِيًّا وَلَا يَرْجِعُونَ ٦٧
(36:67) Dan jika Kami menghendaki, pastilah Kami ubah bentuk mereka di tempat mereka berada; sehingga mereka tidak sanggup berjalan lagi dan juga tidak sanggup kembali.
وَمَنْ نُعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِي الْخَلْقِ ۖ أَفَلَا يَعْقِلُونَ ٦٨
(36:68) Dan barang siapa Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada awal kejadian(nya).725) Maka mengapa mereka tidak mengerti?
Catatan Depag
*725) Kembali menjadi lemah dan kurang akal, seperti anak kecil.
وَمَا عَلَّمْنَاهُ الشِّعْرَ وَمَا يَنْبَغِي لَهُ ۚ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ وَقُرْآنٌ مُبِينٌ ٦٩
(36:69) Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah pantas baginya. Al-Qur`an itu tidak lain hanyalah pelajaran dan Kitab yang jelas.
لِيُنْذِرَ مَنْ كَانَ حَيًّا وَيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَى الْكَافِرِينَ ٧٠
(36:70) agar dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan agar pasti ketetapan (azab) terhadap orang-orang kafir.
أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا خَلَقْنَا لَهُمْ مِمَّا عَمِلَتْ أَيْدِينَا أَنْعَامًا فَهُمْ لَهَا مَالِكُونَ ٧١
(36:71) Dan tidakkah mereka melihat bahwa Kami telah meciptakan hewan ternak untuk mereka, yaitu sebagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami, lalu mereka menguasainya ?
وَذَلَّلْنَاهَا لَهُمْ فَمِنْهَا رَكُوبُهُمْ وَمِنْهَا يَأْكُلُونَ ٧٢
(36:72) Dan Kami menundukkannya (hewan-hewan itu) untuk mereka; lalu sebagiannya untuk menjadi tunggangan mereka dan sebagian untuk mereka makan.
وَلَهُمْ فِيهَا مَنَافِعُ وَمَشَارِبُ ۖ أَفَلَا يَشْكُرُونَ ٧٣
(36:73) Dan mereka memperoleh berbagai manfaat dan minuman darinya. Maka mengapa mereka tidak bersyukur?
وَاتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ آلِهَةً لَعَلَّهُمْ يُنْصَرُونَ ٧٤
(36:74) Dan mereka mengangkat sesembahan selain Allah agar mereka mendapat pertolongan.
لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَهُمْ وَهُمْ لَهُمْ جُنْدٌ مُحْضَرُونَ ٧٥
(36:75) Mereka (sesembahan) itu tidak dapat menolong mereka; padahal mereka itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga (sesembahan) itu.
فَلَا يَحْزُنْكَ قَوْلُهُمْ ۘ إِنَّا نَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ ٧٦
(36:76) Maka jangan sampai ucapan mereka membuat engkau (Muhammad) bersedih hati. Sungguhnya, Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka tampakkan.
أَوَلَمْ يَرَ الْإِنْسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِنْ نُطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُبِينٌ ٧٧
(36:77) Dan tidakkah manusia memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setetes mani, ternyata dia menjadi musuh yang nyata!
Asbabun Nuzul
Ayat di atas turun untuk menguatkan jawaban Nabi atas pertanyaan al-‘Àê bin Wà’il tentang kemampuan Allah untuk menghidupkan kembali tulang belulang yang telah hancur. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَنَسِيَ خَلْقَهُ ۖ قَالَ مَنْ يُحْيِي الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ ٧٨
(36:78) Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal kejadiannya; dia berkata, "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang, yang telah hancur luluh?
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun ketika Ubayy bin Khalaf datang menemui Nabi membawa tulang belulang yang sudah sangat lapuk. Ia meremukkan tulang itu dengan tangannya lalu dengan sombong menantang Nabi, "Apakah Allah bisa menghidupkan kembali tulang yang sudah hancur ini?" Nabi menjawab bahwa Allah akan membangkitkannya lalu melemparkannya ke neraka.
قُلْ يُحْيِيهَا الَّذِي أَنْشَأَهَا أَوَّلَ مَرَّةٍ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ ٧٩
(36:79) Katakanlah (Muhammad), "Yang akan menghidupkannya ialah (Allah) yang menciptakannya pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk,
الَّذِي جَعَلَ لَكُمْ مِنَ الشَّجَرِ الْأَخْضَرِ نَارًا فَإِذَا أَنْتُمْ مِنْهُ تُوقِدُونَ ٨٠
(36:80) yaitu (Allah) yang menjadikan api untukmu dari kayu yang hijau, maka seketika itu kamu nyalakan (api) dari kayu itu."
أَوَلَيْسَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِقَادِرٍ عَلَىٰ أَنْ يَخْلُقَ مِثْلَهُمْ ۚ بَلَىٰ وَهُوَ الْخَلَّاقُ الْعَلِيمُ ٨١
(36:81) Dan bukankah (Allah) yang menciptakan langit dan bumi, mampu menciptakan kembali yang serupa itu (jasad mereka yang sudah hancur)? Benar, dan Dia Maha Pencipta, Maha Mengetahui.
إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ ٨٢
(36:82) Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, "Jadilah!" Maka jadilah sesuatu itu.
فَسُبْحَانَ الَّذِي بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ ٨٣
(36:83) Maka Mahasuci (Allah) yang ditangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya kamu dikembalikan.