Ayat 1
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ يس
Yā Sīn


Surat 36
يٰسۤ
Yasin, terdiri dari 83 ayat dan turun di Makkah.
Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-41 setelah Al-Jinn sebelum Al-Furqan.
Surat yang diklaim sebagai "jantung Al-Quran" ini justru memperlihatkan keterbatasan pengetahuan penulisnya dengan sangat jelas. Kalau dilihat secara kritis, ada beberapa masalah besar: Astronomi yang sudah lama terbantahkan: Matahari digambarkan "berjalan menuju tempat peredarannya" dan tidak boleh "menyusul bulan." Ini model geosentris yang sudah terbukti salah berabad-abad lalu. Matahari dan bulan bergerak dalam orbit yang sama sekali berbeda dan tidak dalam hubungan kejar-mengejar seperti yang digambarkan. Kisah kota tanpa nama dan tanpa bukti: Sebuah kota didatangi tiga utusan, menolak, lalu hancur dengan satu teriakan. Tidak ada nama kota, tidak ada periode waktu, tidak ada bukti arkeologis. Ini bukan sejarah — ini cerita menakutkan yang diperlakukan sebagai fakta. Analogi kebangkitan yang tidak setara: Ketika ditanya bagaimana tulang yang sudah hancur bisa dihidupkan kembali, jawabannya adalah "yang pertama kali menciptakan pasti bisa menghidupkan lagi." Tapi menciptakan dari ketiadaan dan membangkitkan yang sudah musnah adalah dua proses yang berbeda. Ini analogi yang tidak menjawab pertanyaan. Kiamat tanpa mekanisme yang bisa diverifikasi: Sangkakala ditiup, semua bangkit dari kubur — digambarkan seolah fakta yang akan terjadi, tanpa satu pun bukti empiris atau mekanisme yang bisa dijelaskan. Kontradiksi sifat Allah: Di satu ayat Allah digambarkan sebagai penyelamat dari marabahaya. Di ayat lain diakui bahwa banyak generasi sebelumnya sudah dibinasakan. Kedua gambaran ini tidak pernah direkonsiliasi dalam teks yang sama. Klaim "semua berpasangan" yang tidak akurat: Konsep dualitas bukan pengetahuan baru — ini sudah ada dalam filosofi kuno jauh sebelumnya. Dan faktanya banyak makhluk hidup yang bereproduksi secara aseksual, jadi klaim "semua berpasangan" tidak berlaku secara universal. Kesimpulan: Ya Sin adalah kompilasi astronomi yang salah, kisah tanpa bukti, analogi yang keliru, dan ancaman yang sudah terlalu sering diulang. Kalau ini memang jantung Al-Quran, maka masalah-masalah yang ada di sini bukan di pinggiran — ini ada di pusatnya.
Ayat 1
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ يس
Yā Sīn
Ayat 2
وَالْقُرْآنِ الْحَكِيمِ
Demi Al-Qur`an yang penuh hikmah,
Ayat 3
إِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ
sungguh, engkau (Muhammad) adalah salah seorang dari rasul-rasul,
Ayat 4
عَلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
(yang berada) di atas jalan yang lurus,
Ayat 5
تَنْزِيلَ الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ
(sebagai wahyu) yang diturunkan oleh (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang,
Ayat 6
لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا أُنْذِرَ آبَاؤُهُمْ فَهُمْ غَافِلُونَ
agar engkau memberi peringatan kepada suatu kaum yang nenek moyangnya belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai.
Ayat 7
لَقَدْ حَقَّ الْقَوْلُ عَلَىٰ أَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ
Sungguh, pasti berlaku perkataan (hukuman) terhadap kebanyakan mereka, karena mereka tidak beriman.
Ayat 8
إِنَّا جَعَلْنَا فِي أَعْنَاقِهِمْ أَغْلَالًا فَهِيَ إِلَى الْأَذْقَانِ فَهُمْ مُقْمَحُونَ
Sungguh, Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, karena itu mereka tertengadah.
Ayat 13
وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلًا أَصْحَابَ الْقَرْيَةِ إِذْ جَاءَهَا الْمُرْسَلُونَ
Dan buatlah suatu perumpamaan bagi mereka, yaitu penduduk suatu negeri, ketika utusan-utusan datang kepada mereka;
Ayat 14
إِذْ أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمُ اثْنَيْنِ فَكَذَّبُوهُمَا فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ فَقَالُوا إِنَّا إِلَيْكُمْ مُرْسَلُونَ
(yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga (utusan itu) berkata, "Sungguh, kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu."
Ayat 33
وَآيَةٌ لَهُمُ الْأَرْضُ الْمَيْتَةُ أَحْيَيْنَاهَا وَأَخْرَجْنَا مِنْهَا حَبًّا فَمِنْهُ يَأْكُلُونَ
Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah bumi yang mati (tandus). Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan darinya biji-bijian, maka dari (biji-bijian) itu mereka makan.
Ayat 34
وَجَعَلْنَا فِيهَا جَنَّاتٍ مِنْ نَخِيلٍ وَأَعْنَابٍ وَفَجَّرْنَا فِيهَا مِنَ الْعُيُونِ
Dan Kami jadikan padanya di bumi itu kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air,
Ayat 45
وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّقُوا مَا بَيْنَ أَيْدِيكُمْ وَمَا خَلْفَكُمْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Takutlah kamu akan siksa yang dihadapanmu (di dunia) dan azab yang akan datang (akhirat) agar kamu mendapat rahmat."
Ayat 46
وَمَا تَأْتِيهِمْ مِنْ آيَةٍ مِنْ آيَاتِ رَبِّهِمْ إِلَّا كَانُوا عَنْهَا مُعْرِضِينَ
Dan setiap kali suatu tanda dari tanda-tanda (kebesaran) Tuhan datang kepada mereka, mereka selalu berpaling darinya.
Ayat 47
Ayat 48
وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَٰذَا الْوَعْدُ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
Dan mereka (orang-orang kafir) berkata, "Kapan janji (hari berbangkit) itu (terjadi) jika kamu orang-orang yang benar?"
Ayat 49
مَا يَنْظُرُونَ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً تَأْخُذُهُمْ وَهُمْ يَخِصِّمُونَ
Mereka hanya menunggu satu teriakan,723) yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar.
Catatan Depag
*723) Suara tiupan sangkakala pertama yang menghancurkan bumi ini.
Ayat 55
إِنَّ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِي شُغُلٍ فَاكِهُونَ
Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka).
Ayat 56
هُمْ وَأَزْوَاجُهُمْ فِي ظِلَالٍ عَلَى الْأَرَائِكِ مُتَّكِئُونَ
Mereka dan pasangan-pasangannya berada dalam tempat yang teduh, bersandar di atas dipan-dipan.
Ayat 57
لَهُمْ فِيهَا فَاكِهَةٌ وَلَهُمْ مَا يَدَّعُونَ
Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa saja yang mereka inginkan.
Ayat 59
وَامْتَازُوا الْيَوْمَ أَيُّهَا الْمُجْرِمُونَ
Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir), "Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, wahai orang-orang yang berdosa!
Ayat 60
أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آدَمَ أَنْ لَا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ ۖ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu wahai anak cucu Adam agar kamu tidak menyembah setan? Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagi kamu,
Ayat 61
Ayat 69
وَمَا عَلَّمْنَاهُ الشِّعْرَ وَمَا يَنْبَغِي لَهُ ۚ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ وَقُرْآنٌ مُبِينٌ
Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah pantas baginya. Al-Qur`an itu tidak lain hanyalah pelajaran dan Kitab yang jelas.
Ayat 70
لِيُنْذِرَ مَنْ كَانَ حَيًّا وَيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَى الْكَافِرِينَ
agar dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan agar pasti ketetapan (azab) terhadap orang-orang kafir.
Ayat 71
أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا خَلَقْنَا لَهُمْ مِمَّا عَمِلَتْ أَيْدِينَا أَنْعَامًا فَهُمْ لَهَا مَالِكُونَ
Dan tidakkah mereka melihat bahwa Kami telah meciptakan hewan ternak untuk mereka, yaitu sebagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami, lalu mereka menguasainya ?
Ayat 72
وَذَلَّلْنَاهَا لَهُمْ فَمِنْهَا رَكُوبُهُمْ وَمِنْهَا يَأْكُلُونَ
Dan Kami menundukkannya (hewan-hewan itu) untuk mereka; lalu sebagiannya untuk menjadi tunggangan mereka dan sebagian untuk mereka makan.
Ayat 73
Ayat 77
أَوَلَمْ يَرَ الْإِنْسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِنْ نُطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُبِينٌ
Dan tidakkah manusia memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setetes mani, ternyata dia menjadi musuh yang nyata!
Asbabun Nuzul
Ayat di atas turun untuk menguatkan jawaban Nabi atas pertanyaan al-‘Àê bin Wà’il tentang kemampuan Allah untuk menghidupkan kembali tulang belulang yang telah hancur. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
Ayat 78
وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَنَسِيَ خَلْقَهُ ۖ قَالَ مَنْ يُحْيِي الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ
Ayat 12
إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ ۚ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ
Sungguh, Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati, dan Kamilah yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab yang jelas (Lauḥ Maḥfūẓ).
Asbabun Nuzul
Banyak sahabat Ansar yang tinggal jauh dari Masjid Nabawi. Mereka pun ingin pindah agar dekat dengan masjid. Allah lalu menurunkan ayat iniuntuk menjelaskan bahwa setiap langkah mereka menuju masjid akan dicatat sebagai kebaikan di sisi Allah. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
Ayat 15
Ayat 35
Ayat 50
Ayat 58
وَأَنِ اعْبُدُونِي ۚ هَٰذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ
dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus."
وَلَهُمْ فِيهَا مَنَافِعُ وَمَشَارِبُ ۖ أَفَلَا يَشْكُرُونَ
Dan mereka memperoleh berbagai manfaat dan minuman darinya. Maka mengapa mereka tidak bersyukur?
Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal kejadiannya; dia berkata, "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang, yang telah hancur luluh?
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun ketika Ubayy bin Khalaf datang menemui Nabi membawa tulang belulang yang sudah sangat lapuk. Ia meremukkan tulang itu dengan tangannya lalu dengan sombong menantang Nabi, "Apakah Allah bisa menghidupkan kembali tulang yang sudah hancur ini?" Nabi menjawab bahwa Allah akan membangkitkannya lalu melemparkannya ke neraka.