Bacaan
TopikKeagungan Al-Qur'an dan Kekuasaan Allah (Ayat 1-3)
الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيرًا
Yang memiliki kerajaan langit dan bumi, tidak mempunyai anak, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekusaan (-Nya), dan Dia menciptakan segala sesuatu, lalu menetapkan ukuran-ukurannya dengan tepat.
Logical Fallacy
Ipse dixit (bare assertion fallacy) - Mengklaim tanpa bukti bahwa Tuhan tidak mempunyai anak dan menciptakan segalanya dengan ukuran yang presisi. Pernyataan ini disajikan murni sebagai fakta absolut yang menuntut untuk dipercaya begitu saja tanpa pembuktian.
Scientific Error
Klaim bahwa Allah menciptakan segala sesuatu lalu 'menetapkan takdir' (qaddara taqdiran) — konsep penciptaan sekaligus penetapan takdir secara simultan bertentangan dengan mekanisme kausalitas fisika; juga menyiratkan determinisme universal yang bertentangan dengan konsep pilihan bebas (free will) yang disebut di ayat lain.

