Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun tentang Uqbah bin Abi Mu'ayt dan Ubayy bin Khalaf. Uqbah pernah mengundang Nabi makan, namun Nabi menolak memakannya sebelum Uqbah bersyahadat. Uqbah pun bersyahadat agar Nabi mau makan. Saat Ubayy (temannya) mengetahui hal ini, ia marah dan menyuruh Uqbah meludah di wajah Nabi. Ludah tersebut berbalik membakar wajah Uqbah, dan ayat ini menggambarkan penyesalan mereka kelak di hari kiamat.
TopikPertanggungjawaban pada Hari Kiamat (Ayat 17-29)
وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا
Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang zalim menggigit kedua tangannya, (menyesali perbuatannya) seraya berkata, "Wahai! Sekiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama Rasul.
Moral Concern
Orang zalim menyesal 'tidak mengambil jalan Rasul' (a.27-29): framing penyesalan akhirat sebagai bukti kebenaran Islam — instrumen retorik yang tidak memberi ruang bagi orang yang secara tulus memilih jalan berbeda

