Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun ketika sejumlah orang musyrik yang telah banyak melakukan pembunuhan dan perzinaan bertanya kepada Nabi apakah ada penebusan atau ampunan bagi dosa-dosa besar mereka jika mereka memeluk Islam. Ayat ini juga menjawab kebingungan Wahsyi (pembunuh paman Nabi, Hamzah) yang takut tobatnya bersyarat dan tidak diterima.
TopikSifat-sifat Hamba Allah yang Sejati (Ayat 63-77)
إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
kecuali orang-orang yang bertobat dan beriman dan mengerjakan kebajikan; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
Contradiction
Kontra S4:48 dan S4:116: dosa syirik tidak diampuni Allah; namun S25:70 menyebut orang yang bertobat dari syirik, membunuh, dan zina akan diampuni dan keburukannya diganti kebaikan — kontradiksi langsung mengenai apakah syirik dapat diampuni melalui tobat.

