Al-Furqan (Pembeda) Ayat 68

Bacaan

TopikSifat-sifat Hamba Allah yang Sejati (Ayat 63-77)

وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ يَلْقَ أَثَامًا

(25:68) dan orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan lain dan tidak membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina; dan barang siapa melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat hukuman yang berat,

Asbabun Nuzul

Ayat ini turun ketika sejumlah orang musyrik yang telah banyak melakukan pembunuhan dan perzinaan bertanya kepada Nabi apakah ada penebusan atau ampunan bagi dosa-dosa besar mereka jika mereka memeluk Islam. Ayat ini juga menjawab kebingungan Wahsyi (pembunuh paman Nabi, Hamzah) yang takut tobatnya bersyarat dan tidak diterima. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Ayat ini turun untuk mengonfirmasi jawaban Rasulullah atas pertanyaan‘Abdullàh bin Mas‘ùd tentang dosa yang paling besar di sisi Allah. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)

Cacat Logika

Package deal - Taktik manipulatif yang membundel "mempersekutukan Tuhan" (sebuah perbedaan pandangan teologis/dogma) dalam satu keranjang kejahatan yang sama dengan "membunuh" dan "berzina" (tindakan kriminal serius). Menciptakan ilusi bahwa berbeda keyakinan secara moral sama bejatnya dengan membunuh orang.

Moral

Hamba Allah sejati tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (a.68-69): larangan pembunuhan hanya berlaku untuk jiwa yang 'diharamkan' — tersirat ada jiwa yang tidak diharamkan; concern atas selektivitas perlindungan nyawa berdasarkan kategori agama

Kontradiksi

Kontradiksi Pengampunan Syirik: Ayat ini menyatakan dosa-dosa besar termasuk menyembah tuhan lain bisa diampuni melalui taubat — bertentangan dengan 4:48 dan 4:116 yang menyatakan syirik adalah satu-satunya dosa yang tidak pernah diampuni Allah.