Bacaan
TopikSifat-sifat Hamba Allah yang Sejati (Ayat 63-77)
وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ يَلْقَ أَثَامًا
(25:68) dan orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan lain dan tidak membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina; dan barang siapa melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat hukuman yang berat,
Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi
Ayat ini turun ketika sejumlah orang musyrik yang telah banyak melakukan pembunuhan dan perzinaan bertanya kepada Nabi apakah ada penebusan atau ampunan bagi dosa-dosa besar mereka jika mereka memeluk Islam. Ayat ini juga menjawab kebingungan Wahsyi (pembunuh paman Nabi, Hamzah) yang takut tobatnya bersyarat dan tidak diterima. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Ayat ini turun untuk mengonfirmasi jawaban Rasulullah atas pertanyaan‘Abdullàh bin Mas‘ùd tentang dosa yang paling besar di sisi Allah. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
Cacat Logika
Tiga hal yang tidak sejenis disatukan (package deal). Menyekutukan Allah dijejerkan dengan membunuh dan berzina sebagai satu daftar yang balasannya sama. Yang pertama sikap batin terhadap keyakinan, dua yang lain perbuatan yang merugikan orang lain, dan penyatuan itu membuat beda keyakinan setara dengan pembunuhan.
Moral
Larangan membunuh di ayat ini dibatasi pada jiwa yang diharamkan Allah, kecuali dengan alasan yang benar. Rumusan itu menyisakan golongan jiwa yang boleh dibunuh, dan yang menentukan batasnya hukum agama, bukan hak hidupnya sendiri.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

