Qurai

Surat 26

Asy-Syu'ara'

الشعراۤء

Para Penyair, terdiri dari 227 ayat dan turun di Makkah.

Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-47 setelah Al-Waqi'ah sebelum An-Naml.

Asy-Syu'ara menceritakan tujuh nabi berturut-turut: Musa, Ibrahim, Nuh, Hud, Saleh, Luth, dan Syu'aib. Satu cetakan untuk tujuh kisah: Rasul datang, kaumnya menolak, ancaman disampaikan, azab turun. Delapan kali di dalam surat ini muncul kalimat penutup yang sama persis: "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda, tetapi kebanyakan mereka tidak beriman", lalu disusul "Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang". Pengulangan sepersis itu ciri cerita yang lama dituturkan dari mulut ke mulut, tempat satu rumus dipakai lagi setiap kali keadaannya berulang. Dialog Musa dan Firaun kata per kata (ayat 16 sampai 51): Percakapan di istana ditulis lengkap, termasuk sanggahan Firaun dan jawaban Musa. Tidak ada keterangan tentang dari mana kata-kata itu diketahui, dan tidak ada saksi yang tersisa. Serangan kepada penyair (ayat 224 sampai 226): Ayat 224 sampai 226 mengecam penyair yang mengembara di setiap lembah dan mengatakan apa yang tidak mereka kerjakan. Bantahan itu muncul karena Muhammad dituduh penyair. Bantahannya memakai cap buruk terhadap pekerjaannya, bukan perbedaan isi. Bahasa Arab yang jelas (ayat 195, 198, dan 199): Ayat 195 menyebut Al-Qur'an diturunkan dengan bahasa Arab yang jelas. Ayat 198 dan 199 menambahkan: seandainya diturunkan kepada orang bukan Arab lalu dibacakan kepada mereka, mereka tidak akan beriman. Pendengar yang dibayangkan ayat itu pendengar Arab. Pengakuan bahwa pesannya tidak diterima (ayat 3 dan 4): Ayat 3 mengatakan Muhammad hampir membinasakan dirinya karena mereka tidak beriman. Ayat 4 menyatakan kalau Allah mau, Dia bisa menurunkan tanda dari langit sampai leher mereka tunduk. Kalau bisa dan tidak dilakukan, kesusahan di ayat 3 jadi kesusahan yang dipelihara sendiri. Tujuh kisah, satu alur, dan delapan penutup yang sama persis. Yang paling menonjol dari surat ini justru caranya disusun.

Persentase dihitung dari bagian ayat surat ini yang punya catatan itu (227 ayat). Ketuk kartunya untuk melihat daftar ayatnya.

1-9 : Pembukaan dan Kekhawatiran Rasulullah (Ayat 1-9)
10-68 : Kisah Musa dan Fir'aun (Ayat 10-68)

فَأَلْقَىٰ مُوسَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُونَ ٤٥

(26:45) Kemudian Musa melemparkan tongkatnya, maka tiba-tiba ia menelan benda-benda palsu yang mereka ada-adakan itu.586

Catatan Depag

*586) Tali-temali dan tongkat-tongkat yang dilemparkan para penyihir itu yang terbayang seolah-olah menjadi ular, semuanya ditelan oleh tongkat Nabi Musa -'alaihissalām- yang benar-benar menjadi ular.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

قَالَ آمَنْتُمْ لَهُ قَبْلَ أَنْ آذَنَ لَكُمْ ۖ إِنَّهُ لَكَبِيرُكُمُ الَّذِي عَلَّمَكُمُ السِّحْرَ فَلَسَوْفَ تَعْلَمُونَ ۚ لَأُقَطِّعَنَّ أَيْدِيَكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ مِنْ خِلَافٍ وَلَأُصَلِّبَنَّكُمْ أَجْمَعِينَ ٤٩

(26:49) Dia (Fir'aun) berkata, "Mengapa kamu beriman kepada Musa sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya dia pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu. Nanti kamu pasti akan tahu (akibat perbuatanmu). Pasti akan kupotong tangan dan kakimu bersilang, dan sungguh akan aku menyalib kamu semuanya."

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

69-104 : Kisah Ibrahim dan Kaumnya (Ayat 69-104)
105-122 : Kisah Nabi Nuh dan Kaumnya (Ayat 105-122)
123-140 : Kisah Nabi Hud dan Kaum 'Ad (Ayat 123-140)
141-159 : Kisah Nabi Saleh dan Kaum Tsamud (Ayat 141-159)
160-175 : Kisah Nabi Luth dan Kaumnya (Ayat 160-175)
176-191 : Kisah Nabi Syu'aib dan Penduduk Aikah (Ayat 176-191)
192-220 : Tentang Al-Qur'an dan Tugas Nabi Muhammad (Ayat 192-220)
221-227 : Tentang Penyair dan Pembedaan dengan Nabi (Ayat 221-227)

إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَذَكَرُوا اللَّهَ كَثِيرًا وَانْتَصَرُوا مِنْ بَعْدِ مَا ظُلِمُوا ۗ وَسَيَعْلَمُ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَيَّ مُنْقَلَبٍ يَنْقَلِبُونَ ٢٢٧

(26:227) kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapat kemenangan setelah terzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang-orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.