Asy-Syu'ara' (Para Penyair) Ayat 63

Bacaan

TopikKisah Musa dan Fir'aun (Ayat 10-68)

فَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ أَنِ اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْبَحْرَ ۖ فَانْفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍ كَالطَّوْدِ الْعَظِيمِ

(26:63) Lalu Kami wahyukan kepada Musa, "Pukullah laut itu dengan tongkatmu." Maka terbelahlah lautan itu, dan setiap belahan seperti gunung yang besar.

Moral

(26:63-66): Penenggelaman seluruh tentara Firaun dirayakan — genosida militer sebagai kemenangan spiritual.

Sains

Ayat 63 menceritakan laut terbelah saat Musa memukul dengan tongkat, membentuk belahan setinggi gunung (Q26:63 menyebut 'seperti gunung besar'). Pembelahan laut secara ajaib bertentangan dengan hidrodinamika dan fisika fluida. Laut tidak dapat terbelah membentuk dinding air yang stabil oleh pukulan tongkat. Beberapa hipotesis naturalistik (angin kencang) tidak sesuai dengan skala yang digambarkan.

Kontradiksi

Ayat 63 menceritakan laut terbelah saat Musa memukul tongkat dan setiap belahan 'seperti gunung besar'. Q20:77 menceritakan laut terbelah tanpa menyebut detail ini. Q2:50 dan Q26:63 konsisten tentang pembelahan laut, namun Q44:24 menyebut Musa diperintahkan 'biarkan laut tetap terbelah' setelah menyeberang — menunjukkan variasi dalam detail komando ilahi yang berbeda di setiap narasi.