Dia (Fir'aun) berkata kepada para pemuka di sekelilingnya, "Sesungguhnya dia (Musa) ini pasti seorang penyihir yang pandai.
Kritik
Straw man: Firaun menyederhanakan misi Musa menjadi ancaman politik; CT: penyebutan penyihir dikumpulkan berbeda detail lintas surah.
Logical Fallacy
Appeal to fear & Straw man - Fir'aun mendistorsi niat Musa, memanipulasi pemuka sekelilingnya dengan menuduh Musa sebagai penyihir yang bermotif makar politik (ingin mengusir penduduk dari negerinya) untuk memicu ketakutan massal.
Moral Concern
(26:34-35): Musa dan Harun dituduh hendak mengusir Firaun dari negerinya — narasi membenarkan konflik kekuasaan atas nama agama.
Contradiction
Ayat 34–35 menggambarkan Fir'aun menyebut Musa sebagai 'penyihir pandai' yang akan mengusir mereka dari negeri. Namun Q20:57-58 menggambarkan Fir'aun yang lebih menantang dengan berkata akan mendatangkan sihir tandingan. Q26 dan Q20 memberikan dialog Fir'aun yang berbeda dalam respons terhadap tongkat Musa — inkonsistensi narasi yang sama di dua surat berbeda.