Qurai

Surat 56

Al-Waqi'ah

الواقعة

Hari Kiamat, terdiri dari 96 ayat dan turun di Makkah.

Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-46 setelah Taha sebelum Asy-Syu'ara'.

Al-Waqi'ah memuat gambaran akhirat yang paling terperinci di Al-Qur'an, dan perinciannya yang paling banyak memberi tahu. Surga yang bentuknya sangat tertentu (ayat 28 sampai 34): Pohon bidara tanpa duri, pisang bersusun, naungan yang terbentang, air yang tercurah, buah yang tidak habis dan tidak terlarang, kasur yang tebal. Semuanya kebalikan dari padang pasir. Orang yang hidup di tepi danau atau di tengah hutan hujan tidak merindukan hal yang sama. Tiga golongan dengan tiga perlakuan (ayat 7 sampai 27): Golongan kanan, golongan kiri, dan yang paling dahulu. Yang paling dahulu duduk di dipan bertahtakan emas dan permata, dikelilingi anak-anak muda yang tetap muda. Golongan kanan mendapat kebun. Perbedaan tingkat di dunia dilanjutkan ke akhirat, bukan diselesaikan di sana. Perempuan sebagai bagian dari hadiah (ayat 22, 23, dan 35 sampai 37): Ayat 22 dan 23 menjanjikan bidadari bermata jeli seperti mutiara yang tersimpan. Ayat 35 sampai 37 menyatakan mereka diciptakan langsung sebagai gadis perawan, penuh cinta, dan sebaya umurnya. Yang dijanjikan kepada perempuan beriman tidak pernah disebut dengan kerincian yang sama di mana pun. Taman dan pendamping yang sudah ada sebelumnya: Gambaran taman berair mengalir dan pendamping surgawi sudah beredar di kawasan itu sebelum Islam, antara lain di tradisi Persia. Kata firdaus sendiri berakar dari Persia pairidaeza, taman berpagar, yang masuk lewat Yunani paradeisos. Siksa untuk golongan kiri (ayat 41 sampai 44): Angin yang sangat panas, air mendidih, dan naungan asap hitam yang tidak sejuk dan tidak menyenangkan. Dua alat dipakai bergantian di surat yang sama: yang satu memikat, yang satu menakuti. Yang jatuh di ayat 75 dan 76: Ayat 75 dan 76 bersumpah demi tempat jatuhnya bintang-bintang, dan menyebutnya sumpah yang besar kalau kamu mengetahui. Yang jatuh dan terlihat dari bumi bukan bintang, melainkan batu kecil yang terbakar di atmosfer. Surga di surat ini dijanjikan kepada seluruh manusia, dan bentuknya bentuk yang cuma dirindukan orang yang hidup di tanah kering.

Persentase dihitung dari bagian ayat surat ini yang punya catatan itu (96 ayat). Ketuk kartunya untuk melihat daftar ayatnya.

1-6 : Pengantar tentang Hari Kiamat (Ayat 1-6)
7-10 : Tiga Golongan Manusia di Hari Kiamat (Ayat 7-10)
11-26 : Golongan Terdahulu (As-Sabiqun) (Ayat 11-26)

ثُلَّةٌ مِنَ الْأَوَّلِينَ ١٣

(56:13) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,827

Catatan Depag

*827) Umat nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dan generasi awal dari umat Islam. Dan yang dimaksud orang yang kemudian ialah umat Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- yang datang di akhir zaman.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

& 56:39-40 Ayat ini turun karena Umar bin Khattab merasa sedih dan menangis setelah mendengar ayat sebelumnya yang menyebutkan bahwa hanya "sedikit" umat akhir zaman yang selamat, sementara umat terdahulu sangat banyak. Allah kemudian menyenangkan hati umat Islam dengan menurunkan ayat baru yang menyatakan bahwa "segolongan besar" dari umat akhir zaman juga akan selamat dan masuk surga.

Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.

وَقَلِيلٌ مِنَ الْآخِرِينَ ١٤

(56:14) dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

& 56:39-40 Ayat ini turun karena Umar bin Khattab merasa sedih dan menangis setelah mendengar ayat sebelumnya yang menyebutkan bahwa hanya "sedikit" umat akhir zaman yang selamat, sementara umat terdahulu sangat banyak. Allah kemudian menyenangkan hati umat Islam dengan menurunkan ayat baru yang menyatakan bahwa "segolongan besar" dari umat akhir zaman juga akan selamat dan masuk surga.

27-40 : Golongan Kanan (Ashab Al-Yamin) (Ayat 27-40)
41-56 : Golongan Kiri (Ashab Al-Syimal) (Ayat 41-56)
57-74 : Bukti Kekuasaan Allah dalam Penciptaan (Ayat 57-74)
75-82 : Keagungan Al-Qur'an (Ayat 75-82)

وَتَجْعَلُونَ رِزْقَكُمْ أَنَّكُمْ تُكَذِّبُونَ ٨٢

(56:82) dan kamu menjadikan rezeki yang kamu terima (dari Allah) justru untuk mendustakan(-Nya).

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat ini turun karena setelah umat Islam diberi hujan yang lebat lewat doa Nabi, ada seseorang yang mengambil air sambil berkata bahwa hujan itu turun berkat "bintang ini dan bintang itu". Allah menurunkan ayat ini untuk menegur keras mereka yang menjadikan bantahan terhadap rezeki dari Allah sebagai kebiasaan/sumber kebanggaan.

83-96 : Saat Kematian dan Pembalasan (Ayat 83-96)