بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ إِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُ ١
(56:1) Apabila terjadi hari Kiamat.
Surat 56
الواقعة
Hari Kiamat, terdiri dari 96 ayat dan turun di Makkah.
Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-46 setelah Taha sebelum Asy-Syu'ara'.
QS Al-Waqi'ah (Surat ke-56): Surat ini memuat deskripsi paling rinci mengenai kehidupan akhirat dalam Al-Quran. Namun, pembedahan kritis secara gamblang menyingkap bahwa visi "surga" di sini bukanlah sebuah konsep keadilan dan kedamaian spiritual yang universal, melainkan murni proyeksi materialistis dan fantasi seksual khas masyarakat patriarkis Arab abad ke-7. "Surga Arab" yang Bias Budaya dan Ekologi (Ayat 28-34): Deskripsi surga dalam surat ini merefleksikan secara akurat apa yang paling didambakan oleh masyarakat gurun yang hidup di lingkungan tandus dan keras. Kenikmatan tertinggi bagi golongan kanan digambarkan sebatas hal-hal material: "pohon bidara yang tak berduri" (Ayat 28), "pohon pisang yang bersusun-susun" (Ayat 29), "naungan yang terbentang luas" (Ayat 30), "air yang tercurah" (Ayat 31), serta "kasur-kasur yang tebal lagi empuk" (Ayat 34). Ini adalah daftar keinginan (wishlist) seorang pedagang nomaden kelelahan yang memimpikan oase, bukan sebuah visi universal tentang pencerahan kosmik dari Tuhan yang tak terbatas oleh ruang dan budaya. Sistem Kasta Surgawi yang Feodal (Ayat 7-15 & 27): Surat ini melembagakan ketidakadilan struktural hingga ke alam baka dengan membagi manusia ke dalam tiga hierarki kaku: "golongan kanan", "golongan kiri", dan "orang-orang yang paling dahulu" (As-Saabiquun) (Ayat 7-10). Sistem kasta ini sangat diskriminatif, di mana kelompok elite/terdahulu mendapat perlakuan VVIP—berada di atas "dipan yang bertahta emas dan permata" (Ayat 15) dan dilayani oleh anak-anak muda abadi (Ayat 17)—sementara "golongan kanan" (kebanyakan pengikut biasa) hanya mendapat kebun standar (Ayat 27-34). Konsep "surga bertingkat" ini lebih mirip cerminan struktur kelas sosial dan feodalisme Arab kuno ketimbang keadilan ilahi yang egaliter. Objektifikasi Perempuan sebagai Komoditas Pemuas (Ayat 22-23 & 35-37): Ini adalah paradoks moral yang paling mencolok. Sementara di dunia perempuan sering dibatasi perannya, tubuh mereka justru dieksploitasi sebagai "hadiah" puncak di surga bagi laki-laki. Teks ini menjanjikan "bidadari-bidadari bermata jeli laksana mutiara yang tersimpan baik" (Ayat 22-23). Lebih jauh, Ayat 35-37 secara eksplisit menyatakan bahwa Tuhan akan merakit ulang perempuan-perempuan ini secara langsung menjadi "gadis-gadis perawan" yang "penuh cinta lagi sebaya umurnya" khusus untuk memuaskan hasrat "golongan kanan". Narasi ini sangat misoginis; ia merendahkan esensi perempuan sekadar menjadi objek seksual abadi demi melayani fantasi laki-laki. Jejak Apropriasi Mitologi Persia: Secara historis dan literatur, gambaran surga ini sama sekali tidak orisinal. Konsep taman dengan sungai yang mengalir dan bidadari (hur) adalah apropriasi langsung dari konsep eskatologi Zoroastrianisme Persia, yakni frasho-kereti (taman surga) dan paric (peri/pendamping surgawi jelita) yang mitosnya sudah beredar berabad-abad sebelum Islam lahir di Timur Tengah. Fakta bahwa surat ini mendaur ulang elemen-elemen mitologi Persia membuktikan bahwa teks ini adalah produk peleburan budaya regional, bukan rancangan orisinal yang diturunkan langsung dari surga. Ancaman Sadis bagi Golongan Kiri (Ayat 41-43): Kontras dengan fantasi memanjakan tadi, kelompok yang menolak (golongan kiri) diancam dengan hukuman fisik yang murni penyiksaan badaniwi: disiksa dalam "angin yang amat panas", "air panas yang mendidih", dan "dalam naungan asap yang hitam" (Ayat 41-43). Pola iming-iming hadiah seksual vs ancaman penyiksaan fisik ini adalah mekanisme reward and punishment primitif yang dirancang untuk mengendalikan pengikut awal melalui hawa nafsu dan ketakutan. Kesimpulan: QS Al-Waqi'ah secara tidak langsung membongkar karakternya sendiri. Konsep surga di dalamnya bukanlah cetak biru keadilan spiritual yang luhur, melainkan proyeksi ambisi material masyarakat Arab gurun abad ke-7 yang diperkaya dengan apropriasi mitologi Persia. Dengan melembagakan sistem hierarki feodal (kasta surgawi) dan mempromosikan objektifikasi tubuh perempuan secara vulgar menjadi komoditas seksual, teks ini terbukti sangat dikondisikan oleh bias budaya patriarkis penyusunnya, jauh dari klaim sebagai kebenaran universal.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ إِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُ ١
(56:1) Apabila terjadi hari Kiamat.
لَيْسَ لِوَقْعَتِهَا كَاذِبَةٌ ٢
(56:2) Terjadinya tidak dapat didustakan (disangkal).
خَافِضَةٌ رَافِعَةٌ ٣
(56:3) (Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain).
إِذَا رُجَّتِ الْأَرْضُ رَجًّا ٤
(56:4) Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya,
وَبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّا ٥
(56:5) dan gunung-gunung dihancur luluhkan sehancur-hancurnya,
فَكَانَتْ هَبَاءً مُنْبَثًّا ٦
(56:6) maka jadilah ia debu yang berterbangan,
وَكُنْتُمْ أَزْوَاجًا ثَلَاثَةً ٧
(56:7) dan kamu menjadi tiga golongan,
فَأَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ مَا أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ ٨
(56:8) yaitu golongan kanan,825) alangkah mulianya golongan kanan itu,
Catatan Depag
*825) Orang-orang yang menerima buku catatan amal mereka dengan tangan kanan.
وَأَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ مَا أَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ ٩
(56:9) dan golongan kiri,826) alangkah sengsaranya golongan kiri itu,
Catatan Depag
*826) Orang-orang yang menerima buku catatan amal mereka dengan tangan kiri.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
وَالسَّابِقُونَ السَّابِقُونَ ١٠
(56:10) dan orang-orang yang paling dahulu (beriman), merekalah yang paling dahulu (masuk surga).
أُولَٰئِكَ الْمُقَرَّبُونَ ١١
(56:11) mereka itulah orang yang dekat (kepada Allah),
فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ ١٢
(56:12) Berada dalam surga kenikmatan,
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
ثُلَّةٌ مِنَ الْأَوَّلِينَ ١٣
(56:13) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,827)
Catatan Depag
*827) Umat nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dan generasi awal dari umat Islam. Dan yang dimaksud orang yang kemudian ialah umat Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- yang datang di akhir zaman.
Asbabun Nuzul
& 56:39-40 Ayat ini turun karena Umar bin Khattab merasa sedih dan menangis setelah mendengar ayat sebelumnya yang menyebutkan bahwa hanya "sedikit" umat akhir zaman yang selamat, sementara umat terdahulu sangat banyak. Allah kemudian menyenangkan hati umat Islam dengan menurunkan ayat baru yang menyatakan bahwa "segolongan besar" dari umat akhir zaman juga akan selamat dan masuk surga.
وَقَلِيلٌ مِنَ الْآخِرِينَ ١٤
(56:14) dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian.
Asbabun Nuzul
& 56:39-40 Ayat ini turun karena Umar bin Khattab merasa sedih dan menangis setelah mendengar ayat sebelumnya yang menyebutkan bahwa hanya "sedikit" umat akhir zaman yang selamat, sementara umat terdahulu sangat banyak. Allah kemudian menyenangkan hati umat Islam dengan menurunkan ayat baru yang menyatakan bahwa "segolongan besar" dari umat akhir zaman juga akan selamat dan masuk surga.
عَلَىٰ سُرُرٍ مَوْضُونَةٍ ١٥
(56:15) Mereka berada di atas dipan-dipan yang bertahtakan emas dan permata,
مُتَّكِئِينَ عَلَيْهَا مُتَقَابِلِينَ ١٦
(56:16) mereka bersandar di atasnya berhadap-hadapan.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
يَطُوفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُخَلَّدُونَ ١٧
(56:17) Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda,
بِأَكْوَابٍ وَأَبَارِيقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِينٍ ١٨
(56:18) dengan membawa gelas, cerek dan gelas besar (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir,
لَا يُصَدَّعُونَ عَنْهَا وَلَا يُنْزِفُونَ ١٩
(56:19) mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk,
وَفَاكِهَةٍ مِمَّا يَتَخَيَّرُونَ ٢٠
(56:20) dan buah-buahan apa pun yang mereka pilih,
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
وَلَحْمِ طَيْرٍ مِمَّا يَشْتَهُونَ ٢١
(56:21) dan daging burung apa pun yang mereka inginkan.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
وَحُورٌ عِينٌ ٢٢
(56:22) dan ada bidadari-bidadari yang bermata indah,
كَأَمْثَالِ اللُّؤْلُؤِ الْمَكْنُونِ ٢٣
(56:23) laksana mutiara yang tersimpan baik.
جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ ٢٤
(56:24) Sebagai balasan atas apa yang mereka kerjakan.
لَا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًا وَلَا تَأْثِيمًا ٢٥
(56:25) Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia maupun yang menimbulkan dosa,
إِلَّا قِيلًا سَلَامًا سَلَامًا ٢٦
(56:26) tetapi mereka mendengar ucapan salam.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
وَأَصْحَابُ الْيَمِينِ مَا أَصْحَابُ الْيَمِينِ ٢٧
(56:27) Dan golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu.
فِي سِدْرٍ مَخْضُودٍ ٢٨
(56:28) (Mereka) berada di antara pohon bidara yang tidak berduri,
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun karena umat Islam sempat merasa kagum dan berandai-andai melihat keindahan Lembah Wajj di Tha'if yang sangat subur dan memiliki pohon-pohon bidara yang lebat. Allah lalu menjanjikan pemandangan surgawi yang jauh lebih indah dan tanpa duri.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
وَطَلْحٍ مَنْضُودٍ ٢٩
(56:29) dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya),
وَظِلٍّ مَمْدُودٍ ٣٠
(56:30) dan naungan yang terbentang luas,
وَمَاءٍ مَسْكُوبٍ ٣١
(56:31) dan air yang mengalir terus-menerus,
وَفَاكِهَةٍ كَثِيرَةٍ ٣٢
(56:32) dan buah-buahan yang banyak,
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
لَا مَقْطُوعَةٍ وَلَا مَمْنُوعَةٍ ٣٣
(56:33) yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang mengambilnya,
وَفُرُشٍ مَرْفُوعَةٍ ٣٤
(56:34) dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk.
إِنَّا أَنْشَأْنَاهُنَّ إِنْشَاءً ٣٥
(56:35) Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari itu) secara langsung,828)
Catatan Depag
*828) Mereka diciptakan tanpa melalui kelahiran dan langsung menjadi gadis.
فَجَعَلْنَاهُنَّ أَبْكَارًا ٣٦
(56:36) lalu Kami jadikan mereka perawan-perawan,
عُرُبًا أَتْرَابًا ٣٧
(56:37) yang penuh cinta (dan) sebaya umurnya,
لِأَصْحَابِ الْيَمِينِ ٣٨
(56:38) untuk golongan kanan,
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
ثُلَّةٌ مِنَ الْأَوَّلِينَ ٣٩
(56:39) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
وَثُلَّةٌ مِنَ الْآخِرِينَ ٤٠
(56:40) dan segolongan besar pula dari orang yang kemudian.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
وَأَصْحَابُ الشِّمَالِ مَا أَصْحَابُ الشِّمَالِ ٤١
(56:41) Dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu.
فِي سَمُومٍ وَحَمِيمٍ ٤٢
(56:42) (Mereka) dalam siksaan angin yang sangat panas dan air yang mendidih,
وَظِلٍّ مِنْ يَحْمُومٍ ٤٣
(56:43) dan naungan asap yang hitam,
لَا بَارِدٍ وَلَا كَرِيمٍ ٤٤
(56:44) tidak sejuk dan tidak menyenangkan.
إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَٰلِكَ مُتْرَفِينَ ٤٥
(56:45) Sesungguhnya mereka sebelum itu (dahulu) hidup bermewah-mewah,
وَكَانُوا يُصِرُّونَ عَلَى الْحِنْثِ الْعَظِيمِ ٤٦
(56:46) dan mereka terus-menerus mengerjakan dosa yang besar,
وَكَانُوا يَقُولُونَ أَئِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَامًا أَإِنَّا لَمَبْعُوثُونَ ٤٧
(56:47) dan mereka berkata, "Apabila kami sudah mati, menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali?
أَوَآبَاؤُنَا الْأَوَّلُونَ ٤٨
(56:48) Apakah nenek moyang kami yang terdahulu (dibangkitkan pula)?"
قُلْ إِنَّ الْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ ٤٩
(56:49) Katakanlah, "(Ya), sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan yang kemudian,
لَمَجْمُوعُونَ إِلَىٰ مِيقَاتِ يَوْمٍ مَعْلُومٍ ٥٠
(56:50) semuanya pasti akan dikumpulkan pada waktu tertentu, pada hari yang sudah dimaklumi.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
ثُمَّ إِنَّكُمْ أَيُّهَا الضَّالُّونَ الْمُكَذِّبُونَ ٥١
(56:51) Kemudian sesungguhnya kamu, wahai orang-orang yang sesat lagi mendustakan!
لَآكِلُونَ مِنْ شَجَرٍ مِنْ زَقُّومٍ ٥٢
(56:52) pasti akan memakan pohon zaqqum,829)
Catatan Depag
*829) Jenis pohon di neraka yang mengakibatkan derita yang luar biasa bagi yang memakannya.
فَمَالِئُونَ مِنْهَا الْبُطُونَ ٥٣
(56:53) Maka akan penuh perutmu dengannya.
فَشَارِبُونَ عَلَيْهِ مِنَ الْحَمِيمِ ٥٤
(56:54) Setelah itu kamu akan memimun air yang sangat panas.
فَشَارِبُونَ شُرْبَ الْهِيمِ ٥٥
(56:55) Maka kamu minum seperti unta (yang sangat haus) minum.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
هَٰذَا نُزُلُهُمْ يَوْمَ الدِّينِ ٥٦
(56:56) Itulah hidangan untuk mereka pada hari pembalasan."
نَحْنُ خَلَقْنَاكُمْ فَلَوْلَا تُصَدِّقُونَ ٥٧
(56:57) Kami telah menciptakan kamu, mengapa kamu tidak membenarkan (hari berbangkit)?
أَفَرَأَيْتُمْ مَا تُمْنُونَ ٥٨
(56:58) Maka adakah kamu perhatikan, tentang (benih manusia) yang kamu pancarkan.
أَأَنْتُمْ تَخْلُقُونَهُ أَمْ نَحْنُ الْخَالِقُونَ ٥٩
(56:59) Kamukah yang menciptakannya, ataukah Kami penciptanya?
نَحْنُ قَدَّرْنَا بَيْنَكُمُ الْمَوْتَ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوقِينَ ٦٠
(56:60) Kami telah menentukan kematian masing-masing kamu dan Kami tidak lemah,
عَلَىٰ أَنْ نُبَدِّلَ أَمْثَالَكُمْ وَنُنْشِئَكُمْ فِي مَا لَا تَعْلَمُونَ ٦١
(56:61) untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu (di dunia) dan membangkitkan kamu kelak (di akhirat) dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.
وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ النَّشْأَةَ الْأُولَىٰ فَلَوْلَا تَذَكَّرُونَ ٦٢
(56:62) Dan sungguh, kamu telah tahu penciptaan yang pertama, mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
أَفَرَأَيْتُمْ مَا تَحْرُثُونَ ٦٣
(56:63) Pernahkah kamu perhatikan benih yang kamu tanam?
أَأَنْتُمْ تَزْرَعُونَهُ أَمْ نَحْنُ الزَّارِعُونَ ٦٤
(56:64) Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkan?
لَوْ نَشَاءُ لَجَعَلْنَاهُ حُطَامًا فَظَلْتُمْ تَفَكَّهُونَ ٦٥
(56:65) Sekiranya Kami kehendaki, niscaya Kami hancurkan sampai lumat; maka kamu akan heran tercengang,
إِنَّا لَمُغْرَمُونَ ٦٦
(56:66) (sambil berkata), "Sungguh, kami benar-benar menderita kerugian,
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
بَلْ نَحْنُ مَحْرُومُونَ ٦٧
(56:67) bahkan kami tidak mendapat hasil apa pun."
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
أَفَرَأَيْتُمُ الْمَاءَ الَّذِي تَشْرَبُونَ ٦٨
(56:68) Pernahkah kamu memperhatikan air yang kamu minum?
أَأَنْتُمْ أَنْزَلْتُمُوهُ مِنَ الْمُزْنِ أَمْ نَحْنُ الْمُنْزِلُونَ ٦٩
(56:69) Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan?
لَوْ نَشَاءُ جَعَلْنَاهُ أُجَاجًا فَلَوْلَا تَشْكُرُونَ ٧٠
(56:70) Sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami menjadikannya asin, mengapa kamu tidak bersyukur?
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
أَفَرَأَيْتُمُ النَّارَ الَّتِي تُورُونَ ٧١
(56:71) Maka pernahkah kamu memperhatikan tentang api yang kamu nyalakan (dengan kayu)?
أَأَنْتُمْ أَنْشَأْتُمْ شَجَرَتَهَا أَمْ نَحْنُ الْمُنْشِئُونَ ٧٢
(56:72) Kamukah yang menumbuhkan kayu itu ataukah Kami yang menumbuhkan?
نَحْنُ جَعَلْنَاهَا تَذْكِرَةً وَمَتَاعًا لِلْمُقْوِينَ ٧٣
(56:73) Kami menjadikannya (api itu) untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ ٧٤
(56:74) Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahabesar.
فَلَا أُقْسِمُ بِمَوَاقِعِ النُّجُومِ ٧٥
(56:75) Lalu Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang.
Asbabun Nuzul
75-82 Pada masa Rasulullah, kaum musyrik menganggap hujan turun karena bertepatan dengan rasi bintang tertentu. Mereka mengingkari hujan itusebagai rahmat yang Allah turunkan kepada manusia. Terkait hal itulahayat ini diturunkan. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
وَإِنَّهُ لَقَسَمٌ لَوْ تَعْلَمُونَ عَظِيمٌ ٧٦
(56:76) Dan sesungguhnya itu benar-benar sumpah yang besar sekiranya kamu mengetahui,
إِنَّهُ لَقُرْآنٌ كَرِيمٌ ٧٧
(56:77) dan (ini) sesungguhnya Al-Qur`an yang sangat mulia,
فِي كِتَابٍ مَكْنُونٍ ٧٨
(56:78) dalam Kitab yang terpelihara (Lauḥ Maḥfūẓ),
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ ٧٩
(56:79) tidak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan.
تَنْزِيلٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ ٨٠
(56:80) Diturunkan dari Tuhan seluruh alam.
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
أَفَبِهَٰذَا الْحَدِيثِ أَنْتُمْ مُدْهِنُونَ ٨١
(56:81) Apakah kamu menganggap remeh berita ini (Al-Qur`an)?
وَتَجْعَلُونَ رِزْقَكُمْ أَنَّكُمْ تُكَذِّبُونَ ٨٢
(56:82) dan kamu menjadikan rezeki yang kamu terima (dari Allah) justru untuk mendustakan(-Nya).
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun karena setelah umat Islam diberi hujan yang lebat lewat doa Nabi, ada seseorang yang mengambil air sambil berkata bahwa hujan itu turun berkat "bintang ini dan bintang itu". Allah menurunkan ayat ini untuk menegur keras mereka yang menjadikan bantahan terhadap rezeki dari Allah sebagai kebiasaan/sumber kebanggaan.
فَلَوْلَا إِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُومَ ٨٣
(56:83) Maka kalau begitu mengapa (tidak mencegah) ketika (nyawa) telah sampai di kerongkongan,
وَأَنْتُمْ حِينَئِذٍ تَنْظُرُونَ ٨٤
(56:84) dan kamu ketika itu melihat,
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْكُمْ وَلَٰكِنْ لَا تُبْصِرُونَ ٨٥
(56:85) dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu, tetapi kamu tidak melihat,
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
فَلَوْلَا إِنْ كُنْتُمْ غَيْرَ مَدِينِينَ ٨٦
(56:86) maka mengapa jika kamu memang tidak dikuasai (oleh Allah),
تَرْجِعُونَهَا إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ ٨٧
(56:87) kamu tidak mengembalikannya (nyawa itu) jika kamu orang yang benar?
فَأَمَّا إِنْ كَانَ مِنَ الْمُقَرَّبِينَ ٨٨
(56:88) Jika dia (orang yang mati) itu termasuk yang didekatkan (kepada Allah),
فَرَوْحٌ وَرَيْحَانٌ وَجَنَّتُ نَعِيمٍ ٨٩
(56:89) maka dia memperoleh ketenteraman dan rezeki serta surga (yang penuh) kenikmatan.
وَأَمَّا إِنْ كَانَ مِنْ أَصْحَابِ الْيَمِينِ ٩٠
(56:90) Dan jika dia termasuk golongan kanan,
فَسَلَامٌ لَكَ مِنْ أَصْحَابِ الْيَمِينِ ٩١
(56:91) maka, "Salam bagimu (wahai) dari golongan kanan!" (sambut malaikat).
Belum ada catatan analisis untuk ayat ini.
وَأَمَّا إِنْ كَانَ مِنَ الْمُكَذِّبِينَ الضَّالِّينَ ٩٢
(56:92) Namun jika dia termasuk golongan yang mendustakan dan sesat,
فَنُزُلٌ مِنْ حَمِيمٍ ٩٣
(56:93) maka dia disambut siraman air yang mendidih,
وَتَصْلِيَةُ جَحِيمٍ ٩٤
(56:94) dan dibakar di dalam neraka.
إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ حَقُّ الْيَقِينِ ٩٥
(56:95) Sungguh, inilah keyakinan yang benar.
فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ ٩٦
(56:96) Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahabesar.