Ayat 1
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ طس ۚ تِلْكَ آيَاتُ الْقُرْآنِ وَكِتَابٍ مُبِينٍ
Ṭā Sīn. Inilah ayat-ayat Al-Qur`an, dan Kitab yang jelas,


Surat 27
النمل
Semut-semut, terdiri dari 93 ayat dan turun di Makkah.
Dalam urutan turunnya wahyu, surat ini turun ke-48 setelah Asy-Syu'ara' sebelum Al-Qasas.
Surat ini seperti novel fantasi yang mengklaim dirinya sebagai sejarah nyata. Kalau dilihat secara kritis, ada beberapa masalah besar: Hewan yang bisa bicara dan berpikir teologis: Seekor semut berteriak memperingatkan kaumnya agar tidak terinjak tentara Sulaiman. Seekor burung menjadi mata-mata yang melaporkan kondisi politik Ratu Saba — dan rupanya cukup paham teologi untuk menilai bahwa kaum itu menyembah selain Allah. Ini bukan mukjizat, ini dongeng yang tidak pernah mengklaim dirinya sebagai dongeng. Magic show tanpa jejak sejarah: Tentara Sulaiman terdiri dari manusia, jin, dan burung. Jin memindahkan istana dalam sekejap. Kalau teknologi atau kekuatan seperti ini benar-benar ada, tidak ada satu pun bukti arkeologis yang tersisa — padahal peradaban jauh lebih kecil meninggalkan jejak yang bisa ditemukan ribuan tahun kemudian. Daur ulang cerita yang sudah dipakai berkali-kali: Kisah Musa dengan tongkat yang menjadi ular muncul lagi. Kisah Saleh dan unta muncul lagi. Ini bukan penekanan — ini keterbatasan materi yang sudah tidak bisa disembunyikan. Plot hole yang mencolok: Burung bisa memahami konsep penyembahan berhala dan melaporkannya secara teologis. Sulaiman menulis surat yang isinya "jangan sombong" — ironis dari raja yang memiliki tentara supernatural dan memindahkan istana sebelum mata berkedip. Bias patriarkal dalam kisah Ratu Saba: Ratu Saba digambarkan sebagai pemimpin yang meminta pertimbangan para menteri, tapi pada akhirnya tunduk kepada Sulaiman. Perempuan berkuasa tetap harus berakhir dengan menyerahkan otoritasnya kepada laki-laki. Ancaman hari kiamat yang sudah kehilangan variasi: Binatang yang keluar dari bumi, kehancuran kosmis, siksaan yang menanti — formula yang sama diulang lagi. Kreativitasnya sudah habis jauh sebelum surat ini berakhir. Kesimpulan: An-Naml adalah dongeng fantasi dengan hewan berbicara, sihir kerajaan, dan lubang plot yang tidak dijelaskan — diklaim sebagai wahyu suci. Kalau ini benar-benar dari Tuhan yang mahakuasa, standar narasinya jauh di bawah yang seharusnya bisa dihasilkan oleh kecerdasan tak terbatas.
Ayat 1
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ طس ۚ تِلْكَ آيَاتُ الْقُرْآنِ وَكِتَابٍ مُبِينٍ
Ṭā Sīn. Inilah ayat-ayat Al-Qur`an, dan Kitab yang jelas,
Ayat 2
هُدًى وَبُشْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ
petunjuk dan berita gembira bagi orang-orang yang beriman,
Ayat 3
الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ بِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ
(yaitu) orang-orang yang melaksanakan salat dan menunaikan zakat, dan mereka meyakini adanya akhirat.
Ayat 4
إِنَّ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ زَيَّنَّا لَهُمْ أَعْمَالَهُمْ فَهُمْ يَعْمَهُونَ
Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, Kami jadikan terasa indah bagi mereka amalan (yang buruk), sehingga mereka bergelimang dalam kesesatan.
Ayat 5
أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَهُمْ سُوءُ الْعَذَابِ وَهُمْ فِي الْآخِرَةِ هُمُ الْأَخْسَرُونَ
Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksaan buruk (di dunia) dan mereka di akhirat adalah orang-orang yang paling rugi.
Ayat 6
وَإِنَّكَ لَتُلَقَّى الْقُرْآنَ مِنْ لَدُنْ حَكِيمٍ عَلِيمٍ
Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar telah diberi Al-Qur`an dari sisi (Allah) Yang Mahabijaksana, Maha Mengetahui.
Ayat 7
إِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِأَهْلِهِ إِنِّي آنَسْتُ نَارًا سَآتِيكُمْ مِنْهَا بِخَبَرٍ أَوْ آتِيكُمْ بِشِهَابٍ قَبَسٍ لَعَلَّكُمْ تَصْطَلُونَ
(Ingatlah) ketika Musa berkata kepada keluarganya, "Sungguh, aku melihat api. Aku akan membawa kabar tentang itu kepadamu, atau aku akan membawa suluh api (obor) kepadamu agar kamu dapat berdiang (menghangatkan badan dekat api)."
Ayat 8
فَلَمَّا جَاءَهَا نُودِيَ أَنْ بُورِكَ مَنْ فِي النَّارِ وَمَنْ حَوْلَهَا وَسُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Maka ketika dia tiba di sana (tempat api itu), dia diseru, "Telah diberkahi orang-orang yang berada di dekat api, dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Mahasuci Allah, Tuhan seluruh alam."
Ayat 15
وَلَقَدْ آتَيْنَا دَاوُودَ وَسُلَيْمَانَ عِلْمًا ۖ وَقَالَا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي فَضَّلَنَا عَلَىٰ كَثِيرٍ مِنْ عِبَادِهِ الْمُؤْمِنِينَ
Dan sungguh, Kami telah memberikan ilmu kepada Dawud dan Sulaiman, dan keduanya berkata, "Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari banyak hamba-hamba-Nya yang beriman."
Ayat 16
وَوَرِثَ سُلَيْمَانُ دَاوُودَ ۖ وَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ عُلِّمْنَا مَنْطِقَ الطَّيْرِ وَأُوتِينَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ ۖ إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ الْفَضْلُ الْمُبِينُ
Dan Sulaiman telah mewarisi Dawud,593) dan dia (Sulaiman) berkata, "Wahai manusia! Kami telah diajari bahasa burung dan kami diberi segala sesuatu. Sungguh, (semua) ini benar-benar karunia yang nyata."
Catatan Depag
*593) Nabi Sulaiman -'alaihissalām- menggantikan kenabian dan kerajaan Nabi Dawud -'alaihissalām- serta mewarisi ilmu pengetahuan dan kitab Zabur yang diturunkan kepadanya.
Ayat 45
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا إِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ فَإِذَا هُمْ فَرِيقَانِ يَخْتَصِمُونَ
Dan sungguh, Kami telah mengutus kepada (kaum) Samud saudara mereka yaitu Saleh (yang menyeru), "Sembahlah Allah!" Tetapi tiba-tiba mereka (menjadi) dua golongan yang bermusuhan.
Ayat 46
قَالَ يَا قَوْمِ لِمَ تَسْتَعْجِلُونَ بِالسَّيِّئَةِ قَبْلَ الْحَسَنَةِ ۖ لَوْلَا تَسْتَغْفِرُونَ اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Dia (Saleh) berkata, "Wahai kaumku! Mengapa kamu meminta disegerakan keburukan sebelum (kamu meminta) kebaikan? Mengapa kamu tidak memohon ampunan kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat?"
Ayat 47
قَالُوا اطَّيَّرْنَا بِكَ وَبِمَنْ مَعَكَ ۚ قَالَ طَائِرُكُمْ عِنْدَ اللَّهِ ۖ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ تُفْتَنُونَ
Ayat 54
وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ وَأَنْتُمْ تُبْصِرُونَ
Dan (ingatlah kisah) Luṭ, ketika dia berkata kepada kaumnya, "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fāḥisyah (keji),602) padahal kamu melihatnya (kekejian perbuatan maksiat itu)?"
Catatan Depag
*602) Maksud fāḥisyah di sini ialah penyimpangan seks, termasuk homoseks.
Ayat 55
أَئِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ ۚ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُونَ
Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) syahwat(mu), bukan (mendatangi) perempuan? Sungguh, kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu).
Ayat 59
قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ وَسَلَامٌ عَلَىٰ عِبَادِهِ الَّذِينَ اصْطَفَىٰ ۗ آللَّهُ خَيْرٌ أَمَّا يُشْرِكُونَ
Katakanlah (Muhammad), "Segala puji bagi Allah dan salam sejahtera atas hamba-hamba-Nya yang dipilih-Nya. Apakah Allah yang lebih baik, ataukah apa yang mereka persekutukan (dengan Dia)?"
Ayat 60
أَمَّنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَأَنْزَلَ لَكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَنْبَتْنَا بِهِ حَدَائِقَ ذَاتَ بَهْجَةٍ مَا كَانَ لَكُمْ أَنْ تُنْبِتُوا شَجَرَهَا ۗ أَإِلَٰهٌ مَعَ اللَّهِ ۚ بَلْ هُمْ قَوْمٌ يَعْدِلُونَ
Bukankah Dia (Allah) yang menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air dari langit untukmu, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah? Kamu tidak akan mampu menumbuhkan pohon-pohonnya. Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Sebenarnya mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran).
Ayat 65
قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ ۚ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ
Katakanlah (Muhammad), "Tidak ada sesuatu pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah. Dan mereka tidak mengetahui kapan mereka akan dibangkitkan."
Ayat 66
بَلِ ادَّارَكَ عِلْمُهُمْ فِي الْآخِرَةِ ۚ بَلْ هُمْ فِي شَكٍّ مِنْهَا ۖ بَلْ هُمْ مِنْهَا عَمُونَ
Bahkan pengetahuan mereka tentang akhirat tidak sampai (ke sana). Bahkan mereka ragu-ragu tentangnya (akhirat). Bahkan mereka buta tentang itu.
Ayat 67
وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَإِذَا كُنَّا تُرَابًا وَآبَاؤُنَا أَئِنَّا لَمُخْرَجُونَ
Ayat 76
إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَقُصُّ عَلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَكْثَرَ الَّذِي هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ
Sungguh, Al-Qur`an ini menjelaskan kepada Bani Israil sebagian besar dari (perkara) yang mereka perselisihkan.
Ayat 77
وَإِنَّهُ لَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ
Dan Sungguh, (Al-Qur`an) itu benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
Ayat 78
Ayat 83
وَيَوْمَ نَحْشُرُ مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ فَوْجًا مِمَّنْ يُكَذِّبُ بِآيَاتِنَا فَهُمْ يُوزَعُونَ
Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami mengumpulkan dari setiap umat, segolongan orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, lalu mereka dibagi-bagi (dalam kelompok-kelompok).
Ayat 84
حَتَّىٰ إِذَا جَاءُوا قَالَ أَكَذَّبْتُمْ بِآيَاتِي وَلَمْ تُحِيطُوا بِهَا عِلْمًا أَمَّاذَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
Hingga apabila mereka datang, Dia (Allah) berfirman, "Mengapa kamu dulu mendustakan ayat-ayat-Ku, padahal kamu tidak mempunyai pengetahuan tentang itu,604) atau apakah yang telah kamu kerjakan?"
Catatan Depag
*604) Orang-orang musyrik Arab mendustakan ayat-ayat Allah tanpa memikirkannya lebih dahulu.
Ayat 9
Mereka menjawab, "Kami mendapat nasib yang malang disebabkan oleh kamu dan orang-orang yang bersamamu." Dia (Saleh) berkata, "Nasibmu ada pada Allah (bukan kami yang menjadi sebab), tetapi kamu adalah kaum yang sedang diuji."