Asy-Syu'ara' (Para Penyair) Ayat 176

Bacaan

TopikKisah Nabi Syu'aib dan Penduduk Aikah (Ayat 176-191)

كَذَّبَ أَصْحَابُ الْأَيْكَةِ الْمُرْسَلِينَ

(26:176) Penduduk Aikah590) telah mendustakan para rasul;

Catatan Depag

*590) Mereka adalah penduduk Madyan, yaitu kaum Nabi Syu'aib -'alaihissalām-.

Kritik

(26:176-190) Kritik sastra oleh John Wansbrough membandingkan kisah Nabi Syu'aib di sini dengan versi pada Surat 7 dan 11. Wansbrough menemukan bahwa kisah di Surat 26 ini terpotong atau tidak utuh. Fakta perbedaan narasi dan ketidakutuhan cerita antarsurat ini digunakan Wansbrough sebagai argumen bahwa Al-Qur'an meminjam dan menambal-sulam tradisi Yahudi-Kristen secara berevolusi. (Tidak dicantumkan)

Moral

(26:176-191): Kaum Syu'aib dihancurkan karena menolak — azab hari naungan (azab musim panas) menghancurkan seluruh kaum.

Sains

(26:176-191): Kaum Syu'aib dan 'azab hari naungan' — tidak ada konfirmasi meteorologis atau arkeologis tentang azab awan panas yang memusnahkan populasi di Madyan.

Kontradiksi

Ayat 176–191 menceritakan penduduk Aikah (kaum Syu'aib) dihancurkan. Q7:91 menyebut mereka dihancurkan oleh gempa (rajfah). Q11:94 menyebut 'suara menggelegar' (saihah). Q26:189 menyebut 'azab hari yang gelap' (azabu yawmiz zullah). Tiga mekanisme penghancuran yang berbeda untuk kaum yang sama dalam tiga surat yang berbeda — inkonsistensi narasi.