Bacaan
TopikTentang Al-Qur'an dan Tugas Nabi Muhammad (Ayat 192-220)
كَذَٰلِكَ سَلَكْنَاهُ فِي قُلُوبِ الْمُجْرِمِينَ
Demikianlah, Kami masukkan (sifat dusta dan ingkar) ke dalam hati orang-orang yang berdosa,
Logical Fallacy
Circular reasoning & Determinism fallacy - Menciptakan lingkaran kausalitas yang manipulatif: Dikatakan bahwa Tuhan sendiri yang "memasukkan (sifat dusta dan ingkar)" ke dalam hati orang berdosa, namun mereka tetap disalahkan dan dihukum karena "tidak akan beriman" akibat dari sifat yang dimasukkan secara paksa tersebut.
Moral Concern
(26:200-201): Mengandung problem moral berupa penjebakan ilahi (entrapment). Tuhan secara sadar memasukkan sifat dusta dan ingkar ke dalam hati para pendosa, sehingga mereka tidak bisa beriman sampai azab pedih itu tiba. Tuhan mendesain kesesatan tersebut secara aktif hanya untuk melegitimasi penyiksaan terhadap mereka.
Scientific Error
Ayat 200 menyatakan Allah 'memasukkan' sifat dusta dan ingkar ke dalam hati orang-orang berdosa. Ini bertentangan dengan neurosains kognitif: kepercayaan dan kecenderungan kognitif dibentuk oleh faktor biologis, psikologis, dan sosial — bukan dimasukkan supranatural. Klaim ini juga menciptakan masalah moral: jika Allah yang menanamkan kecenderungan dusta, bagaimana manusia bertanggung jawab?
Contradiction
Ayat 200–201 menyatakan Allah memasukkan sifat ingkar ke hati orang berdosa sehingga mereka tidak beriman. Kontradiksi ganda: (1) dengan Q18:29 'siapa yang mau beriman, berimanlah; siapa yang mau kafir, kafirlah' — yang mengimplikasikan pilihan bebas; (2) dengan konsep keadilan ilahi: bagaimana Allah adil menghukum orang yang tidak bisa beriman karena Allah sendiri yang menanamkan kecenderungan ingkar?

