Asy-Syu'ara' (Para Penyair) Ayat 49

Bacaan

TopikKisah Musa dan Fir'aun (Ayat 10-68)

قَالَ آمَنْتُمْ لَهُ قَبْلَ أَنْ آذَنَ لَكُمْ ۖ إِنَّهُ لَكَبِيرُكُمُ الَّذِي عَلَّمَكُمُ السِّحْرَ فَلَسَوْفَ تَعْلَمُونَ ۚ لَأُقَطِّعَنَّ أَيْدِيَكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ مِنْ خِلَافٍ وَلَأُصَلِّبَنَّكُمْ أَجْمَعِينَ

(26:49) Dia (Fir'aun) berkata, "Mengapa kamu beriman kepada Musa sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya dia pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu. Nanti kamu pasti akan tahu (akibat perbuatanmu). Pasti akan kupotong tangan dan kakimu bersilang, dan sungguh akan aku menyalib kamu semuanya."

Kritik

Appeal to force: penyaliban diancamkan kepada penyihir yang beriman — hukuman fisik menggantikan argumen. SE: penyaliban sebagai metode hukuman tidak dikenal pada era Firaun historis.

Cacat Logika

Argumentum ad baculum - Merespons kekalahan telak dalam adu mukjizat/sihir, Fir'aun secara brutal mengancam akan memutilasi bersilang dan menyalib para penyihirnya yang memilih beriman kepada Tuhan Musa.

Moral

(26:49): Ancaman penyaliban dan amputasi silang terhadap penyihir yang beriman — hukuman fisik brutal dipresentasikan sebagai tindakan penguasa yang wajar dikritik, namun Allah membalas dengan azab yang lebih besar.

Sains

Kesalahan Kronologi: Penyaliban sebagai ancaman Firaun di era Musa — anachronisme; penyaliban baru dikenal sekitar 500 SM, sementara Musa diperkirakan hidup sekitar 1400 SM.

Kontradiksi

(26:49): Firaun mengancam penyaliban — S7:124 dan S20:71 juga mengancam penyaliban dengan redaksi serupa; namun penyaliban sebagai metode hukuman Mesir kuno tidak terbukti secara historis.