Bacaan
TopikKisah Nabi Daud dan Sulaiman (Ayat 15-44)
لَأُعَذِّبَنَّهُ عَذَابًا شَدِيدًا أَوْ لَأَذْبَحَنَّهُ أَوْ لَيَأْتِيَنِّي بِسُلْطَانٍ مُبِينٍ
(27:21) Aku pasti akan menghukumnya dengan hukuman yang berat atau aku akan menyembelihnya, kecuali jika ia datang kepadaku dengan alasan yang jelas."
Logical Fallacy
Argumentum ad baculum - Figur Sulaiman memaksakan kepatuhan mutlak bawahannya (burung Hudhud) bukan melalui logika keadilan, melainkan lewat ancaman kekerasan ekstrem dan impulsif: hukuman berat atau penyembelihan jika tidak punya alasan ketidakhadirannya.
Moral Concern
(27:21): Menampilkan arogansi kekuasaan melalui sosok Sulaiman yang mengancam akan menyembelih seekor burung (Hudhud) semata-mata karena satwa tersebut absen tanpa memberikan alasan. Ini mempromosikan kesewenang-wenangan dan kekejaman terhadap hewan yang dilegitimasi oleh posisi penguasa absolut.

