Bacaan
TopikPengetahuan Allah tentang Hari Kebangkitan (Ayat 65-75)
لَقَدْ وُعِدْنَا هَٰذَا نَحْنُ وَآبَاؤُنَا مِنْ قَبْلُ إِنْ هَٰذَا إِلَّا أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ
Sejak dahulu kami telah diberi ancaman dengan ini (hari kebangkitan); kami dan nenek moyang kami. Sebenarnya ini hanyalah dongeng orang-orang terdahulu."
Kritik
Ayat 42 dan 68: Theodor Nöldeke menyoroti bahwa terdapat "jeda yang hilang" (gap) sebelum kata wa-utina di ayat 42, karena secara kronologi dan narasi, kata-kata tersebut tidak mungkin merupakan ucapan Ratu Saba (Balqis) Pada ayat 68, penggunaan awal kalimat bal dinilai keliru karena salah menyalin dari klausa berikutnya. Susunan yang benar membutuhkan kata tanya seperti hal adraka `ilmuhum

